[Boyfriend Fanfic] Cyrius Stars (Part 1)

Tittle : Cyrius Stars (Part 1)

Main Cast :

–          Kim Nayoung (OC)

–          Jo Kwangmin

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Yui Horie as Kim Nayoung

– Jo Gwangmin as Kwangmin

Original Soundtrack :

–          Davichi – Don’t Say Goodbye Piano vers

–          Jay Park – Star

Fanfics Number : 5th

Realise : May 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Hanya fiktif belaka, kisah tentang ketegaran seorang gadis menghadapi penyakit yang dideritanya, dan kesetiaan seorang namja yang selalu ada disampingnya. Bacalah dari awal hingga akhir, nanti ketemu feelnya….

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Cyrius Stars (Bintang Sirius)

 

Malam ini aku melihat bintang itu lagi,

bintang yang paling terang di ujung barat.

Menurut para ahli, bintang itu bernama Cyrius,

bintang yang paling besar dan paling terang.

Aku merasa kalau bintang itu sangat setia padaku,

selalu muncul saat aku kesepian dan sendiri,

mungkin karena dia juga sendiri tanpa ada bintang-bintang lain disampingnya,

menyinari malam ini dengan cahaya kecilnya

Cyrius, terimakasih,

terimakasih karena sinarmu telah membuatku tak kesepian lagi.

Tapi… aku sangat ingin sepertimu Cyrius…

Menjadi dirimu yang lain….

Selalu muncul setiap malam, dan mempercantik gelapnya malam

*****

            Pagi ini sepertinya sangat cerah, meski aku belum membuka mataku, namun aku bisa merasakannya, dentuman jam analog yang terdengar begitu jelas… suara kicauan burung yang tengah bernyanyi…  sinar hangat matahari yang telah masuk ke kamar terasa menyengat di kulitku…. dan suara hentakan kaki di luar kamar terdengar sangat keras…. saling lalu lalang entah kemana.

            Ku buka pelan mataku, ku pandangi atap yang serba putih berhias ternit bercorak teratai… ternyata aku masih hidup, aku masih bisa bernafas hingga detik ini. Aku senang, sangat senang… mungkinkah aku bisa seperti ini untuk selamanya ? sebenarnya aku lelah, bertarung dengan penyakitku yang mengerikan ini, setiap hari harus berhadapan dengan kejamnya kemoterapi ? aku ingin menangis, tapi…. aku sadar menangis tidak mungkin membuat penyakitku akan sembuh. Sobat, apakah kau bisa merasakan perihnya berhadapan dengan kanker otot leher ? Mungkin iya, mungkin tidak. Kalau diriku, sebenarnya aku tidak tahan, aku ingin sembuh, namun apa mungkin ?         Sekarang, aku hanya bisa berharap keajaiban akan muncul dalam diriku, Keajaiban Tuhan Yang Esa datang padaku.

            Aku beranjak dari tempat tidurku, berjalan menghampiri jendela kaca yang tertutup. Ku lihat di luar sana, ada banyak sekali anak-anak yang bermain. Mereka sama sepertiku, penderita kanker. Aku sangat prihatin, mereka masih anak-anak, tapi sudah harus menanggung pedihnya kehidupan, mungkin aku lebih beruntung dari mereka.

            “Nayoung ……”

            Tiba-tiba ada suara namja memanggilku dari belakang, yah, itu kwangmin, teman yang baru aku kenal 2 bulan yang lalu, 2 hari setelah aku masuk ke rumah sakit ini, dia penderita Leukimia stadium 2. Dia namja yang sangat manis, baik dan lucu, meski kami baru saja kenal, namun kami sudah sangat akrab.

            “ Kau datang kemari lagi ?”

            Kami pergi keluar, berjalan-jalan menyusuri indahnya taman rumah sakit Seoul. Kami berjalan bersama, diantara ramainya anak-anak dan para perawat. Anak-anak itu terlihat begitu ceria, bahkan karena keceriaan itu, mereka sama sekali tak terlihat sedang sakit. Aku senang dengan wajah-wajah lucu mereka, terlihat penuh semangat.

            Akhirnya kami sampai di tepi danau 20 meter dari rumah sakit, danau itu diberi nama Hope Lake-Danau Harapan. Aku tak mengerti kenapa danau itu diberi nama seperti itu, yang jelas danau ini terlihat begitu damai, tenang dan sejuk.

            Kami pun duduk di kursi bercat putih di tepi danau, ku pandangi luasnya danau yang jernih dengan pohon cemara di tepinya, seakan dentuman piano berbunyi seiring hembusan angin yang pelan ketika aku memejamkan mataku. Aku serasa melayang kesurga, ku hembuskan nafas panjang dan kubuka kembali mataku.

            “Aku ingin jadi Cyrius….” ucapku seketika.

            “Cyrius ? apa itu ?” tanya Kwangmin dengan polosnya.

            “Sebuah bintang yang paling bersinar”

            “Kau terlalu berkhayal, Nayoung… Kau seperti anak kecil saja, berharap yang aneh-aneh”

            “Kwangmin… apa kau percaya, kalau seseorang yang sudah mati akan menjadi sebuah bintang dan akan bersinar untuk selama-lamanya ?”

            “Apa ?” Kwangmin memandangku dengan heran. “itu hanya akan terjadi di serial manga jepang berjudul Inuyasha kan ? mana mungkin manusia bisa menjadi bintang ?”

            “Aku tidak bilang kalau manusia bisa menjadi bintang, tapi aku ingin bilang kalau roh manusia bisa menjadi jiwa sebuah bintang. Jiwa yang tak mungkin redup untuk selama-lamanya”

            Aku tersenyum memandang wajah Kwangmin yang masih heran. Mungkin dia masih belum mengerti apa maksud dari ucapanku, tapi…. kelak pasti dia mengerti. Aku kembali menatap danau, namun kali ini terasa ada yang berbeda, kepalaku terasa sedikit pening, dan bayangan mataku terasa bergoyang, aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku, tiba-tiba terasa ada sesuatu yang keluar dari hidungku, terasa sedikit hangat, aku pun menyentuhnya, ternyata itu darah, aku mimisan lagi, padahal kemarin-kemarin sudah tidak mimisan, tapi kenapa sekarang kambuh lagi ?

            “Nayoung, kau tidak apa-apa ?”. kwangmin terlihat begitu khawatir, aku mencoba untuk tersenyum sambil mengusap darah itu dengan bajuku yang kebetulan lengan panjang. “Sini, aku bersihkan….”

            Kwangmin mengambil sapu tangan dari sakunya, dengan lembut ia bersihkan sedikit-demi sedkit darah mimisanku, aku sadar, kwangmin memang orang yang sangat baik, tapi kenapa orang sebaik dia harus menderita leukimia ?

            Dia juga sangat perhatian, selama orang tuaku tak ada disini, dialah yang terus menjagaku, merawatku sepenuh hati meski ia sendiri juga sakit. Aku sangat kagum padanya, mungkinkah aku bisa membalas semua kebaikannya ?

            “Terimakasih… kau sangat baik padaku…”

            “itulah gunanya teman…”. Kwangmin tersenyum manis, mungkin lebih manis dari gula ataupun madu. Aku membalas senyumannya.

            “Nona, Kim… dokter sudah menunggu anda…”. Seorang suster tiba-tiba memanggilku, memecah pandanganku pada kwangmin.

            “Baik… aku akan kesana”. Aku berbicara lantang, meski sebenarnya aku sangat takut, aku tau, dokter memanggilku karena hari ini adalah jadwalku kemo, tapi… di depan kwangmin aku harus berpura-pura berani, pura-pura tegar, dan tak takut pada apapun. Aku berjalan kearah suster itu, dan pergi meninggalkan kwangmin yang masih duduk di kursi itu.

*****

Disini, di ruang yang serba putih ini, dokter mulai menjalankan prosedur kemoterapi. Apa kau tahu apa yang aku rasakan ? Sangat sakit…

Rasa sakit ini…. harus sampai kapan aku tahan. Berbagai macam zat kimia dimasukkan dalam tubuhku demi menghambat penyebaran sel kankerku. Sebenarnya sangat sakit, tapi aku ingin sembuh, meski aku harus menahan rasa sakit ini yang entah kapan akan berhenti. Rasa pusing, mual, lemas bahkan rasanya aku tak bisa apa-apa setelah menjalankan kemoterapi ini.

Kini, aku hanya bisa terbaring lemas di ruang rawatku no.176, aku terus menutup mataku, meski sebenarnya aku sama sekali tak tidur, aku masih bisa mendengar semua suara yang ada disekitarku, ayah dan ibu yang sedang bicara, kakak perempuanku yang tengah menangis, dan…. aku mendengar langkah kaki Kwangmin yang datang ke ruanganku, dia tak masuk namun hanya berdiri di luar pintu, memandangiku dari balik kaca kecil yang ada. Aku rasa, mungkin dia khawatir, namun aku juga tak tau pasti.

Hari berikutnya, aku sudah lebih baik, meski kerap kali muntah karena efek dari kemoterapi yang pernah aku jalani sebelumnya. Namun itu tak berlangsung lama, dua hari kemudian aku sudah benar-benar membaik, tidak muntah ataupun pusing, aku sudah bisa kembali jalan-jalan meski hanya disekitar rumah sakit. Tapi aku senang, karena di rumah sakit inilah aku bisa menemukan teman yang benar-benar teman, Kwangmin sahabatku yang paling baik.

Hari ini pun, Kwangmin mengajakku jalan-jalan, tapi kali ini tidak ke danau, melainkan ke belakang rumah sakit yang penuh dengan rumput, bahkan mungkin tingginya sampai 1 meter, sebenarnya aku sedikit takut, aku takut kalau ada seekor ular yang akan menggigitku.

“Kwangmin, kenapa kesini ? ini menakutkan….”

“Kau tenang saja Nayoung, ini hanya luarnya saja. Ayo kita lewati rumput ini bersama-sama…”. Kwangmin tersenyum lepas, tangan lembutnya kini menggenggam erat tanganku, memanduku melewati ganasnya daun ilalang yang bisa kapan saja melukai kulitku. Genggamannya sangat erat, seakan tak mau kehilangan diriku, aku ikuti langkahnya menuju suatu tempat yang aku tak tau tempat apa itu. Ternyata ladang rumput ilalang itu sangat luas, mungkin belasan meter jauhnya, kami tetap melangkah, meski sebenarnya aku sudah lelah, tapi entah mengapa bersama Kwangmin, rasa lelahku perlahan mulai hilang. Kwangmin terlihat begitu bersinar, bahkan mungkin lebih bersinar dari Cyrius, bintangku yang tak akan pernah redup.

“Nah kita sudah sampai”, ucap Kwangmin yang membangunkanku dari alam khayalku. Aku melihat sekitar, sungguh ajaib, didepanku kini ada padang rumput indah yang belum pernah aku lihat sebelumnya, sungguh indah dengan warna hijau terang dedaunan rumput jepang yang runcing. Aku terhanyut dalam pemandangan menakjubkan ladang rumput yang sangat luas itu, aku tidak menyangka ternyata di Korea juga ada padang rumput yang indah, seperti halnya New Zeiland. Aku tak perlu pergi jauh-jauh untuk melihatnya.

“indah sekali Kwangmin-ah”

To be Continue >>>

,

  1. 5. [Boyfriend FF Library] Cyrius Stars « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: