[Boyfriend Fanfic] Jeju Spring Moment (Part 11)

 

Tittle : Jeju Spring Moment (part 11)

Main Cast :

– Jo Young Min

– Jang Na Raa (OC)

– Jang Jae Beom (Nara’s Older Brother) (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kim Soo Eun as Jang Na Raa

Original Soundtrack :

– Hitt – Good Night

– IU – Good Day

Fanfics Number : 1st

Realise : January 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah seorang selebriti yang telah bosan dalam dunia entertainmentnya, hingga ia melarikan diri dan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak mengenalnya sebagai artis, bagaimanakah kisahnya ??

Let’s read saja, semoga suka ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Jeju Spring Moment (Jeju Saat Musim Semi)

 

— Jaebum POV ———-

Saat pemakaman Nara tadi, aku sama sekali tidak melihat Youngmin ada disana, aku takut terjadi sesuatu padanya, makanya setelah selesai pemakaman, aku memutuskan untuk mencari Youngmin. Aku datang kerumah Nara, disana aku tidak melihat Youngmin, kemudian berkeliling disekitar desa, aku juga tidak melihatnya, akhirnya aku putuskan untuk pulang, tapi… ketika aku ada di perjalanan pulang, aku melihat Youngmin sedang berjalan ditengah-tengah jalan, sepertinya dia tidak punya tujuan. Kemudian aku turun dari mobil dan menghampirinya.

 

“Youngmin !”

 

Dia berhenti, tapi tidak menatapku. Aku pun berjalan ke arah depannya, “kau sedang apa disini ?”. ketika aku bertanya seperti itu, dia hanya diam tidak mengucapkan sepatah katapun.

 

“ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu”

 

Aku membuka dompetku, tapi bukan untuk memberinya uang melainkan untuk memberikan sebuah amplop kecil berwarna kuning padanya, amplop itu berisi surat yang dititipkan Nara padaku sebelum dia meninggal…..

 

Kakak, kalau aku mati nanti, tolong berikan surat ini pada Youngmin ya kak

 

Kata-kata itu masih terngiang jelas ditelingaku, ku berikan surat itu pada Youngmin. Dia tetap diam sambil menerima surat dariku.

 

“aku akan menghubungi ayahmu, untuk menjemputmu”

 

Aku mengerti, perasaannya pasti sedang hancur, maka dari itu aku putuskan untuk meninggalkannya. Sebenarnya aku khawatir pada Youngmin, aku takut dia berbuat nekad setelah kehilangan Nara.

———- Jaebum POV End ———–

 

 

———- Youngmin POV ————

Disaat aku sedang berjalan, tiba-tiba aku bertemu dengan Jaebum, dia memberiku sebuah surat, aku memutuskan untuk membaca surat itu dirumah. Ku buka surat itu pelan-pelan…. dan membacanya……

 

 

Dear Youngmin…………..

 

            Apa kabar oppa, mungkin setelah oppa membaca suratku ini, aku sudah benar-benar tidak ada, bukan karena menjauhimu ataupun berlibur ke suatu tempat, melainkan pergi ke tempat yang tak mungkin oppa bisa capai untuk saat ini, tapi yakinlah oppa, kalau kita memang ditakdirkan untuk berjodoh, kita pasti akan bersatu, dan selama itu pula aku akan menunggu oppa disini, entah berapa lama aku pasti akan tetap menunggu.

 

            Oppa, sebenarnya aku sedang sakit, hidupku tak akan lama lagi. Maka dari itu aku sering meminta oppa untuk menuruti semua keinginanku, aku memang terlalu egois, tapi apa boleh buat, aku tidak ingin menyesal setelah aku mati.

 

            Terimakasih oppa, selama ini sudah memberi warna di hidupku yang singkat ini, bersamamu, meski maut menjemputku lebih awal, aku sama sekali tidak menyesal. Akan aku ingat masa-masa ketika kita bersama, melihat bulan purnama bersama, bersepeda bersama, makan bersama, dan saat kita berciuman di tengah padang Conola. Semuanya akan aku ukir dengan jelas diingatanku, meski hari ini mungkin aku sudah tidak ada, tak ada penyesalan yang aku rasakan, hanya kebahagiaan, kebahagiaan yang aku rasakan.

 

            Tersenyumlah oppa, jangan pernah menghilangkan senyum indahmu itu, aku disini baik-baik saja. Oppa sudah berjanji bukan, ketika kita sedang melihat bulan purnama bersama, oppa bilang tidak akan menangis, aku tidak suka melihat oppa menangis ‘jelek sekali’.

 

            Bangkitlah oppa, pandanglah ke langit, mereka sangat luas. Capailah cita-citamu, buatlah bangga kedua orang tua oppa. Oppa tidak sendiri, masih ada banyak teman yang siap mendukung oppa, sadarilah keberadaan mereka, teman adalah hal terindah yang bisa dimiliki. Jangan pernah melihat kebelakang, karena dibelakang hanyalah ada penyesalan pandanglah kedepan, karena hidup ini masih panjang.

 

            Oppa, ini adalah surat pertamaku tapi sekaligus surat terakhir untuk oppa. Maaf, maaf selama ini sudah menyusahkan oppa, teruslah semangat oppa, percayalah aku akan selalu disamping oppa dan akan selalu menemanimu kemanapun oppa pergi……..

 

Nara,

nan neul saranghae Youngmin oppa…………..

 

 

Ketika aku selesai membaca surat terakhir dari Nara, tiba-tiba pintu terbuka. Aku melihat ayahku masuk dari balik pintu yang terbuka itu bersama Jaebum, sepertinya ayahku sangat marah, wajahnya terlihat menyeramkan. Tapi entah apa yang sedang terjadi denganku, aku langsung saja bangkit dan memeluk ayahku dengan erat, mungkin ayah bingung dengan sikapku ini, tapi aku tidak perduli, aku terus menangis dipelukan ayahku, perlahan wajah marahnya mulai hilang, dia mencoba menenangkanku, mengusap rambutku dan beberapa kali menghapus air mata di pipiku. Aku merasa, meski ayah terlihat galak ternyata dia punya sisi lembut juga.

 

            “sudahlah, ada ayah disini, temanmu sudah tenang di alam sana……….”

*******

Seminggu setelah aku pulang kerumah, aku memutuskan untuk kembali ke duniaku, dunia entertainer, dan malam ini adalah malam yang sangat spesial, aku dan teman-temanku akan tampil di acara KBS World Festival, aku mencoba tersenyum, dan tidak akan menghilangkan senyumanku seperti yang dikatakan Nara. Aku sadar, memang benar yang dikatakan Nara, aku memiliki teman yang sangat baik, Minwoo, Donghyun, Hyunseong, Jungmin, dan Kwangmin, mereka adalah teman satu bandku, aku hampir melupakan mereka hanya karena ke-egoisanku. Benar, teman adalah hal yang terindah yang bisa dimiliki seseorang.

 

Dan dalam acara tersebut, bandku ternyata mendapat penghargaan, kami naik panggung dan saling berangkulan disana, aku berdiri paling ujung disebelah kanan. Semua orang berteriak memanggil nama kami dan band kami, aku senang, ternyata semua orang memperdulikan aku dan bandku, mereka semua berdiri sambil memperlihatkan tulisan-tulisan dukungan yang mereka buat. Dan disaat mereka berdiri, tiba-tiba saja aku seperti melihat ada Nara diantara penonton fanatik itu, dia terlihat jauh, begitu jauh hingga terlihat kecil, namun aku masih bisa melihatnya, seperti biasa dia mengenakkan pakaian serba putih, rambutnya tergerai indah, aku terus menatapnya dan tersenyum indah kepadanya, dia membalas senyumanku. Rasanya saat itu aku ingin menangis, tapi aku menahannya meski mataku sebenarnya sudah memerah, aku tidak boleh terus menangis, aku seorang laki-laki, dan laki-laki tidak boleh cengeng. Aku mengangkan tanganku dan mengepalnya, seperti sedang memberikan dukungan. Aku ingin Nara tahu, aku akan tetap seperti dulu, aku yang ceria dan tak kenal putus asa, senyumku semakin lebar kehadapannya, tapi, tiba-tiba saja dia mulai pudar dan mengilang, cahaya putih dari tubuhnya juga hilang…..

 

“Nara, inilah jalanku. Kau benar perjalananku memang masih panjang, ternyata aku tidak sendiri, ada banyak teman disisiku, mereka perduli padaku. Dan ayah, sekarang dia jauh lebih baik, ternyata dia sangat menyayangiku tidak seperti yang aku pikirkan…. hidupku terasa berat tanpamu, tapi aku yakin kau akan terus ada disisiku, menemaniku sesuai janjimu……..” ucapku dalam hati

 

Kemudian aku tatap langit yang sangat indah ini, penuh bintang yang berkelap-kelip. Nara, meskipun kita berpisah, tapi kenanganmu tidak akan hilang dari ingatanku, masih terukir jelas senyumanmu, tawamu, keluguanmu, perhatianmu dan semua tentangmu akan selalu aku jaga di memoriku, bagiku musim semi di Jeju adalah hal terindah yang pernah aku jalani meski hanya sebentar, tapi kenangan tentang dirimu akan terus aku simpan untuk sekarang, besok dan selamanya……

 

Nan dangsin-ege Nara sarang, nan neol saranghae ……………….

 

Mimpi indahlah di alam sana………..

 

Good Night……….

 

<<< The End  >>>

Terimakasih Sudah berkunjung

 

Pengarang : Nessa Park (Amanda Nesada)

Twitter : @Nesada

Fb : facebook.com/NesadaID

Blog : nesada.blogspot.com

, , ,

  1. #1 by Aida on February 9, 2013 - 12:42 PM

    Hiks….,hiks…,jntung qhu ikut sit nih thor😥
    ffnya sper sad thor kreeeeeeeeeeennnnnn !!!!

  1. 1. [Boyfriend FF Library] Jeju Spring Moment | LIMIT LIGHT | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: