[Boyfriend Fanfic] Jeju Spring Moment (Part 7)

Tittle : Jeju Spring Moment (part 7)

Main Cast :

– Jo Young Min

– Jang Na Raa (OC)

– Jang Jae Beom (Nara’s Older Brother) (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kim Soo Eun as Jang Na Raa

Original Soundtrack :

– Hitt – Good Night

– IU – Good Day

Fanfics Number : 1st

Realise : January 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah seorang selebriti yang telah bosan dalam dunia entertainmentnya, hingga ia melarikan diri dan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak mengenalnya sebagai artis, bagaimanakah kisahnya ??

Let’s read saja, semoga suka ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Jeju Spring Moment (Jeju Saat Musim Semi)

 

 

——— Nara POV ———

            Malam ini seperti biasa, Youngmin selalu tidur lebih cepat dariku. Lagi-lagi aku selalu menatap wajah lucunya saat tertidur, manis sekali seperti perempuan, aku merasa kasihan padanya harus tidur di kasur yang rusak seperti itu, apalagi malam ini hujan, dia pasti kedinginan, aku harus mencarikannya selimut, harus.

            Aku membuka lemari di gudang, lemari itu sedikit berantakan, aku bingung harus mencarinya darimana dulu, semuanya terlihat sangat berantakan dan kotor. Aku tidak mau berlama-lama berdiri disana, langsung saja aku menggeledah lemari seperti polisi yang sedang mencari buronannya. Dan………. ketemu ! sebuah selimut abu-abu kusam telah aku temukan, meski terlihat kotor tapi ini masih layak untuk dipakai.

            Kemudian aku selimuti Youngmin yang tidur tengkurap itu secara pelan-pelan, aku takut dia terbangun dan menolak selimut yang aku berikan. Ku usap rambut yang menutupi keningnya, ku sentuh pipi mulusnya, dia tampan dan sangat baik, tapi sayang dia tidak akan pernah menjadi milikku, kita mungkin tidak ditakdirkan untuk bersama, aku sedang sakit oppa, Oppa hidupku tidak akan lama lagi, tapi saat aku mati nanti apa oppa akan peduli denganku, oppa ini kan sangat membenci ku ?

            Air mataku terjatuh ketika aku teringat penyakit yang aku derita, penyakit yang tidak mungkin bisa terobati, ‘kelainan Jantung’ itulah penyakit yang aku derita. Sejak aku lahir, dokter sudah mendiagnosisku bahwa aku menderita kelainan jantung, dia tidak tahu apa sebabnya, kapan saja aku bisa mati, tapi hidup hingga 15 tahun menurutku sudah luar biasa, Tuhan ternyata sangat mencintaiku, dia memberiku umur yang lebih, meski ujung-ujungnya aku tidak akan pernah memiliki Youngmin, tapi aku percaya jika kami berjodoh, dimanapun dan apapun keadaannya, kami pasti bisa bersatu, aku percaya itu.

            Ku pegang tangannya, lembut sekali, mungkin dia tidak pernah bekerja keras selama ini, kenapa ? kenapa aku harus jatuh cinta pada saat-saat seperti ini, saat-saat dimana aku sedang menunggu malaikat maut mencabut nyawaku, dan saat itu terjadi aku sudah tidak bisa melihat wajah manisnya lagi, aku takut, aku takut ketika aku menutup mataku, aku tidak bisa lagi membuka mataku dan melihat wajahnya, aku takut benar-benar takut.

            Astaga, kenapa aku berpikiran seperti ini lagi. Ini sudah takdirku, untuk apa aku menangis, aku harus kuat, aku tidak mau sisa-sisa hidupku ini terbuang sia-sia. Ku usap butiran air mataku yang membasahi pipi, aku tidak mau Youngmin melihat kelemahanku, apalagi kalau sampai dia tahu penyakit yang aku derita ini, kalau dia tahu dia pasti akan memperlakukanku seperti orang sakit, aku tidak mau !

            “aaahhhh !!”. tiba-tiba saja dadaku sakit, sakit sekali. Aku mohon jangan sekarang, berilah aku waktu sedikit lagi, kali ini terasa lebih sakit dari kemarin, apakah ini karena aku terlalu lelah ? oh Tuhan aku tidak sanggup menahannya lagi, nafasku, nafasku mulai tersendat. Rasanya seperti ada sebuah pisau yang sedang menusuk-nusuk jantungku, ibu…. tolong aku aku tidak mau mati sekarang……

            Perlahan nafasku mulai tenang, dan jangtungku mulai terasa pelan, tapi…. kenapa, tiba-tiba saja kesadaranku mulai hilang, apakah aku akan mati ? apa malaikat maut itu sudah bersiap untuk menjemputku ? oh Tuhan, jika engkau ingin mengambil nyawaku sekarang, ambilah aku rela……..

            “…… Nara, bangun. Nara !…. kenapa kau tidur disini ?”

            Aku terbangun, Apa ini, siapa yang memanggilku ? apakah dewa kematian ? apa aku sudah berada disurga ? tapi kenapa semua pendanganku gelap, aku tidak bisa melihat apa-apa. Youngmin aku takut, datanglah kemari, aku membutuhkanmu. Aku benar-benar takut disini hingga aku tak sadar air mataku sudah berlinangan. Aku sendiri, tidak ada siapapun disini. Apa ini yang dinamakan alam kematian ?

            “Nara ! cepat bangun !”

            Tiba-tiba mataku terbuka, kali ini tidak gelap, aku melihat cahaya, dan didepanku ada Youngmin, laki-laki yang sangat aku sukai. Dia menatapku, aku masih hidup, oh Tuhan lagi-lagi engkau mengabulkan keinginanku, aku masih bisa melihat Youngmin dengan mataku, tapi kenapa aku lagi-lagi menangis, aku benar-benar tidak bisa menahan air mata ini, air mata kebahagiaan. Tanpa ada rasa ragu aku peluk Youngmin erat-erat, aku takut dia pergi menjauh dariku, aku takut dia tidak ada disisiku lagi, aku takut, takut sekali.

            Tampaknya Youngmin bingung dengan tingkah laku-ku yang tidak seperti biasanya, aku menangis di pelukan Youngmin, dia diam saja mungkin merasa aneh melihatku menagis tanpa alasan. Dia hanya diam dan membalas pelukanku.

———- Nara POV End ———–

———- Youngmin POV ———-

            Saat aku terbangun, tiba-tiba aku melihat Nara sedang tidur sambil duduk di pojokan, wajahnya begitu lucu saat tidur, aku menghampirinya, aku berniat membangunkannya untuk bersepeda bersamaku. Sebelum aku membangunkannya, aku cubit terlebih dahulu pipinya yang sedikit chubby, tapi aneh dia tidak bangun, padahal cubitannya keras.

            “…… Nara, bangun. Nara !…. kenapa kau tidur disini ?”

            Aku berkali-kali membangunkannya, tapi dia tidak bergerak juga. Aku pikir, mungkin dia sedang lelah makanya tidur sangat lelap. Tapi entah kenapa hatiku merasa khawatir makanya aku membangunkannya sekali lagi.

“Nara ! cepat bangun !”

Ketika aku berteriak, tiba-tiba saja matanya terbelalak, aku berpikir, mungkin dia terkejut dengan teriakanku ini, tapi tak lama kemudian dia menangis, aku bingung sekali apa yang sebenarnya sudah terjadi padanya ? dia hanya diam sambil menatapku, tiba-tiba ‘bruukk’ dia memelukku begitu saja dan menangis terus menerus. Apa mungkin aku sudah berbuat salah padanya ? tidak seperti biasanya dia seperti ini, biasanya dia bersikap ceria, tapi kenapa kali ini dia bersedih ? aku juga terdiam dan hanya membalas pelukannya, ku usap rambut gelombangnya dengan pelan. Mencoba menenangkannya….

“Nara, kau kenapa ? apa ada yang salah denganku ?”

Nara diam saja, dia belum mau bicara, aku tidak mau memaksanya untuk bercerita sekarang, tapi aku yakin suatu saat dia pasti mau bercerita.

“joesong haeyo…….. (maafkan aku)” ucapnya sambil melepaskan pelukannya. “aku hanya ingin menangis, sudah lama aku tidak menangis…..”

“apa !” aku benar-benar terkejut dengan ucapan Nara yang sangat tenang tanpa punya dosa. “kau benar-benar aneh”

“heheheh maaf sudah membuatmu khawatir”. Dia tersenyum aneh.

babo ! (dasar bodoh), kau hampir membuat jantungku lepas !” gumamku kesal. “Nara, bagaimana kalu kita bersepeda ?”

“hah…. aku tidak mau”

“kenapa ?”

“aku lelah” jawabnya singkat, sebenarnya aku sedikit kecewa mendengar ucapan Nara, tapi mungkin ada benarnya juga. “bagaimana kalau jalan-jalan saja ?”

Aku senang mendengar perkataan Nara, meskipun tidak mau diajak bersepeda, tapi dia justru mengajakku jalan-jalan, tidak apalah asal bisa berdua bersama Nara, itu tidak masalah. “Baik, mau jalan-jalan kemana ?”

Diperjalanan, kami menyusuri pinggiran ladang Conola, disana Nara berlari-lari seperti anak kecil, dan seperti biasa dia tidak mengenakkan alas kaki, dia bilang lebih asyik tidak memakai alas kaki daripada memakainya. Dasar gadis aneh !

Aku merasa sangat senang, akhirnya keceriaannya kembali lagi tidak seperti tadi, tiba-tiba menangis hingga membuatku bingung. Dia terlihat lebih cantik daripada sebelumnya apalagi dia sedang berdiri diantara bunga-bunga Conola dan kupu-kupu yang beterbangan, rasanya dia seperti putri-putri di Negeri dongeng, dan aku pangerannya.

Astaga, apa yang sedang aku pikirkan ? lagi-lagi aku berfikiran seperti ini, sadarlah Young ! siapa kau dan siapa Nara, kau ini seorang bintang dan Nara hanya gadis biasa, kenapa kau harus jatuh cinta padanya ? bodoh !! tapi… tapi aku tidak bisa bohong pada diriku sendiri, jujur saja aku mulai tertarik dengan Nara, sifat dan kepribadiannya aku sangat suka, Nara kalau saja kau tahu isi hatiku yang sebenarnya…..

Apa yang harus Youngmin lakukan dengan perasaannya yang semakin tidak karuan itu ?

Lanjut ???

Lihat Chapter berikutnya >>>>

Advertisements

, , ,

  1. 1. [Boyfriend FF Library] Jeju Spring Moment | LIMIT LIGHT | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: