[Boyfriend Fanfic] Jeju Spring Moment (Part 5)

Gambar

Tittle : Jeju Spring Moment (part 5)

Main Cast :

– Jo Young Min

– Jang Na Raa (OC)

– Jang Jae Beom (Nara’s Older Brother) (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kim Soo Eun as Jang Na Raa

Original Soundtrack :

– Hitt – Good Night

– IU – Good Day

Fanfics Number : 1st

Realise : January 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah seorang selebriti yang telah bosan dalam dunia entertainmentnya, hingga ia melarikan diri dan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak mengenalnya sebagai artis, bagaimanakah kisahnya ??

Let’s read saja, semoga suka ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Jeju Spring Moment (Jeju Saat Musim Semi)

Setelah sepeda itu sudah didepan mata Youngmin, dia hanya melihatnya dan menggarukkan kepala, aku pikir kepalanya gatal atau berketombe sehingga digaruk terus, tanpa berpikir panjang aku juga ikut menggaruk kepalanya. Rambut uniknya itu aku acak-acak tidak karuan.

“kau ini sedang apa. Kenapa kau ikut menggaruk kepalaku ?”

“ku pikir kepalamu itu gatal, makanya aku coba membantumu menggaruk kepala. Apa ada yang salah ?”

“salah besar. Aku ini sedang bingung, bukan gatal. Dasar bodoh !”

“maaf. Tapi bingung kenapa ?”

“hehehhehe sebenarnya….. sebenarnya….. sebenarnya……..” jawabnya. “sebenarnya aku sama sekali tidak bisa naik sepeda” lanjutnya dengan suara super cepat, lebih mirip dengan suara rapper tingkat speedy. “Sejak kecil tidak ada yang mengajariku naik sepeda, makanya aku sama sekali tidak bisa, heheheheh”

“ooohhhh. Ya sudah kalau begitu aku yang didepan, dan kau yang naik dibelakang. Bagaimana ?”

“benarkah ? sebenarnya sedikit memalukan, tapi aku juga ingin naik sepeda. Baru pertama kali ini aku naik sepeda……..”

Aku senang akhirnya Youngmin mau naik sepeda bersamaku, aku tidak bisa menghilangkan senyuman ini dari bibirku, aku senang benar benar senang. Tapi jujur saja meskipun badannya kurus tapi ternyata dia berat juga, aku mulai kelelahan, tapi tidak apa-apa demi Yougnmin oppa apapun akan aku lakukan.

Kami menyusuri tepian ladang Conola, dan sepanjang perjalanan Youngmin terus berteriak, teriakannya sangat keras dan hampir membuat gendang telingaku mau pecah, tapi aku juga senang melihat dia bahagia. Kemudian aku mengayuh sepedaku kearah tepian pantai Jeju yang berpasir putih. Pantainya terlihat cantik sekali, apalagi saat itu matahari baru saja muncul, warna merah jingganya benar benar indah. Aku berhenti sejenak disana, dan tanpa ada hitungan Youngmin turun dari tempatnya, aneh padahal aku tidak menyuruhnya untuk turun, dia berjalan mendekat ke pantai.

“aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” teriaknya dengan sangat keras, dia terlihat aneh padahal tidak ada yang iseng atau mencipratnya, tapi dia terus berteriak seperti orang gila. Astaga apa karena dekat-dekat denganku dia mulai jadi gila………..

“oppa, kau kenapa ?”

Youngmin membalikkan badannya, “aku tidak apa-apa” jawabnya dengan senyum indahnya yang selalu saja mengalihkan pandanganku.

“lantas kenapa kau berteriak ?”

“hanya untuk senang senang. Rasanya nyaman sekali kalau sudah berteriak. Penatku rasanya hilang. Apa kau mau coba ?”

Aku hanya menganggukan kepala dan berjalan mendekat padanya, “aaaaaaaaaaaaaahhhhhhh……………”. aku mencobanya, memang benar, rasanya lebih lega. Serasa tidak ada beban atau rasa takut, seketika semuanya hilang.

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” Youngmin berteriak lagi

“aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…………..”

Aku senang sekali, sangat senang. Nampaknya Youngmin juga senang, dia terus tersenyum, aku berharap dia bisa terus tersenyum, tidak boleh ada tangis ataupun marah. Wajahnya yang bersinar, seakan melunturkan hatiku, aku ingin terus hidup, tapi apakah mungkin ??

————- Nara POV End —————

*******

————- Youngmin POV ————–

            Hampir satu minggu aku tinggal dirumah Nara, hampir setiap hari dia mengajakku bersepeda mengitari pantai dan ladang Conola, aku merasa senang sekali, meski sebenarnya aku malu kepada Nara gara-garanya aku sama sekali tidak bisa naik sepeda dan hanya bisa memboncengnya saja. Selama aku tinggal dirumah Nara, aku merasa sangat aneh, padahal biasanya aku paling tidak betah tinggal ditempat yang sempit, kotor dan tidak terurus, tapi…… kenapa, kenapa dirumah Nara aku merasa sangat nyaman dan senang, apa karena dia selalu membuatku tertawa dengan tingkah lugunya ? atau karena kepolosannya ? tidak, tidak hanya itu yang aku rasakan, aku sama sekali tidak bisa mengungkapkannya melalui kata-kata, tapi hati ini berkata ‘aku butuh Nara disampingku, aku tak mau kehilangannya, aku ingin dia menjadi milikku selamanya’, astaga aku benar-benar mulai gila, tidak mungkin aku jatuh cinta padanya, dia hanya gadis biasa yang tak punya keistimewaan, untuk apa aku suka padanya ?

            Sudahlah jangan dipikirkan,  hari ini aku berniat ingin menelphone Nenekku, aku ingin bilang kalau aku ini sedang di Jeju, aku ingin nenek menjemputku dan membawaku ke Incheon, tapi apa mungkin disekitar sini ada telephone umum ? aku sedikit ragu, tapi tidak ada salahnya aku bertanya kepada Nara.

            “apa disekitar sini ada telephone umum ? aku ingin menelephone nenekku”

            “issda” (ada)

 

            “dimana ? tidak jauh kan ?

            “tidak. Hanya 2 km dari sini”

            “hah”. Aku sangat terkejut ketika dia bilang ‘hanya 2 km dari sini’ dengan santainya, apa dia tidak bisa membandingkan mana tempat yang jauh dan mana tempat yang dekat, dasar gadis aneh !. “kau bilang hanya 2 km ? itu sangat jauh tau !”

            “benarkah ? aku pikir tidak. Mau aku antarkan ?”

            “yang benar ? apa nanti kau tidak lelah ? kau ini kan seorang gadis ?”

            “kalau belum dicoba kan belum tahu. Ayo kita naik sepeda biar lebih cepat.”. lagi-lagi dia menawariku, lama-lama aku mulai tidak enak dengannya, dia terlalu baik padaku, padahal selama ini aku selalu ketus padanya.

            Aku kagum seribu kagum, dia bisa mengayuh sepeda menyusuri jalan sejauh 2 km tanpa lelah. Dia bahkan terus tersenyum dan mengajakku bicara, sungguh gadis yang aneh tapi menyenangkan, aku juga mulai aneh dengan diriku sendiri, kali ini aku ingin sekali mengaitkan tanganku dipinggangnya, padahal biasanya aku sama sekali tidak mau, tapi kali ini………. aku kaitkan erat tanganku dipinggangnya itu, sepertinya dia juga tidak keberatan, nyaman sekali aku serasa memeluknya dari belakang, hangat sekali, aku juga menempelkan pipi kananku di punggungnya, meski punggungnya itu tidak empuk dan bisa dibilang hanya tulang, bahkan aku pikir dia itu lebih kurus dariku, tapi entah kenapa aku nyaman-nyaman saja.

            Aku senyum-senyum sendiri, aku tidak tahu kenapa tapi rasanya aku ingin terus tersenyum, tersenyun dan tersenyum, hahah aku bahkan lebih terlihat seperti orang gila daripada orang waras, tapi tidak apalah yang penting kali ini aku bisa memeluk Nara jelek ini.

            Setelah satu jam, aku sampai didepan sebuah box telephone umum ditepi jalan, aku segera turun dan langsung memasukkan 2000 won, kemudian menekan nomor nenek, untung saja aku hafal. Cukup lama nenek mengangkatnya, huh aku benci menunggu, tapi tak lama kemudian terdengar suara nenek.

            “hallo, siapa ini ?”

            “ini aku Youngmin, nek”

            “ooh kau nak. Ada apa menelephone nenek ?”

            “aku………. “ tiba-tiba saja ucapanku terhenti ketika melihat Nara yang sedang berdiri menungguku diluar sana, dia memperhatikan sekeliling, beberapa kali aku melihatnya memandang langit, sepertinya gerimis. Dia menengadahkan tangannya, dan memandang langit. Astaga, kenapa pandanganku tak mau lepas darinya ? jujur saja dia memang benar-benar cantik, lebih cantik dari Gumiho yang ada di Film. Wajah cantiknya itu juga membuatku lupa akan pembicaraanku dengan nenek, aku justru sibuk memperhatikannya daripada berbicara apa tujuanku dengan nenek. Tiba-tiba angin berhembus pelan kearahnya, rambut hitam panjang yang sedikit ikal itu pun terbelai, sangat mempesona. Benar, aku memang jatuh cinta padanya, tapi aku malu mengungkapkannya.

Mungkinkah kali ini Youngmin akan mengungkapkan perasaanya ?

Lanjut ??

Ya…. liat Chapter berikutnya….

, , ,

  1. 1. [Boyfriend FF Library] Jeju Spring Moment | LIMIT LIGHT | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: