[Boyfriend Fanfic] Jeju Spring Moment (Part 3)

Image

Tittle : Jeju Spring Moment (part 3)
Main Cast :
– Jo Young Min
– Jang Na Raa (OC)
– Jang Jae Beom (Nara’s Older Brother) (OC)
Author : @Nesada on twitter
Genre : Angst
Rating : PG-17
Cover Model :
– Jo Young Min as Jo Youngmin
– Kim Soo Eun as Jang Na Raa
Original Soundtrack :
– Hitt – Good Night
– IU – Good Day
Fanfics Number : 1st
Realise : January 2012
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
Kisah seorang selebriti yang telah bosan dalam dunia entertainmentnya, hingga ia melarikan diri dan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak mengenalnya sebagai artis, bagaimanakah kisahnya ??
Let’s read saja, semoga suka ^_^
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –


Jeju Spring Moment (Jeju Saat Musim Semi)

     10 menit kemudian aku sampai dirumahnya, dan seperti dugaan, rumahnya hancur, lebih mirip gudang daripada sebuah rumah, kaca depan sudah banyak yang pecah, cat temboknya juga sudah mulai pudar, di halaman rumah, bukannya ditanami bunga justru ditanami pohon jati yang besar, halaman itu juga lebih mirip ladang sampah dari daun jati yang sudah mengering daripada sebuah halaman rumah, ketika angin datang, daun-daun itu beterbangan, disekitar rumahnya aku sama sekali tidak melihat rumah lain alias tetangganya. Aku sangat tidak nyaman, tapi apa boleh buat aku sangat lapar.

Di dalam rumah, juga sama sangat berantakan sempit dan tak terurus. Disana hanya ada satu meja dan tiga kursi yang diletakkan ditengah-tengah ruangan, aku benar-benar heran. Aku melihat sekitar, banyak buku yang berceceran, disudut ruangan ada sebuah kursi sofa panjang berwarna coklat yang sudah sedikit rusak. Aku benar-benar bingung, kalau rumahnya saja tidak ada apa-apanya lantas setiap malam dia tidur dimana, kasur saja tak ada. Aku kemudian duduk di kursi itu, tapi pandanganku tak mau lepas dari suasana sekitarku.

    “ada apa ? kenapa kau melihat rumahku seperti itu ?” ucap Nara tiba-tiba, suaranya yang lucu itu mengalihkan pandanganku. Aku melihat dia membawakan sebuah piring makan, entah apa isinya yang jelas aku yakin rasanya pasti tidak enak.

     “apa tidak boleh ? rumahmu ini lebih mirip dengan gudang tahu………..”

     “kau ini, jangan menghina rumahku” balasnya sambil meletakkan piring itu diatas meja. Aku langsung saja menyicipinya tanpa permisi. Nasi goreng dengan kacang polong itu ternyata sangat enak, tidak seperti yang aku pikirkan, tanpa basa-basi aku langsung melahapnya.

     “joh-eun eotteon mas-i ?” (apa rasanya enak ?)

     “cam-eul su-issneun” (lumayan)

     “kalau aku lihat, ternyata kau ini tampan sekali……….”. Ketika aku mendengar ucapannya, tiba-tiba aku tersedak, ohokk ohokk. Tenggorokanku sakit. “ini minumnya. Kau kenapa, apa ada yang salah dengan ucapanku ?

      “tentu saja, kau ini mengagetkanku !”

     “aneh, hanya mengatakan kau ini tampan masa langsung kaget. Oh ya, kau ini darimana, kenapa kau bisa ada di padang Conola. Apa kau tersesat ?”

    “kau pikir aku ini anak kecil ! tersesat !”balasku dengan suara keras. “hari ini aku sial sekali, sudah ponsel dan kunci mobilku dicuri orang, sekarang aku salah naik kereta”

     “bukannya setiap jalur kereta selalu ada tulisan tujuannya ?”

     “tentu, tapi saat itu aku tidak memperhatikannya. Yang aku perhatikan hanya nomor gerbongnya saja. Dan hasilnya, bukannya aku pergi ke Incheon malah tersesat di Jeju”

     “haahhah rupanya kau memang tersesat bukan ?”

     “ani !!” (Tidak !!)

     “apa kau ingin pulang ke rumahmu ?”

   “sebenarnya aku tidak ingin pulang, aku hanya ingin pergi kerumah nenekku. Aku sedang kesal dengan ayahku, dia itu terlalu mengekangku. Dia tidak pernah memberiku kebebasan, dan sebenarnya hari ini juga aku berniat untuk kabur, tapi sayangnya aku sedang sial. Apalagi sekarang ini, aku bertemu dengan gadis aneh sepertimu !”

     “aku aneh ? apa maksudnya ?”

     “cari tahu sendiri !”

     “ya sudah. Lalu malam ini kau mau tidur dimana ? apa kau mau tidur dirumahku ?”

    “itu tidak mungkin. Aku ini laki-laki dan kau ini perempuan, nama boleh tinggal satu atap. Aku akan tidur di padang Conola”

    “disana dingin sekali. Dan kata orang kalau malam-malam itu sering ada penampakan hantu wanita cantik yang siap memakanmu”

    Aku sedikit merasa takut dengan perkataannya, dan aku tiba-tiba saja melirik samping kanan kiriku. “kau jangan menakutiku seperti itu !”

     “hahhahhahahah kau ini ternyata penakut ya”

     Dia menertawaiku, aku benar-benar tidak suka dengan cara tertawanya yang lebih mirip  iblis daripada seorang wanita. “ibdagchyeo !” (Diam !)

     “baiklah. Sebaiknya malam ini kau tidur disini saja, lagipula disekitar sini tidak ada rumah lagi.”

     “aku tidak mau ! disini tidak ada kasur atau alas tidur, kalau aku tinggal disini, aku harus tidur dimana ?”

      “kau bisa tidur di sofa”

      “apa ! tidak mau. Badanku bisa pegal semua”

     “kau ini. Tapi tunggu dulu, sepertinya aku punya kasur. Tunggu sebentar, akan aku ambilkan”. Dia beranjak pergi kearah belakang, aku hanya melihat kearahnya, cara larinya benar-benar aneh seperti orangnya.

      Dan tak lama kemudian, dia kembali sambil membawa kasur berwarna putih yang sudah rusak. aku pikir dia punya kasur yang benar-benar kasur, tapi ternyata kasur bekas yang sudah rusak, astaga, mana mungkin aku mau memakai kasur seperti itu, dasar gadis bodoh !.

      “apa itu yang dinamakan kasur ?”

    Dia hanya mengangguk, kemudian meletakkan kasur itu dilantai dan merapikannya. “ini lumayan nyaman, coba saja”

      “tidak ! itu lebih mirip sampah daripada kasur.”

    “ya sudah, kalau kau tidak mau tidur disini, silahkan pergi saja. Lagipula hari sudah gelap, aku mengantuk, aku mau tidur. Kalau sudah keluar, jangan lupa tutup pintu.”. dia terlihat sama sekali tidak perduli padaku, dia justru tiduran di kasur itu, dia benar-benar menyebalkan !

      “baiklah aku akan tidur disini !”
—— Youngmin POV. End —–
******

—— Nara POV ——
Namaku Nara, hari ini adalah hari keberuntunganku, mau tahu kenapa ? hari ini aku bertemu dengan seorang pangeran seperti yang ada di Negeri dongeng, dia sangat tampan, apa lagi saat ini dia sedang tidur dirumahku. Aku senang sekali, akhirnya ada juga teman yang mau bersamaku.

    Youngmin tidur lebih awal, sebelum jam 7 PM dia sudah terlelap. Wajahnya lucu sekali saat tidur, aku tahu dia pasti tidak nyaman tidur di kasur bekas seperti itu. aku berjalan mendekatinya, dan jongkok didekatnya. Dia bahkan lebih tampan kalau dilihat dari dekat. Hah aku ini kenapa, tidak seperti biasanya perasaanku seperti ini kepada seorang laki-laki. Apa aku jatuh cinta padanya ? ah itu tidak mungkin, tapi ……. ah apa yang sedang kau pikirkan Nara mana mungkin Youngmin bisa suka padamu ? tapi ………. aku ingin dia selalu ada didekatku, meski hanya sebentar, itu tidak apa-apa. Tuhan andai saja Engkau beri aku umur yang lebih, akan aku habiskan sisa waktuku bersamanya, aku, aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu Youngmin. Ah memang benar yang dikatakan Youngmin, aku memang aneh disaat seperti ini saja masih bisa tersenyum.

    Malam ini sepertinya purnama, pikirku sambil berjalan ke arah jendela, ternyata benar ketika aku melihat ke langit, bulan purnama sudah muncul, begitu terang, rumahku saja yang tidak ada lampunya bisa jadi terang, astaga indah sekali, pasti lebih indah kalau melihat bulan purnama didekat pantai.

Lalu apakah yang akan dilakukan Nara kemudian ?

Lanjut ??
Ya…. liat Chapter berikutnya….

, , ,

  1. 1. [Boyfriend FF Library] Jeju Spring Moment | LIMIT LIGHT | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: