[Boyfriend Fanfic] Last Valentine (Part 3)

fanfic, fanfic korea, fanfic kwangmin, fanfic donghyun, fanfic boyfriend, fanfic kpop, danfiction

Title : Last Valentine (part 3)

Main Cost :

– Kim Dong Hyun

– Jo Kwang Min

– Ahn Sa Hyu (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Kim Dong Hyun as Kim Donghyun

– Jo Kwangmin as Kim Kwangmin

Original Soundtrack :

– Don’t Touch My Girl piano vers.

Fanfics Number : 2 (Second)

Realise : January 2012

 – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah tentang balas budi seorang namdongsaeng kepada hyungnya, sebuah kebaikan yang dibalas dengan nyawa.

Let’s read, semoga suka ^_^

– – — – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Last Valentine (Valentine terakhir)

Sore hari ini aku berniat untuk menjemput Kwangmin lagi, aku merasa kasihan dengan keadaannya. Makanya setelah selesai kuliah aku langsung lepas landas pergi ke sekolah Saengku, yah mungkin Sahyu akan merasa kalau aku ini terlalu perhatian padanya sehingga melupakannya, tapi mau bagaimana lagi, aku sangat kasihan pada Saeng-ku ini.

Sudah cukup lama aku berdiri diseberang jalan sekolahnya, setelah satu jam akhirnya sekolah itupun bubar, tapi aku tidak melihat Kwangmin, ada dimana dia ? kenapa belum keluar juga ? padahal semua anak-anak SAPHS sudah keluar semua. Beberapa lama kemudian akhirnya aku melihat Saeng-ku keluar, dia sudah tidak memakai tongkat, tapi sayang cara berjalannya masih kaku, mungkin masing terasa sakit.

“Saeng !!!” aku berteriak keras, nampaknya Kwangmin langsung melihatku, dia tersenyum dan beranjak kearahku, jalannya masih lambat. Aku sedikit khawatir, apalagi jalanan disana cukup ramai dengan lalulintas mobil. Tak lama kemudian rasa khawatirku pun terkuak, dari arah utara sudah meluncur Mobil Sport dengan kecepatan tinggi, mobil itu sudah membunyikan klakson dari jauh. Aku bingung sekali, tidak mungkin Kwangmin akan lari dari tengah jalan itu, dia pasti hanya akan diam. Tidak mungkin, tidak mungkin aku membiarkan Saengku di tabrak oleh Mobil itu.

“Saeng awas !!” ucapku sambil bersiap untuk lari, Kwangmin berhenti di tempat, ia baru sadar ada mobil yang akan menabraknya dari arah samping kananya, dia memandang kearah mobil itu. Sedangkan aku mempercepat lariku, saat ini aku tidak berfikir apapun kecuali menyelamatkan Saeng-ku, dia yang terpenting bagiku. Setelah terasa dekat dengannya aku langsung saja mendorongnya kebelakang, dia nampaknya sangat terkejut. Sedangkan aku beberapa saat aku terdiam disana sampai akhirnya ada sesuatu yang menabrakku dengan keras hingga aku terpental jatuh, tubuhku mengenai pinggirang jalan, kepalaku terasa pusing, pandanganku sedikit kabur, tapi aku masih sadar, aku melihat mobil itu berhenti sejenak, namun seketika itu pula mobil itu pergi. Aku juga melihat wajah Kwangmin ada di hadapanku, dia menggerakkan tubuhku, sepertinya dia berbicara sesuatu, tapi apa, aku sama sekali tidak bisa mendengarnya. Dan dadaku, kenapa dadaku terasa sangat sakit, bahkan untuk bernafaspun rasanya sulit. Pandanganku semakin kabur, bahkan seketika itu pula berubah menjadi putih, aku tidak bisa melihat apapun, dan setelah itu aku sudah tidak ingat apa-apa lagi.

—————— Donghyun POV End —————-

 

—————— Kwangmin POV ——————

            Aku sangat menyesal, gara-gara aku Hyung menjadi kritis seperti ini. Kalau saja aku bisa hati-hati mungkin Hyung tidak akan seperti ini. Aku duduk didepan ruang pemeriksaan, aku sangat khawatir kalau sampai terjadi sesuatu dengan Hyung aku pasti tidak akan memaafkan diriku sendiri.

“Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Hyung-ku” aku menitikka air mata, aku sungguh menyesal, sangat menyesal. Ku usap air mataku, karena aku tahu air mata tidak akan mengubah hal yang sudah terjadi.

Setelah 20 menit menunggu, akhirnya dokter pun keluar. Ya, dia pamanku sendiri, paman Hyuseok. Aku segera menghampirinya, “paman, tunggu dulu. Bagaimana keadaan Hyung ku ? dia baik-baik saja kan ?”

Paman Hyuseok diam saja, dia memandangku tanpa ekspresi, aku tambah khawatir. “paman jawab pertanyaanku !”

“Kwang, sepertinya kita harus bicara”

“apa terjadi sesuatu dengan Hyung ku ?”

“kita bicarakan ini diruanganku”

Aku dan Paman Hyuseok berjalan menuju ruangannya. Aku melintasi koridor yang panjang dan ramai dengan pasien yang berlalu-lalang. Aku merasa iba pada mereka. Setelah beberapa lama kemudian akhirnya aku sampai di ruang paman Hyuseok, ruangannya cukup besar, aku duduk di kursi yang ada didepan meja kerjanya. Perlahan Paman Hyuseok menceritakan apa yang terjadi dengan Hyung ku, aku sangat terkejut dengan pengakuan Paman, “……. apa !”

“… nae Kwangmin-i. Jantung kakakmu itu sangat lemah. Apakah dia tidak pernah menceritakannya padamu ?”

“ani …”

            “selaput dinding jantungnya terluka, karena serpihan dari tulang rusuknya yang patah. Ini sangat berbahaya, Hyung mu tidak bisa selamat Kwangmin. “

            “tidak mungkin ! paman pasti salah, hyung ku tidak mungkin akan mati ! aku tidak rela !”. emosiku mulai muncul, dan tanpa aku sadari air mataku pun ikut jatuh. Aku tidak pernah menyangka kalau hyung memiliki jantung yang lemah, padahal selama ini dia terlihat baik-baik saja, kenapa ? kenapa Hyung tidak pernah menceritakan hal ini padaku ? apakah hyung sudah tidak menganggapku sebagai Nandongsaengnya lagi ?

            “Kwangmin, kau harus terima takdir ini.”

            “ani. Ini bukan takdir, katakan apakah ada cara untuk menyelamatkannya ?”

            “hanya dengan transplantasi jantung, tapi itu tidak mudah Kwang, dalam 24 jam kita harus sudah menemukan jantung yang cocok. Itu satu-satunya cara yang bisa menyelamatkannya”

            Tubuhku terasa lemas mendengar ucapan paman, mana mungkin aku bisa dapatkan jantung pengganti hanya dalam 24 jam, tapi aku juga tidak rela kalau hyung akan mati 24 jam kedepan. Aku bingung dan tidak bisa berfikir panjang lagi.

            “ambil saja jantungku”

            “apa kau sedang bercanda Kwang !”

            “apa paman pikir aku sedang bercanda ?”. ucapku sambil menatap dalam kepadanya berusaha meyakinkan keseriusanku.

            “kalau kau melakukannya, itu sama saja kau bunuh diri ! apa kau tidak pikirkan itu ?”

            “aku tidak peduli ! asal hyung ku selamat, mati pun tidak masalah !”

            “paman tidak mengerti jalan pikiranmu itu”

            “yang ada dalam pikiranku adalah menyelamatkan hyung. Paman tahu kan, hyung sudah terlalu baik padaku, aku juga ingin membalas kebaikannya dengan nyawaku !”

            Aku terus berusaha menyakinkan paman atas keinginanku ini, nampaknya paman sedikit ragu. Tapi akhirnya paman pun menuruti keinginanku, sebelum jantungku benar-benar diambil, aku pun menjalani beberapa tes untuk mengecek seberapa jauh tinggat kecocokannya. Beberapa jam kemudian aku mendapatkan hasil tes itu, aku buka perlahan amplop berwarna coklat itu dan segera membacanya, ternyata tingkat kecocokannya 70 %. Paman bilang itu sangat memungkinkan untuk di transplantasi. Aku senang sekali, tapi juga sedih, karena setelah aku berikan jantungku ini aku tidak akan melihat nyung lagi, tidak bisa merasakan kasih sayangnya lagi dan juga tidak bisa bercanda tawa bersama, sedih memang, tapi apa boleh buat, kalau hyung mati itu sama saja hidupku juga akan mati, jadi lebih baik hyung saja yang hidup dan aku ….

            Aku menghela nafas panjang, kemudian aku berjalan menuju ruang rawat hyung, aku buka pintu sepelan mungkin. Aku melihat hyung ku sedang terbaring tak berdaya di atas ranjang yang serba putih, banyak sekali selang-selang yang ada dalam tubuhnya, aku bisa merasakannya pasti hyung saat ini sedang merasakan sakit yang amat sangat, tapi tenanglah hyung sebertar lagi rasa sakit itu pasti hilang.

            Aku mencoba tersenyum sambil memegangi tangannya. Sebelum menjalani operasi, aku pulang kerumah terlebih dahulu, bukan untuk melarikan diri, hanya saja untuk melihat suasana rumahku untuk terkhir kalinya. Saat aku sampai dirumah, aku lihat masih sama seperti kemarin, penuh dengan balon yang berwarna-warni, dan aggrek bulan yang indah. Ku sentuh bunga anggrek yang berwarna putih itu sambil tersenyum. Kemudian tiba-tiba saja pintu terbuka, aku melihat Noona Sahyu masuk.

            “Saeng, dimana Hyung mu?”

            “Hyung ada dirumah sakit”

            “apa ! kenapa dengan Hyung mu, apa jantungnya kambuh lagi ?”

            Aku merasa aneh dengan perkataan Noona, jadi selama ini Noona sudah tahu kalau jantung hyung lemah, tapi kenapa ? kenapa hyung tidak pernah memberitahuku. Sedikit kecewa rasanya, orang lain saja sudah tahu tapi adik sendiri justru tidak tahu.

            “jadi Noona sudah tahu penyakit hyung ?”

            “tentu saja. Apa dia tidak pernah memberitahumu ?”

            “ani Noona. Kemarin hyung kecelakaan, dan aku lah penyebabnya. Dan karena aku juga Hyung jadi kritis seperti sekarang. Hyung akan mati kalau tidak mendapatkan jantung pengganti, aku sedih sekali”. Lagi-lagi air mataku keluar, aku tidak bisa menahan kepedihan yang aku rasakan. Tiba-tiba Noona memelukku, pelukannya hangat sekali.

******

 

Lanjut ??

Lihat Chapter berikutnya saja >>>>

, ,

  1. 2. [Boyfriend FF Library] Last Valentine « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: