[Boyfriend Fanfic] Last Valentine (Part 2)

kwangmin, donghyun, fanfic, fanfiction, fanfic korea, fanfic kpop, fanfic indo, fanfic kwangmin, fanfic donghyun, fanfic boyfriend

Title : Last Valentine (part 2)

Main Cost :

– Kim Dong Hyun

– Jo Kwang Min

– Ahn Sa Hyu (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Kim Dong Hyun as Kim Donghyun

– Jo Kwangmin as Kim Kwangmin

Original Soundtrack :

– Don’t Touch My Girl piano vers.

Fanfics Number : 2 (Second)

Realise : January 2012

 – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah tentang balas budi seorang namdongsaeng kepada hyungnya, sebuah kebaikan yang dibalas dengan nyawa.

Let’s read, semoga suka ^_^

– – — – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

 

Last Valentine (Valentine terakhir)

—————— Donghyun POV —————-

Namaku Donghyun, usiaku 23 tahun pada tanggal 12 Februari nanti. aku memiliki Nandongsaeng yang sangat lucu, namanya Kwangmin. Dia sangat suka pikachu, kamarnya saja penuh dengan boneka pikachu, aku senang sekali memiliki saeng seperti dia. Dia sangat kurus, padahal rasanya aku setiap hari memberinya makan, tapi berat badannya tetap sama, hahah. Jujur saja aku sangat iri padanya, dia memiliki fisik yang kuat, jarang sekali sakit, tidak sepertiku yang memiliki fisik lemah. Apalagi jantungku ini, dia bisa berhenti kapanpun, aku hanya berharap semoga saja Kwangmin tidak pernah tahu kalau aku ini memilki penyakit bawaan seperti ibu, yang memiliki jantung lemah dan tidak boleh terlalu lelah.

Huuh, aku terus menatap langkah kaki Kwangmin yang pergi menjauh. Dia terlihat begitu ceria, Saengku ini memang lucu sekali. Beberapa saat aku terdiam di depan sekolah Kwangmin, yang terus memperharikan langkah kakinya. Kemudian aku melanjutkan perjalanan. Setelah 10 menit berlalu akhirnya aku sampai di kampus-ku. Seperti biasa kampus ini terlihat sangat ramai, aku tersenyum, sungguh beruntung aku bisa sekolah disini dengan mengambil jurusan kedokteran.

“oppa !!” teriak seseorang dari belakangku, suaranya sangat familiar dan setelah aku berbalik ternyata itu Sahyu, pacarku.

Sahyu berlari kearahku sambil tersenyum, senyumannya sangat indah rambut panjangnya melambai membuatku terpana seketika. Dia mengambil jurusan geografi, katanya dia ingin menjadi guru saat lulus nanti. “Sahyu, apa kau sudah lama ada disana ?”

“ahh tidak juga” jawabnya. “oppa, sebentar lagi kan oppa ulang tahun. Lantas apa yang oppa inginkan ?”

“aku tidak menginginkan apa-apa. Aku hanya berharap kita bisa bahagia selamanya, dan Saeng-ku juga, hehe” aku menjawab pertanyaannya sambil melangkah menuju kantin bersama Sahyu tentunya.

“ternyata oppa sangat mencintai Saengmu, aku jadi iri …..”

********

Setelah pulang sekolah aku berniat mampir ke sekolah Kwangmin, tapi sebelum aku masuk kesekolahnya aku sudah melihat dirinya sedang berdiri didepan gernag sekolah. Aku sangat heran, aku rasa saat dia berangkat sekolah dia tidak memakai tongkat, tapi kenapa sekarang dia memakai tongkat ? aku menatapnya heran, dari ujung kepala sampai ujung kaki, Saengku membalas tatapanku, dia terlihat kikuk sambil menggaruk kepalanya.

“Saeng sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu ? kenapa kau memakai tongkat ?”

“aku terjatuh Hyung” ucapnya sambil mencoba menggendong tasnya yang cukup berat itu. Aku merasa kasihan padanya, akhirnya aku bawakan saja tasnya.

“Astaga kwang, kenapa bisa sampai seperti itu ? sini tasnya Hyung bawakan” ucapku sembari mengambil tas gendong itu dari bahu Saeng-ku.

“terimakasih Hyung. Begini ceritanya, saat aku sedang berjalan ke kelas ada kulit pisang yang tergeletak di depan kelas lain, aku tidak melihatnya dan tiba-tiba saja aku terjatuh, sakit sekali Hyung…..”

Aku tertawa lebar mendengar pengakuan Saeng-ku. Kwang terlihat bingung, aku bisa melihat raut wajahnya itu dari sudut pandanganku, tampangnya itu lucu sekali. “huh kalau keadaanmu seperti ini kita tidak jadi jalan-jalan yah…..”

“yaaahhh, padahal aku ini ingin sekali jalan-jalan bersama Hyung.”

“Kau tenang saja Saeng, kalau kau sudah sembuh nanti kita jalan-jalan. Bagaimana ? kau setuju ?”

“Baiklah Hyung” balasnya dengan raut wajah yang sedikit kecewa. “

“entahlah, Hyung juga belum tahu.”

Malam telah datang, seperti biasa aku memasakkan makanan kesukaan Kwangmin, Ddobokki, entah kenapa Kwangmin sangat suka makanan itu, padahal sejujurnya aku tidak terlalu suka dengan makanan seperti itu. Tapi tidak apalah demi Saeng ku tercinta aku rela berpura-pura suka. Kami makan diruang makan yang hanya terdiri 4 kursi dan meja kecil berbentuk segi empat, mirip sekali di restaurant kecil.

“Saeng, makannya pelan-pelan !” pintahku saat aku melihat Kwangmin makan terlalu lahap, aku takut kalau dia tersedak nantinya.

“Hyung sebenarnya apa yang Hyung suka ?” tanya Kwangmin, seketika dia berhenti makan dan beralih memandangku.

“ehmm, sepertinya tidak ada”

“benarkah ? itu tidak mungkin. Jujur saja Hyung sebentar lagi kan ulang tahunmu, aku bingung mau memberimu apa, aku….. aku ingin membalas kebaikanmu selama ini. Hyung sudah terlalu baik padaku, tapi aku, aku tidak pernah sekalipun membalas kebaikanmu. Aku malu …..”

“Saeng, apa yang kau katakan. Bukankah itu sudah kewajiban hyung, kenapa harus kau pikirkan ?” aku mengusap lembut rambut hitamnya yang sedikit panjang, dia terlihat murung aku kurang suka melihat wajahnya itu. “hei saeng jangan murung seperti itu “

Kwangmin diam saja, “bagaimana kalau kita mendekorasi ruangan, kita buat ruangan ini penuh dengan balon yang berwarna-warni, ya dua hari lagi kan Hyung akan ulang tahun ? kau mau ?”, lanjutku mencoba memecah kemurungannya.

Nampaknya dia tersenyum, dan menganggukkan kepala. Aku suka sekali melihat ekspresi wajahnya yang penuh keceriaan tidak murung seperti tadi. Kali mulai menghias, setiap pojokan diberi hiasan anggrek bulan lengkap dengan akar dan tanahnya. Di bagian tengah atap dan pojokan bagian atas ruang keluarga yang kami dekor, diberi sekelompok balon mirip seperti acara ulang tahun anak kecil. Kami memasangnya dengan susah payah apalagi Kwangmin, dia bersikeras untuk mendekor padahal kakinya sedang sakit. Aku senang sekali, tidak ada ekspresi murung yang terlihat, hanya senyuman yang ada, senyum bahagia.

“Huah selesai !” Kwangmin langsung terjun ke kursi sofa setelah menata balon-balon gas yang diletakkan disamping kursi itu, keringatnya banyak padahal hari ini kan sedang musim dingin. Aku memberinya tisu, dia langsung menerimanya dan mengusap keringatnya itu. “apa hyung tidak lelah ?”

“tidak juga.” Jawabku sambil meminum air putih, dan seketika pula ada tangan yang mencoba merebutnya, ternyata eh ternyata itu tangan Kwangmin, dia merebut paksa gelas yang sedang aku pegang dan langsung meminumnya. Astaga cepat sekali habisnya.

“terimakasih Hyung” ucapnya sambil menyodorkan gelas itu padaku, huft ada-ada saja anak ini.

Aku pergi ke dapur untuk menaruh gelas itu, dan ketika aku kembali aku melihat Saengku sudah tertidur pulas, wajahnya yang mirip pikachu itu terlihat sangat polos. Ku selimuti dia dengan selimut cukup tebal, aku pun tersenyum dan membiarkannya tertidur sambil duduk di sofa.

********

 

Lanjut ??

Lihat Chapter berikutnya saja >>>>

, , ,

  1. 2. [Boyfriend FF Library] Last Valentine « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: