[Boyfriend Fanfic] Jeju Spring Moment (Part 4)

Gambar

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah seorang selebriti yang telah bosan dalam dunia entertainmentnya, hingga ia melarikan diri dan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak mengenalnya sebagai artis, bagaimanakah kisahnya ??

Let’s read saja, semoga suka ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Tittle : Jeju Spring Moment (part 4)

Main Cast :

– Jo Young Min

– Jang Na Raa (OC)

– Jang Jae Beom (Nara’s Older Brother) (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kim Soo Eun as Jang Na Raa

Original Soundtrack :

– Hitt – Good Night

– IU – Good Day

Fanfics Number : 1st

Realise : January 2012

Jeju Spring Moment (Jeju Saat Musim Semi)

            “Youngmin, choedae Youngmin, weikeu……. aleumdaum gaewol” (Youngmin, Youngmin bangunlah. Ayoo bangun……. bulannya indah sekali). Berkali-kali aku menggerakan tubuhnya, tapi dia sama sekali tidak bergerak, terus tidur dan tidur. Kemudian aku mencubit pipinya dengan keras.

            “Aaauuuuuu !!!!!”. dia terbangun dan berteriak keras

            “akhirnya bangun juga. Ayo kita ke pantai.”

            “apa ! malam-malam begini ? ini sudah jam 12 malam. Aku tidak mau, aku mau tidur saja.”

            “Kau tidak boleh tidur, kali ini saja temani aku lihat bulan dipantai. Aku mohon……. “

            “Tidak mau !”. dia kembali memejamkan matanya

            “Youngmin, aku janji setelah ini aku tidak akan memintamu untuk menemaniku lagi. Ayolah Youngmin………….. “

            “kau ini berisik sekali ! baiklah tapi sebentar saja.”

            “iya. Terimakasih Youngmin oppa”

            Saat dipantai, aku benar-benar kagum, pantai Jeju malam ini terlihat berbeda dari biasanya. Padahal kalau dipikir-pikir karang dan batuannya masih tetap sama, pasirnya juga, lantas apa yang membuat berbeda ? apa karena ada Youngmin ? mungkin iya. Huh mungkin ini terakhir kalinya aku melihat Bulan Purnama di pantai Jeju ini, setelah ini………….

            “wae jeongmal boleumdal-eulbolbogo sip-eohabnikka ?” (Kenapa kau sangat ingin melihat bulan purnama ?)

 

            Ucapan Youngmin membangunkanku dari lamunan, aku melihat kearahnya. Sinar bulan yang terang, memancar ke wajahnya, dia semakin terlihat tampan, apalagi saat ini dia tersenyum padaku, oh Tuhan senyumannya indah sekali, baru pertama kali ini aku melihat Youngmin tersenyum, sedari tadi siang dia hanya marah-marah tapi sekarang dia tersenyum.

            “emm tidak apa-apa, siapa tahu besok aku tidak bisa melihat bulan Purnama lagi. Jadi sayang kalau malam bulan purnama dilewatkan.”

            “ucapanmu seperti orang yang mau mati saja”

            “hah, benarkah ? kalau aku mati, apa kau akan menangis ?”

            “untuk apa aku menangisi gadis aneh sepertimu, gadis aneh yang pergi ke pantai tanpa alas kaki…..”

            “hahha aku lebih suka telanjang kaki. Tapi kau harus berjanji agar tidak menangis yaah. Kalau kau menangis akan aku patahkan tulangmu !”

            “kau ini, rasa percaya dirimu itu terlalu tinggi”

            “mungkin, tapi tidak apa-apa”

            Tiba-tiba aku melihat sebatang kayu yang tergeletak tak jauh dariku, aku segera mengambilnya, dan Youngmin melihat kearahku, aku tahu itu. entah apa yang sedang aku pikirkan saat itu, tiba-tiba saja aku menulis “Youngmin Nara” dengan hangul. Youngmin hanya tertawa, dia semakin terlihat manis dengan cara tawanya yang seperti anak-anak.

            “Aaaaaahhhhh……….. “ aku terkejut, tiba-tiba saja ada yang mencipratku dari belakang. Dan itu ternyata Youngmin, dia ternyata suka iseng juga, dia tersenyum evil.

            “untuk apa kau menulis Youngmin Nara seperti itu ?”

            “apa tidak boleh ? hhuuuh……..”. aku membalas cipratannya dengan air yang banyak, bahkan sampai tanganku penuh air dan…….. craattt bajunya basah, dia terlihat marah, aku jadi takut padanya. “maaf”

            “haissszzzhh aku balas kau !” ucapnya sambil menciprat lagi padaku bahkan kali ini cipratannya lebih banyak dari yang aku lakukan tadi.

            Beberapa kali kami saling menciprat, dan sekarang baju kami jadi basah semua. Huuh Youngmin kalau saja dia tidak memulai duluan pasti tidak jadi begini. Tapi, entah kenapa aku justru senang, Youngmin juga terlihat seperti itu, wajahnya terus tersenyum, indah sekali, senyumannya itu selalu mengalihkan pandanganku, aku ingin terus melihat senyumannya itu, aku tidak mau senyumannya itu hilang.

********

            Setelah sampai dirumah, aku baru ingat kalau Youngmin sama sekali tidak punya baju ganti. Dia datang dengan tangan kosong, lalu apa yang harus aku lakukan ? aha aku ingat, aku masih menyimpan kemeja milik kakakku, aku pinjamkan saja kemejanya pada Youngmin.

            “ini, pakailah baju kakakku. Meski jelek, tapi lebih baik daripada kau kedinginan.”

            Aku sepertinya mengejutkannya dengan perkataanku ini. Kemudian aku berikan baju itu padanya, aneh kali ini dia menerimanya tanpa protes, apa dia senang dengan baju itu atau hanya karena terpaksa tidak ada baju lain. Dan ketika dipakai….. eh ternyata terlalu besar, astaga parasaan kakakku itu tidak gendut, tapi kenapa terlalu besar, apa dia yang terlalu kurus ?

            “sepertinya terlalu besar…. “

            “lumayan” ucapnya sambil menggulung lengan baju yang terlalu besar itu, nampaknya dia kesulitan, akupun mencoba membantunya, sepertinya dia tidak keberatan. Memang benar saat aku memegang lengannya…. ya ampun memang benar dia terlalu kurus, apa dia tidak pernah makan, atau jangan-jangan tidak pernah diberi makan ? haha Nara kau ini ada-ada saja.

            “kau seperti makhluk yang hanya memiliki tulang tanpa daging…………”

            “apa ! apa kau sedang menghinaku ?”

            “hahaha sepertinya begitu, seharusnya kau itu banyak makan agar badanmu tidak terlalu kurus. Kalau kau terlalu kurus nanti tidak ada gadis yang menyukaimu……..”

            “sudahlah diam. Tapi sebenarnya ini baju milik siapa ? apa milikmu ?”

            “bukan, ini milik kakakku.”

            “kau punya kakak ?”

            “iya” jawabku ketika aku selesai menggulung lengan bajunya. “tapi rumah kakakku rumahnya jauh dan ada ditengah kota”

            “kenapa kau tidak tinggal bersama kakakmu ? kenapa kau lebih memilih tinggal di gudang seperti ini ? tidak pantas sekali seorang gadis tinggal di tempat seperti ini”

            “aku ini tidak suka keramaian. Kepalaku sering pusing kalau terlalu banyak mendengar suara. Makanya aku lebih memilih tinggal sendiri di Jeju ini.”

            “sudah pagi, tidak bisa tidur lagi…….” ucapnya mengalihkan pembicaraan

            “apa kau masih mengantuk ?”

“sebenarnya iya, tapi sudah pagi jadi malas untuk tidur lagi. Kau punya sesuatu yang menarik ? misalnya permainan atau tebak-tebakan ?”

“tidak”, jawabku singkat. “tapi aku punya sepeda. Apa kau mau naik sepeda bersamaku ?”. sebelum Youngmin menjawab pertanyaanku, aku keburu pergi, sepertinya aku terlalu semangat sehingga tak peduli apapun jawaban Youngmin nanti.

Lantas apakah Youngmin mau diajak bersepeda dengan Nara ?

Lanjut ??

Ya…. liat Chapter berikutnya….

  1. 1. [Boyfriend FF Library] Jeju Spring Moment | LIMIT LIGHT | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: