[Boyfriend Fanfic] Jeju Spring Moment (Part 1)

Image

Tittle : Jeju Spring Moment (part 1)
Main Cast :
– Jo Young Min
– Jang Na Raa (OC)
– Jang Jae Beom (Nara’s Older Brother) (OC)
Author : @Nesada on twitter
Genre : Angst
Rating : PG-17
Cover Model :
– Jo Young Min as Jo Youngmin
– Kim Soo Eun as Jang Na Raa
Original Soundtrack :
– Hitt – Good Night
– IU – Good Day
Fanfics Number : 1st
Realise : January 2012
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
Kisah seorang selebriti yang telah bosan dalam dunia entertainmentnya, hingga ia melarikan diri dan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak mengenalnya sebagai artis, bagaimanakah kisahnya ??
Let’s read saja, semoga suka ^_^
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –


Jeju Spring Moment (Jeju Saat Musim Semi)

—– Youngmin POV —–
Namaku Youngmin, Jo Youngmin tepatnya. Aku seorang siswa di Seoul Arts Performing High School, usiaku sekarang 16 tahun. Sekarang aku telah menjadi seorang penyanyi yang sebelumnya telah menjalani trainee selama 2 tahun di JYP, sebenarnya aku sama sekali tak ingin menjadi seorang penyanyi, tapi ayahku yang selalu memaksaku untuk menjadi seorang publik figur. Aku sangat menyesal dilahirkan sebagai anak tunggal dikeluarga yang kaya raya, kalau saja aku punya adik atau kakak, pasti hidupku tidak akan seperti ini, aku lelah, aku lapar, aku ingin istirahat tapi tak bisa, seperti saat itu……..

    Saat aku berada di sebuah ruangan yang isinya hanya make-up dan cermin, semuanya tertata rapi memang, tapi entah kenapa aku merasa tidak nyaman berada di ruang tata rias itu. Aku duduk termenung didepan cermin tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulutku, aku diam dan pikiranku kosong, wajahku juga tertunduk. Orang-orang ada disekitarku hanya sibuk dengan urusannya masing-masing tanpa ada yang perduli padaku, aku hanya memandangi orang-orang yang berlalu lalang itu, sungguh aku merasa terasingkan, aku merasa kalau aku ini tak dianggap, ingin sekali aku pergi, tapi aku bingung akan pergi kemana. Aku ingin menangis, aku tidak suka seperti ini, aku ingin diperhatikan.

    Setelah berlama-lama duduk di kursi yang ada, kemudian aku menatap cermin yang ada didepanku, aku melihat diriku yang menyedihkan, aku yang sendiri aku yang tak punya teman dan aku yang kesepian. Entah apa yang terjadi padaku, tiba-tiba saja aku terbangun dari kursi itu, aku beranjak pergi, tapi anehnya aku tidak punya tujuan, hanya mengikuti kemana langkah kakiku akan berjalan, dan ketika aku beranjak pergi, aku melihat mereka semua heran melihatku, aku melihatnya dari sudut pandanganku, tapi mereka hanya diam tanpa bertanya padaku.

    Aku membanting setir Mobil Sportku dengan kencang, kali ini aku tidak tahan lagi dengan semua ini, rasanya aku ingin protes saja pada ayahku, aku ingin mengundurkan diri sebagai penyanyi, aku sudah tidak kuat.

    Sesampainya didepan pintu gerbang rumah, satpam gendut berkumis tebal dan pendek itu langsung membukakan pintu untukku. Dan setelah aku masuk kerumah, aku tak melihat ada ayah ataupun ibu, yang aku lihat hanyalah pelayan rumah yang sedang bersih-bersih, seketika pekerjaan mereka terhenti ketika melihatku datang.

    “Abeojiga eodi !” (dimana ayahku !)

    “Tuan Muda, ayah dan ibu tuan sedang pergi ke London, untuk rapat investasi…..”

    “apa ! jadi ayah pergi ke London tanpa sepengetahuanku ! ayah benar-benar keterlaluan !”

    Rasa marahku ini semakin menjadi jadi, hampir memenuhi seisi otakku, aku sudah tidak bisa berfikir positif lagi. Aku pergi ke kamar, tapi bukan untuk tidur, melainkan untuk membereskan pakaianku dan berniat untuk pergi dari rumah. Para pelayan yang melihatku membawa ransel besar, mencoba mencegahku, tapi aku tidak memperdulikan mereka, yang ada di otakku hanya pergi dan pergi, aku benci ayahku !

    Diperjanan, aku merasa lapar aku pun mampir ke sebuah Restaurant Nasi Goreng di pinggiran kota Seoul, tak ada pelayan yang menghampiri, aku beranjak pergi menuju cheff wanita yang sedang memasak nasi dari balik kaca, aku mengenakan kacamata hitam agar tak ada yang tahu siapa aku sebenarnya,  ranselku aku tinggalkan didalam mobil, sedangkan handphone dan kunci mobilnya aku letakkan diatas meja, setelah beberapa lama, cheff itu memberikan semangkuk nasi, dia memandangiku aku takut dia tau siapa sebenarnya aku, aku terasa membatu, tubuhku tidak bisa bergerak seketika, tiba-tiba dia berkata, “sepertinya aku pernah melihatmu ?”

    Aku mencoba agar tidak gugup, “ah anda bisa saja, inikan pertama kalinya kita bertemu.”. aku segera pergi, tapi cheff itu tetap memandangiku.

    Astaga, apa karena penampilanku seperti ini jadi semua orang mulai curiga ? perasaan aku hanya memakai jaket biru tua dengan motif berdera kecil-kecil dan kaos putih biasa yang mungkin banyak dijual dipasar atau karena rambutku yang aku cat pirang gelap ?. Ahh mungkin hanya kebetulan saja, aku makan dengan lahap, mungkin terasa aneh makan sambil memakai kacamata, tapi apa boleh buat, aku tidak mau mereka ribut karena aku. Setelah tinggal beberapa suap lagi aku teringat handphone dan kunci mobilku, aku meraba meja yang aku duduki sambil terus makan, dan………… tidak ada ! kemudian aku mencarinya dikolong, tapi tak ada, aku berfikir mungkin ada di kursi satunya, tapi tak ada juga. Aku mulai kesal, aku pukul meja itu dengan keras.

    “siapa yang sudah mengambil ponsel dan kunci mobilku !”ucapku sambil berdiri dan tak sadar membuka kacamata hitamku juga. Semua yang dari tadi sibuk dengan pembicaraan masing-masing, diam seketika dan memandang kearahku semua.

    “Youngmiiiiiiinnnnnnnnnnnnn……………..”

    Teriakan itu membuatku tersadar bahwa aku telah membuka kacamataku, aku gugup sekali, tanpa berfikir panjang aku pun lari dan meletakkan kacamataku diatas meja, “cheff ini uangku, terimakasih. Nasinya enak sekali……….. “ tambahku sambil meletakkan selembar uang 10000 won diatas meja, uang itu mungkin berlebih, tapi aku tak peduli.

    “astaga kenapa dari tadi aku tak sadar itu Youngmin…………”teriak yang lain

    Mereka mengejarku bersama-sama, aku mulai lelah berlari. Aku pun bersembunyi dibalik tembok gang yang sempit dan sangat kotor, aku melihat mereka sudah tak terlihat lagi. Tapi sialnya ternyata disampingku sudah berdiri seorang wanita tua yang gila, dia memelukku erat, rasanya tulang-tulangku seakan mau remuk, “Lepaskan !”

    Aku berhasil melepas jeratan wanita gila itu, benar-benar sakit. Aku berjalan menuju stasiun kereta terdekat sambil memakai penutup kepala, disana aku memesan tiket ke Incheon, tempat dimana nenekku tinggal, hampir satu tahun aku tak mengunjunginya, aku berniat menenangkan pikiranku disana. Saat menunggu tiket, aku melirik kearah samping kananku, disana ada seorang pria yang kira-kira berusia 30 tahun tepat berdiri disampingku, dia juga sedang memesan tiket, tapi bedanya, tiket yang dia pesan adalah ke Jeju. Dia tersenyum padaku, aku pun membalasnya sambil mengambil tiket yang sudah diletakkan diatas papan kecil. Aku mengambilnya begitu saja, tanpa melihat mana tiket milikku, pria itu juga demikian.

    Kemudian aku pergi kearah nomor gerbong keretaku berada, tapi disana banyak sekali kereta yang berhenti, aku asal masuk gerbong dan sama sekali tidak memperhatikan tujuan kereta itu. Aku duduk di pojokan, aku sendiri lagi, tak ada yang duduk disampingku. Kereta mulai berjalan meninggalkan Seoul, suara kereta kelas ekonomi itu sedikit mengganggu telingaku, tapi apa boleh buat, uangku semua ada didalam mobilku yang terkunci, dan uang yang ada disakuku hanya cukup untuk membeli tiket kelas ini. Aku terus memandangi langit selama perjalanan, aku melihat seekor burung pipit kecil terbang disana, dia sendiri sama sepertiku yang duduk disini. Setelah beberapa lama mataku tiba-tiba terpejam dan tidur.

    Rasanya baru 1 menit tertidur, tiba-tiba ada yang membangunkanku. Ya, dia petugas penarik tiket, dia gendut dan sangat menyeramkan. Aku terbangun dan langsung memberikan tiketku, tapi setelah petugas itu mengecheck tiket milikku, tiba-tiba saja dia berkata, “alaelo !!!” (turun !!!)

    “dangsin-eun mueos-eul uimihabnikka ??” (apa maksudmu ??)

    “jangan bercanda, kenapa kau masuk ke kereta dengan tiket ke Incheon ! “

    “bukankah ini kereta ke Incheon ?”

    “apa kau tidak melihat papan stasiun tadi ini kereta ke Jeju, sekarang turun !”

    Aku benar-benar kesal hari ini, sudah kecopetan, tidak punya uang, bajuku bau dan sekarang aku diturukan ditengah jalan tanpa belas kasihan. “dasar petugas sialan !”

    Kesal kesal dan kesal…………. aku kesal dengan semua orang, apalagi sekarang aku sendiri, didepanku terhampar bunga-bunga Conola kuning yang sangat banyak, kupu-kupu yang beterbangan juga banyak, warna-warni indah sekali. Tapi sayang pemandangan yang super indah itu sama sekali tak bisa menyentuh hatiku, hatiku justru semakin kesal, ku ambil sebilah bambu kecil yang ada di samping bawahku. Dan …………. aku pukuli tanaman Conola itu tanpa ampun, ku sabit mereka hingga bunga itu rontok dan bertaburan kemana-nama.
“nan kkoch-i silh-eo ! naega nabi silh-eo ! nan-i Jeju silh-eo !” (aku benci bunga ! aku benci kupu-kupu ! aku benci Jeju ini !)

    Aku berteriak seperti itu berkali-kali, seperti orang gila memang, berlari kesana kemari, pukul sana pukul sini, mirip sekali dengan orang gila, tapi itu satu-satunya yang bisa membuatku lebih baik, dan karena teriakanku itu suaraku menjadi serak. Ternyata ladang bunga itu lebih luas dari yang aku kira, hampir satu jam aku membabi buta bunga Conola, mereka masih tetap ada sedangkan tenagaku sudah mulai habis. Aku jatuhkan sabit itu ke tanah, dan ditengah-tengah ladang bunga itu aku duduk, lelah sekali, nafasku terengah-engah, haus dan sangat lapar, tapi apa yang akan aku makan, yang ada didepanku hanyalah bunga, mana mungkin aku akan memakan bunga, aku ini masih waras. Dan air…… aku ingin sekali minum, memang diseberang sana ada laut, tapi masa aku harus minum air laut, itu sangat tidak enak.

    “dangsin-eun mog-iibnida ?” (apa kau haus ?)

    Tiba-tiba saja suara perempuan terdengar dari belakangku, sebenarnya aku takut, aku pikir itu hantu penunggu ladang bunga yang sudah aku rusak ini, aku rasa hantu itu marah karena aku sudah mengganggunya. Aku kumpulkan semua nyaliku untuk menghadapnya, meski hatiku sangat dag dig dug, dia pasti sangat menyeramkan. Dan ketika aku menoleh……………………

Apakah itu ? penasaran ?

Lanjut ??
Ya…. liat Chapter berikutnya….

, , ,

  1. #1 by soosuntaeny on July 29, 2013 - 5:14 PM

    Wah Chingu.. Sebenernya.. Aku ini reader baru…..
    Nisa imnida 97 line tpi aku gak tau kalau harus manggil apa ke Chingu…
    Ff nya bagus Chingu tpi ada beberapa typo dsana.. Ff ini jarang aku temuin di ff – ff lain… Ok.. Chingu..
    Fighting.. ^^

  1. 1. [Boyfriend FF Library] Jeju Spring Moment | LIMIT LIGHT | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: