[Boyfriend Fanfic] Jeju Spring Moment (Part 10)

youngmin, boyfriend, fanfic

Tittle : Jeju Spring Moment (part 10)

Main Cast :

– Jo Young Min

– Jang Na Raa (OC)

– Jang Jae Beom (Nara’s Older Brother) (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kim Soo Eun as Jang Na Raa

Original Soundtrack :

– Hitt – Good Night

– IU – Good Day

Fanfics Number : 1st

Realise : January 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah seorang selebriti yang telah bosan dalam dunia entertainmentnya, hingga ia melarikan diri dan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak mengenalnya sebagai artis, bagaimanakah kisahnya ??

Let’s read saja, semoga suka ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Jeju Spring Moment (Jeju Saat Musim Semi)

“apa maksudmu ?”

“sudahlah lupakan. Ini alamatnya, pergi dan temuilah Nn Nara. Semoga kau beruntung……..”. setelah memberikan selembar kertas, paman itu langsung pergi.

Setelah cukup lama berputar-putar di kota, akhirnya aku menemukan alamat yang aku tuju. Astaga, aku kagum dengan rumah yang ada didepanku ini, besar dan indah, apakah ini rumah Nara ? aku beberapa kali menyocokkan alamat rumah yang aku dapat dari paman gendut yang tidak aku tahu namanya dengan alamat yang ada di blok kecil yang ada di dinding gerbang depan rumahnya, tidak salah lagi ini pasti rumahnya, sedikit ragu memang. Tapi aneh, kenapa Nara tidak mau tinggal dirumah mewahnya ini ? kenapa dia lebih memilih gubug jelek sebagai tempat tinggalnya ?

Aku beberapa kali menekan tombol bell rumahnya, tapi tak ada yang keluar, apa mereka semua tidak punya telinga untuk mendengar ? disaat emosiku mulai muncul, tiba-tiba ada sebuah mobil sport berwarna biru hitam berhenti disampingku, kaca mobilnya dibuka dan……….

“sedang apa kau disini Youngmin ?”

“Jaebum ???”. aku kaget setengah mati ketika melihat wajah guru koreograferku yang sangat menyebalkan ada disini juga, “sedang apa kau disini ?”

“aku mau pulang. Apa tidak boleh ? ini kan rumahku….”

“rumahmu ? bukankah ini rumah Nara ?”

“Nara itu adikku, rumahku rumah Nara juga”. Dia turun dari mobilnya dan berjalan menghampiriku. “dan kau, kenapa kau ada disini ?”

“aku mencari Nara. Dimana dia ?”

“Nara……….”. tiba-tiba ucapannya terhenti, ponselnya berbunyi mungkin itu sebuah pesan, sebenarnya aku penasaran, tapi aku diam saja.

Ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah, raut wajahnya berubah menjadi pucat setelah membaca pesan di ponselnya itu. aku melihat ada sepercik air matanya yang jatuh dari sudut matanya, dan tanpa sadar ia juga menjatuhkan ponsel yang digenggamnya, kemudian meluncur pergi, secepat kilat mobil mewahnya sudah tidak terlihat. Nampaknya dia tiba-tiba saja melupakanku yang ada di depannya, entah apa yang terjadi padanya, aku benar-benar bingung, dia seperti bunglon yang cepat sekali berubah warna.

Kemudian aku pungut ponselnya, sebenarnya aku sangat penasaran dengan pesan yang bisa sampai membuat Jaebum hilang kendali, sebenarnya tidak enak juga membaca pesan orang lain, tapi… aku benar-benar penasaran, pengirimnya dari Hospital of Jeju, maka tanpa ada rasa ragu lagi aku baca pesan itu, dan….. tiba-tiba saja air mataku terjatuh tanpa aku sadari.

Cepat datang kerumah sakit, adikmu sedang sekarat, jantungnya sudah sangat lemah !

Aku tidak mengerti, sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Nara ? jantung ? memang jantungnya kenapa ? apa dia sedang sakit ? aku tidak mau berlama-lama berdiri sendirian disini. Aku juga ingin tahu keadaan Nara saat ini. Dia baik-baik saja kan ? tapi…. kenapa hatiku ini justru terasa aneh, aku merasa sangat cemas, khawatir dan tegang. Ada apa ? aku yakin Nara pasti baik-baik saja, aku yakin !

30 menit kemudian aku sampai dirumah sakit, aku mondar-mandir kesana kemari, bertanya kesana kesini, seperti anak yang hilang dan sedang mencari ibunya. “suster, apa kau tahu dimana ruang Jang Nara dirawat ?”

“ooh Nn Nara, dia dirawat di ruang 103”. Perawat itu tampaknya sudah mengenal Nara dengan baik, ternyata meski bodoh dia banyak teman juga. “keadaannya sangat kritis, mungkin hidupnya sudah tidak lama lagi, aku harap kau selalu ada didekatnya, dia sangat membutuhkan dukungan orang lain”

Aku terbelalak dengan perkataan perawat itu barusan, kritis ? aku semakin tidak mengerti dengan keadaan Nara, aku berlari di koridor yang cukup sempit, pikiranku terus terbayang perkataan perawat tadi, ‘keadaannya sangat kritis, mungkin hidupnya sudah tidak lama lagi, aku harap kau selalu ada didekatnya, dia sangat membutuhkan dukungan orang lain’, apa maksudnya ? bukankah selama ini Nara selalu baik-baik saja, dia selalu ceria, tapi kenapa hari ini terasa aneh, apa yang sebenarnya terjadi Nara ? apa yang kau sembunyikan dariku ? aku sangat khawatir……

Aku hampir sampai, dari balik pintu aku melihat Jaebum sedang berdiri, guru yang menyebalkan itu berdiri dengan tenang sambil memperhatikan sesuatu, tubuhnya sebagian tak terlihat, sehingga aku tak tahu apa yang sedang dilihatnya. Aku mempercepat langkahku, dan dubraakkk aku membanting pintu kamar 103 itu dengan keras, aneh semua tidak melihat kearahku, Jaebum terus menatap sebuah benda yang sedang ditutup kain putih oleh seorang dokter laki-laki, aku melihat sebagian wajahnya, meski tidak begitu terlihat jelas karena tertutup punggung Jaebum. Aku berjalan mendekati Jaebum dan benda yang sudah terbujur kaku itu, aku tidak mengerti kenapa Jaebum terus menangis ? apa ada sesuatu yang membuatnya terluka ?

“dimana Nara ?”

“Nara sudah tidak ada, jangan pernah mencarinya lagi !”

“aku tidak mengerti apa maksudmu ? katakan dimana Nara !”

“sudah aku bilang ! Nara …. Nara sudah tidak ada, dia sudah pergi, Youngmin ! harus berapa kali aku katakan padamu agar kau mengerti !. kau lihat, gadis yang tertidur dibalik kain putih ini adalah Nara, Nara sudah meninggal Youngmin !”. air mata Jaebum semakin deras membasahi pipinya, tapi aku masih belum percaya dengan perkataan Jaebum.

“tidak mungkin ini adalah Nara…….” air mataku juga sudah mulai jatuh, tanganku sedikit gemetar saat aku mencoba membuka kain putih itu, setelah benar-benar terbuka, aku melihat wajah yang sangat mirip dengan Nara, wajah yang sangat familiar bagiku, tapi aku tidak percaya, itu pasti hanya patung lilin yang sengaja Jaebum buat untuk menakutiku, kemudian aku pegang pipinya, terasa lembut seperti pipi manusia, tapi aku belum percaya juga, mungkin benar ini Nara, dia pasti sedang bercanda, dia kan suka sekali bercanda, tapi…. terasa begitu dingin tidak seperti biasanya, apa dia sedang kedinginan ? tapi kenapa dia diam saja ? kenapa dia tidak membuka matanya ? dan kenapa ? kenapa wajahnya terlihat begitu pucat ? apa dia sakit ?

“Nara, ayo buka matamu….. katakan kenapa kau tinggalkan aku sendiri di rumah gudangmu itu ? kenapa kau pergi ? ayo katakan Nara, kau bilang kau menyukaiku, tapi kenapa sekarang kau diam saja, bicaralah  Nara, aku bahkan belum sempat menjawab perasaanmu itu”. air mataku terus berlinang, benarkah yang dikatakan Jaebum kalau kau ini sudah pergi, aku tidak percaya Nara, tapi… kenapa kau terus diam, katakanlah sesuatu. Aku pengang tangannya, ini pertama kalinya aku memegang tangannya, sangat halus tapi terasa dingin sama seperti wajahnya. Ku cium tangan mungilnya itu, tapi dia tetap saja diam. Air mataku semakin deras mengalir ketika aku pegang tangannya. Jaebum benar, Nara memang sudah tidak ada, dia sudah pergi meninggalkanku tidak untuk satu atau dua tahun, tapi untuk selama-lamanya. Aku tidak sanggup Nara, aku mohon kembalilah, jangan pergi…. jangan tinggalkan aku sendiri…. Nara…. bukalah matamu, pandanglah mataku…. aku tidak bisa hidup tanpamu…. air mataku tak bisa aku tahan, terus mengalir bagai anak sungai yang terjun dari atas karang……. aku tidak bisa terima kepergian Nara. Nara yang selama ini aku kenal sabegai gadis yang sangat ceria, ternyata dia sedang sakit, kenapa aku tidak mengetahuinya lebih awal, kalau aku tahu akan jadi seperti ini, aku pasti tidak akan bersikat acuh padamu…….. Nara…….. aku bahkan belum sempat menjawab perasaanmu itu, tapi kenapa sekarang kau justru pergi meninggalkanku sendiri, kembali ! kembalilah Nara !!

“Naraaa……… kembalilah !”

Aku belum bisa terima kepergian Nara, hari ini pun ketika Nara disemayamkan di peristirahatan terakhirnya aku sama sekali tidak datang, aku lebih memilih berjalan kaki di tengah jalan, pandanganku kosong hanya mengikuti kemana langkah kaki akan membawaku pergi, aku tidak lagi menangis aku sudah lelah, aku serasa tidak punya tujuan hidup lagi setelah aku kehilangan gadis yang sangat aku cintai, aku menyesal saat itu tidak langsung menjawab perasaan Nara, dan sekarang ketika aku ingin menjawab ‘aku juga menyukaimu’ dia sudah tidak ada lagi disampingku, rasanya semalam saja masih bercanda, tapi sekarang sudah berpisah untuk seumur hidup. Aku ingin sekali menyusulmu Nara, hidupku tanpamu terasa seperti kupu-kupu yang kehilangan sayap sebelahnya, sangat menyakitkan bahkan sampai tidak bisa terbang.

——— Youngmin POV End ———

Apa yang akan dilakukan Youngmin setelah Nara pergi ?

Lanjut ???

Lihat Chapter berikutnya >>>>

, ,

  1. 1. [Boyfriend FF Library] Jeju Spring Moment | LIMIT LIGHT | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: