[Boyfriend Fanfic] Jeju Spring Moment (Part 9)

youngmin, boyfriend, fanfic

Tittle : Jeju Spring Moment (part 9)

Main Cast :

– Jo Young Min

– Jang Na Raa (OC)

– Jang Jae Beom (Nara’s Older Brother) (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kim Soo Eun as Jang Na Raa

Original Soundtrack :

– Hitt – Good Night

– IU – Good Day

Fanfics Number : 1st

Realise : January 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah seorang selebriti yang telah bosan dalam dunia entertainmentnya, hingga ia melarikan diri dan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak mengenalnya sebagai artis, bagaimanakah kisahnya ??

Let’s read saja, semoga suka ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Jeju Spring Moment (Jeju Saat Musim Semi)

 

———– Jaebum POV ————

            Aku Jaebum, kakak Nara. Ketika aku sedang membaca buku kesukaanku, the Da Vinci Code, tiba-tiba ponselku berdering, aku angkat ponselku, ternyata itu dari pihak Rumah Sakit, mereka memberitahukan bahwa Nara pingsan ditengah jalan, aku benar-benar kaget, adik kesayanganku sedang tergeletak tak berdaya dirumah sakit. Tanpa berlama-lama aku langsung membanting stir mobilku menuju rumah sakit. Di kamar no. 103 itulah Nara dirawat, aku benar-benar tidak tega melihatnya lemas diatas ranjang dengan penuh selang-selang ditubuhnya agar bertahan hidup. Aku tak sanggup menahan air mataku melihatnya terbaring seperti itu, aku ingin sekali dia sembuh, tapi apa yang harus aku lakukan ? ku pegang tangan mungilnya itu, terasa lebih kurus daripada terakhir kali saat dia pergi dari rumah. Kalau saja ada kekuatan yang bisa merubah nasib, pasti sudah aku tukar nasib Nara denganku, biar aku saja yang merasakan pedihnya penderitaan adik 10 tahunku itu. Tuhan, aku tak sanggup kehilangan adikku satu-satunya, jangan ambil dia Tuhan, biarkan dia tetap hidup, biarkan dia merasakan kebahagiaan, jangan renggut nyawanya Tuhan, aku mohon……

            “ulji mal-ayo Oppa”(jangan menangis kak)

            Suara itu, Nara, dia tersadar, aku sangat senang, suara lembutnya masih bisa aku dengar. Ku perhatikan wajahnya, matanya begitu lesu dan memerah. Dia melepaskan selang oksigen yang ada dihidungnya.

            “kakak tidak boleh menangis”, dia mengusap air mataku pelan.

            “Nara kau sudah sadar ? kakak senang sekali. Berjanjilah untuk tetap bertahan hidup. Kakak akan lakukan apapun untukmu Nara asal kau bisa terus hidup, bahkan kakak rela mendonorkan jantung kakak hanya untukmu, kakak tak sanggup melihatmu hidup dalam penderitaan yang terus menerus seperti ini.”

            “tidak kakak, hidupku sudah cukup, lagipula tidak semua jantung akan cocok dengan orang lain bukan ? tidak mudah mencari jantung yang cocok itu kakak…..”

            “Tuhan memang tidak adil. Kenapa gadis sebaikmu harus menderita seperti ini ? seharusnya kakak saja……”

            “Tuhan itu adil kak…. dia selalu memberikan apa yang terbaik untuk kita. Kakak tidak boleh berkata seperti itu…..”. lagi-lagi aku tidak bisa menahan air mataku, rasanya hatiku terasa ini pedih sekali, ucapan Nara begitu bijak, bahkan dia menerima dengan lapang dada nasibnya itu. aku sangat kagum padamu Nara.

            “ayoo senyum,,,,,,,,,”, dia menarik pipiku agar aku bisa tersenyum, aku mencoba untuk tersenyum seperti ucapan Nara, meski sebenarnya kala itu aku tidak bisa tersenyum.

            “kakak, aku jatuh cinta pada seorang namja, oppa. Dia sangat tampan, baik dan lucu, tapi sekarang aku meninggalkannya, aku takut dia tahu penyakitku ini, aku tidak ingin membuatnya khawatir, makanya selama ini aku diam saja. Aku benar-benar mencintainya kak, tapi saat aku mengatakan isi hatiku ini dia justru tak percaya, dia pikir aku ini sedang bercanda, padahal tidak”

            “memangnya siapa namja itu ?”

            “namanya Youngmin oppa”

            Youngmin ? apa yang Nara maksud Jo Youngmin murid dari Seoul Arts Performing High School ? seorang entertainer dan juga anak dari keluarga kaya raya itu ? kalau yang dimaksud dia, jelas aku sangat mengenalnya. Tapi aku pura-pura tidak mengenalnya didepan Nara. “kakak senang, akhirnya adik kakak ini bisa jatuh cinta juga”

            “gamsahabnida oppa”(terimakasih kak)

            “Nara, sejak kapan kau mengenal Youngmin ?”

            “Belum lama ini kak, mungkin baru dua minggu aku mengenalnya. Pertama kali aku melihat Youngmin, sepertinya dia sangat menyeramkan, saat itu aku sedang jalan-jalan dipinggiran ladang Conola, kemudian aku melihat Youngmin sedang marah-marah, dia merusak ladang Conola yang sudah susah payah aku rawat, tapi entah kenapa aku sama sekali tidak marah kak, aku justru merasa kasihan padanya yang sedang kelelahan saat itu, dan, meski ada rasa takut, aku mencoba mendekatinya. Setelah aku lihat wajahnya, aku langsung jatuh cinta padanya, dia sangat tampan. Setelah itu aku memintanya untuk tinggal dirumahku, awalnya dia sedikit takut dan canggung, tapi lama kelamaan kami bisa berteman baik. Selain tampan ternyata dia sangat lucu, apa kakak tahu, Youngmin itu sama sekali tidak bisa naik sepeda, bahkan saat belajar naik sepeda dia justru menabrak pohon……….. “

            Ketika Nara sedang menceritakan tentang Youngmin pangerannya, aku justru sibuk dengan pikiranku sendiri, aku baru mengerti begitu besarkah cinta Nara terhadap Youngmin ? bahkan dia bisa mengubah sifat Youngmin yang dulunya sangat egois dan dingin menjadi sosok yang penuh keceriaan……. Tuhan kalau saja kau satukan mereka…..

            Tiba-tiba aku memeluk Nara yang sedang duduk diatas ranjangnya, aku menangis dipelukannya, aku sungguh tak sanggup kehilangannya, adikku yang sangat baik ini janganlah engkau renggut Tuhan, aku mohon…………..

            “Nae Oppa-i wae ?”(kakak kenapa ?)

            Aku tidak menjawab pertanyaan Nara, aku terlarut dalam kesedihan yang selama ini bersarang dihatiku, kali ini benar-benar sudah tak bisa aku tahan lagi, terlalu menyakitkan jika aku harus memendamnya terlalu dalam, entah berapa lama lagi aku bisa memeluknya, aku sangat takut ketika suatu saat aku melihat Nara sudah tidak bisa membuka matanya lagi, ketika tubuhnya terbujur kaku, ketika aku tak bisa melihat senyumannya, canda tawanya………. apa yang harus aku lakukan, aku tak sanggup, sungguh tak sanggup…….

———— Jaebum POV end ————

*******

 

 

 

————- Youngmin POV ————-

            Aku terbangun dari tidurku, aneh kenapa hari ini Nara tidak membangunkanku ? biasanya dia yang selalu rajin membangunkanku meski sejujurnya aku ini susah sekali dibangunkan. Dan ketika aku melihat sekeliling ruangan…. nampak sangat sepi seperti ruang hampa di angkasa, hanya terlihat sebercak cahaya dari atap yang berlubang, tidak ada siapa-siapa disana, kemana Nara ? apa dia pergi diam-diam ?

            Aku beranjak dari tempat tidurku yang sangat tidak nyaman ini, kemudian aku duduk di kursi, dan tak lama kemudian aku melihat selembar kertas berwarna pink dengan motif heart dibawah pensil kesayangan Nara, aku mengambilnya dan segera aku baca.

            Na wass-eo !! (aku pulang)

            Begitulah yang tertulis di kertas tersebut. Begitu singkat dan sangat jelas, tapi surat itu membuat hatiku tersayat, seperti ada sebuah silet yang mencoba untuk merobek hati kecilku ini, sangat menyakitkan, sungguh menyakitkan, kenapa dia pergi meninggalkanku tanpa ada sepatah katapun yang terucap, hanya surat ini yang dia tinggalkan. Kenapa Nara ? apa kau marah padaku hingga kau tinggalkan aku sendiri disini ? Nara, kembalilah, aku tidak suka sendiri, aku ingin kau selalu ada disampingku, kau bilang kau menyukaiku, tapi kenapa sekarang kau justru pergi meninggalkanku begitu saja, kau keterlaluan Nara, kau keterlaluan.

            Aku tidak sanggup menahan air mataku, aku benar-benar kecewa dengan Nara, dia mempermainkanku terlalu jauh. Tapi aku juga tidak mau terlarut dalam kesedihan, aku akan cari tahu kenapa kau meninggalkanku.

            Segera aku berlari kerumah paman Nara, rumahnya cukup luas berhias taman bunga didepan rumahnya, aku melihatnya sedang memberi makan kelinci anggora berwarna putih miliknya disamping rumah, aku segera menghampirinya.

            “maaf paman, apa kau tahu dimana rumah Nara ?”

            “aku tidak tahu” jawabnya sewot tanpa memandang wajahku, aku sangat kesal dengan ucapannya, aku tarik kerah bajunya, apa dia tidak tahu kalau aku ini sedang marah !

            “katakan dimana rumah Nara, kau ini pamannya bukan ? mana mungkin kau tidak tahu dimana rumahnya !”. mungkin aku sangat tidak sopan, tapi hanya dengan cara inilah aku bisa memaksa paman ini untuk buka mulut, dan memberitahukan dimana rumah Nara.

            “aku ini bukan pamannya nak” jawabnya dengan suara yang lembut, aku merasa tidak enak padanya karena sudah bersikap kasar. Kulepaskan kereah bajunya yang ku tarik, “aku ini hanyalah mantan tukang kebun dirumah Nn Nara, sudah 5 tahun aku pensiun. Sepertinya hari ini Nn Nara kurang sehat…..

Terkejut, sangat terkejut. Youngmin sangat bingung dengan ucapan Paman itu, sebenarnya ada apa dengan Nara ?

Lanjut ???

Lihat Chapter berikutnya >>>>

, , ,

  1. 1. [Boyfriend FF Library] Jeju Spring Moment | LIMIT LIGHT | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: