[Boyfriend Fanfic] Last Valentine (Part 4)

fanfic, fanfiction, fanfic kpop, fanfic korea, fanfic kwangmin, fanfic donghyun, fanfic 2012, fanfic angst, sad

Title : Last Valentine (part 4)

Main Cost :

– Kim Dong Hyun

– Jo Kwang Min

– Ahn Sa Hyu (OC)

Author : @Nesada on twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Kim Dong Hyun as Kim Donghyun

– Jo Kwangmin as Kim Kwangmin

Original Soundtrack :

– Don’t Touch My Girl piano vers.

Fanfics Number : 2 (Second)

Realise : January 2012

 – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah tentang balas budi seorang namdongsaeng kepada hyungnya, sebuah kebaikan yang dibalas dengan nyawa.

Let’s read, semoga suka ^_^

– – — – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

 

Last Valentine (Valentine terakhir)

******

            Aku berdiri di balkon rumah sakit, ku tatap langit yang putih tanpa warna itu, semilir angin musim dingin berhembus pelan, sangat mengegarkan. Ku tutup mataku, dan ku kenang hari-hari saat bersama hyung. Ketika kami sedang bercanda saat membuat boneka salju, ketika hyung memberiku boneka pikachu yang banyak, ketika hyung membantuku mengerjakan PR, ketika hyung mengajakku bermain kartu. Hari-hari bersama hyung memang sangat menyenangkan, meski tak ada orang tua disamping kita. Tapi mulai sekarang aku sudah tidak bisa lagi menemani hyung, Hyung pasti akan baik-baik saja tanpaku.

            “Saeng Kwangmin, apa kau sudah siap ?”

            “nae. Aku siap”. Aku pun berjalan pergi.

—————– Kwangmin POV End —————-

————— Author POV ————–

            Ketika berada diruang operasi, paman Hyuseok membius Kwangmin sepenuhnya. Dia berharap kalau keponakannya itu tidak akan merasakan sakit. Terlihat dalam wajah Hyuseok kalau dia sangat tidak tega mengambil jantung miliknya. Dia sadar setelah dia ambil jantungnya, dia pasti akan mati, dan setelah itu dia tidak akan bisa melihat wajahnya lagi, tingkah lakunya yang lucu dan senyuman indahnya. Sebercik kristal bening jatuh dari matanya, dia usap wajah Kwangmin dengan lembut, wajah yang mirip dengan anaknya yang sudah meninggal 4 tahun silam, wajah yang sangat mirip dengan Youngmin anaknya.

 

            Dia menghembuskan nafas panjang, walau sangat berat, tapi ini sudah menjadi keputusan Kwangmin sendiri. Dia tidak bisa meolaknya, kemudian dia ambil pisau kecil dan membelah dada bagian bawah Kwangmin ………

—————- Author POV End —————-

—————— Donghyun POV —————-

            Aku merasa sedang ada di suatu tempat, tempat itu penuh dengan bunga yang bermekaran, kupu-kupu yang beterbangan dan semilir angin yang sangat lembut. Aku sama sekali tidak tahu tempat apa ini, aku terus berjalan diantara hamparan taman bunga itu, hingga akhirnya aku berjumpa dengan seseorang, dia sedang duduk diantara pohon bougenfille sambil memegang seekor kelinci berwarna putih, dia duduk membelakangiku, dia memakai celana dan jas putih, aku merasa sangat mengenalnya apalagi rambutnya yang khas, sedikit panjang dengan belah di sebelah kiri, tidak salah itu pasti saeng ku, aku pun segera memanggilnya, “Saeng ???”

            Dia menoleh kepadaku, dan tersenyum. Memang benar dia adalah Kwangmin, tapi kenapa dia ada di tempat seperti ini ?

            “Hyung, senang berjumpa denganmu. Apa Hyung baik-baik saja ?”. dia langsung berdiri tapi tidak mendekat padaku.

            “tentu Hyung baik-baik saja. Kau sendiri ?”

            “aku sangat baik. Aku juga senang tinggal di tempat ini. Tempat ini sangat indah”

            “kau tidak boleh tinggal di tempat seperti ini. Kau harus pulang, kita punya rumah sendiri kan ?”

            “mulai sekarang disinilah tempat tinggalku Hyung, aku tidak mungkin bisa kembali ke rumah. …”

            “tidak Saeng, kau harus pulang !” aku mencoba  meyakinkan Kwangmin untuk ikut denganku.

            “tidak hyung”. Dia menolak dengan lembut, tapi entah kenapa kali ini aku ingin memaksanya untuk pulang, aku tidak mengerti kenapa dia mengatakkan kalau inilah tempat tinggalnya. Aku pun mendekat padanya dan mencoba menarik tangannya, tapi….. kenapa ? kenapa aku tidak bisa memegangnya, tubuhnya terasa seperti angin yang tidak bisa di pegang, aku sangat terkejut, tapi Kwang hanya diam justru dia tersenyum.

            “Hyung saja yang pulang, aku disini baik-baik saja.” Dia kembali tersenyum, namun seketika tubuhnya menghilang begitu juga dengan tempat itu, kini yang aku lihat hanya kegelapan, namun seketika terlihat seberkas cahaya dari langit, aku terus menatapnya.

            Kau pun terbangun dari mimpiku, ku buka pelan mataku, aku pun melihat ada Sahyu sedang duduk disampingku, dia tersenyum. Tapi aneh kenapa aku tidak melihat Saeng ku ? dimana dia ?

            Aku juga merasa ada sesuatu di dada bagian bawahku, aku mencoba memegangnya, nampaknya itu bekas jahitan. Sahyu berkata kalau ada seseorang yang baik hati yang sudah memberikan jantungnya padaku, aku senang sekali, namun ketika aku bertanya siapa orang yang telah mendonorkan jantungnya itu, Sahyu hanya terdiam, dia tidak mengatakan sesuatu.

*****

            6 hari kemudian paman Hyuseok mengizinkanku pulang, tapi untuk sementara Paman menyuruhku untuk tetap berada di kursi roda, sebenarnya aku malas sekali. Untung saja ada Sahyu yang selalu ada disampingku, dan yang selalu menemaniku. Tapi aku juga sedih, semenjak aku sadar aku sama sekali tidak melihat Saeng-ku, apa dia terlalu sibuk dengan sekolahnya sehingga melupakan Hyungnya ? astaga, aku tidak boleh berkata seperti itu mungkin saja Kwangmin memang sedang sibuk. Bahkan saat aku keluar dari rumah sakit pun Kwangmin tidak menjemputku…… sedikit kecewa memang.

            Ketika aku masuk kerumah, aku merasa kalau rumahku ini masih tetap sama, balon dan bunga yang aku pasang bersama Saeng masih utuh, tapi sayang balon-balon gas yang ada disamping sofa sudah tidak bisa berdiri lagi, mereka tergeletak di lantai. Tapi…. kenapa ? di rumah pun Saeng tidak ada, mungkinkah dia masih sekolah ? tapi ini suda jam 5 sore, mana mungkin masih sekolah, sebenarnya kemana kau Saeng ?

            “Sahyu … dimana Saeng-ku ? kenapa dia tidak pernah kelihatan ?”

            “Ehmm, mungkin Kwangmin sedang belajar di rumah temannya…..”

            “ooouuhhhh…….”

            “Happy Birthday ……..”.

Tiba-tiba saja ada suara yang terdengar, namun bukan suara satu atau dua orang melainkan suara yang banyak, aku membalikkan badan dan setelah itu ada serpihan kertas dan terompet yang berbunyi. Serpihan kertas yang berwarna-warni itu berjatuhan ke pangkuanku. Dan ternyata suara itu adalah suara teman-teman kuliahku, mereka muncul dari pintu depan, mereka mengenakkan pakaian lucu dan juga memakai topi ulang tahun yang penuh bulu-bulu halus. Aku bahkan lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku, aku senang, sangat senang. Salah satu dari mereka bernama Jeongmin, dia membawakanku Kue Ulang tahun bercream putih dan penuh dengan strawberry kesukaanku, sebelum kue itu sampai di hadapanku, Sahyu terlebih dahulu mengenakkanku topi ulang tahun seperti yang mereka kenakan. Aku meniup lilin lucu yang didesain mirip denganku versi chibi, aku tersenyum lepas. Mereka semua adalah teman terbaikku, kamu saling tertawa bermain game bersama dan memakan kue itu bersama-sama pula.

Namun rasanya ada sesuatu yang mengganjal, diantara mereka tidak ada Saeng, sedih rasanya, di hari ulang tahunku ini Saeng malah tidak datang, sebenarnya sedang kemana kau Saeng ? Hyung merindukanmu…..

————- Donghyun POV End ————

Lanjut ??

Lihat Chapter berikutnya saja >>>>

, ,

  1. 2. [Boyfriend FF Library] Last Valentine « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: