[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 10/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 10/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

Tapi… entah setan apa yang seketika merasuki pikiranku, sehingga tiba-tiba saja aku mengurungkan niatku untuk membunuh ahjumma itu, padahal aku sudah menemukan titik yang tepat untuk menembaknya.

“percuma kalau aku bunuh dia sekarang…”

Aku pun turun dari mobil dan masuk ke rumah itu, kebetulan sekali pintunya tidak terkunci, aku pun menghampirinya. Nampaknya ahjumma itu kaget sekali saat melihatku sembarangan masuk. Tanpa basa-basi aku pun langsung, menyeretnya dan mengikatnya di kursi. Tak hanya itu, aku juga merebut ponsel milik ahjumma dan segera mencari nomor telephone Kang Sora. Setelah aku panggil, akhirnya dia mau menjawab ponsel miliknya itu.

“eomma… ada apa ?”

“hahhahaha, aku bukan eomma.mu”

“siapa kau ? kenapa kau gunakan ponsel milik eommaku ?”

“cepatlah kemari, atau eomma.mu akan mati “

“jangan pernah sentuh eommaku, sebenarnya apa maumu ?”

“jangan banyak tanya, cepat lah kemari. Tapi ingat, hanya kau sendiri. Kalau sampai kau membawa teman polisimu, aku tidak akan segan-segan membunuh eomma.mu, kau dengar…”

“baik, tapi jangan sakiti eommaku…”

Gbrakkkk…. pintu seketika terbuka dengan kasar, tak berselang setelah pembicaraanku dan Sora terputus. Mataku langsung terbelalak tak percaya ketika yeoja yang mendobrak pintu itu masuk. Wajahnya sama sekali tak asing bagiku, apa benar yeoja itu yang bernama Kang Sora, polisi yang menembak Jiwoon ? Kurangajar !!

“kau …..” ucap Sora dengan nada terkejut katika melihat wajahku.

“Sora… ternyata itu kau !!!”

Seketika ingatanku kembali ka masa lalu, masa-masa dimana aku masih menjadi seorang siswa SMA di Jepang. Disanalah pertama kalinya aku bertemu dengan wanita ini, dia mantan temanku, atau lebih tepatnya adalah mantan yeojachinguku saat SMA. Kaget, sangat kaget, ketika kini aku melihatnya memakai jas khas polisi penyidik bukan lagi sebagai Sora yang masih memakai seragam sekolah khas Jepang. Aku tidak menyangka, kenapa harus mantan yeojachinguku sendiri yang harus melukai yeojachinguku sekarang. Aku sangat ingin balas dendam, tapi apa mungkin aku tega membunuh yeoja yang pernah mengisi hatiku 8 tahun silam itu ?

Aneh, kenapa sekarang aku justru tak berani menatap matanya, kenapa ? pantas saja waktu itu dia menutup wajahnya, ternyata karena ini. Aku sangat bimbang, aku memang sangat marah saat Jiwoon dilukai oleh Sora, tapi disis lain aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwasanya aku memang masih memendam rasa pada Sora, mungkin jika dibelakangnya rasa benciku sangat tinggi, namun jika sudah berhadapan langsung dengannya, tiba-tiba saja rasa itu hilang entah kemana. Apa aku masih menyukainya ? lantas bagaimana dengan Jiwoon dan anakku ?

Tidak ! kenapa aku harus berfikiran seperti ini, Sora hanyalah masa lalu, apalagi kalau mengingat apa yang pernah dia lakukan padaku. Aku harus membencinya, aku harus membenci gadis yang pernah mengecewakanku dengan berselingkuh bersama teman dekatku sendiri, dia tidak pantas untuk dicintai lagi, apalagi di bandingkan dengan Jiwoon, jelas Jiwoon 100 kali lebih baik dari dia.

Saat itu hari masih begitu pagi, aku berjalan kearah atap sekolah. Aku berniat untuk melihat padatnya lalu lintas di Kyoto, aku begitu semangat ketika melangkahkan kakiku satu persatu menyusuri setiap lekukan anak tangga. Namun alangkah terkejutnya ketika sampai diatas, pemandangan yang pertama kali aku lihat adalah Sora bersama Nakami, teman baikku sendiri. Mereka tampak sangat akrab, saling bercanda, dan saling suap-suapan nasi. Seketika tubuhku terasa membatu ketika melihat mereka berdua. Bahkan aku juga melihat Sora beberapa kali mencium pipi Nakami dengan mesra dan sesungging senyum penuh arti, sungguh hatiku terasa hancur saat melihat tingkah mereka.

 

Dan mulai saat itu aku selalu saja menghindar ketika Nakami ataupun Sora mendekat padaku, ya, aku memang diam saja seolah tak pernah melihat apa yang mereka lakukan di belakangku.

 

“lepaskan eomma ku !” pintanya seraya membangunkanku dari ingatan masa laluku.

“hah…” ucapku ketus. “kau pikir bisa semudah itu !”

“cepat lepaskan !” tiba-tiba dia menodongkan pistol S-4 kearahku, aku sedikit terkejut.

“Kau pikir aku taku dengan ancamanmu ?” balasku seraya menodongkan senapan RM-2gth milikki kearahnya.

“kau tidak mungkin akan bisa menyakitiku…”

“kenapa tidak… kemarin sudah aku tembak kaki kananmu, dan sekarang akan aku tembak kepalamu hingga pecah…”

“benarkah ? coba saja… “ tantangnya

Aku mencoba menekan pelan knop senapanku, tapi lagi-lagi ingatan masa laluku kembali menghantuiku. Aku kembali teringat saat-saat dimana kita masih saling mencintai, meski itu sudah lama, namun masih terlukis jelas di ingatanku.

Malam itu kami sedang duduk bersama di ruang tamu rumahku, kebetulan eomma dan appaku belum pulang, saat itu kami tidak melakukan apapun kecuali mengerjakan PR bersama, ya, aku tahu Sora memang pintar, setiap semester, dia pasti menjadi juara. Kami memang sedang belajar, namun belajar kami sama sekali tidak serius, justru lebih banyak tertawa dan juga canda tawa. Saat itu aku merasa senang sekali, sambil belajar, sambil bercanda, sambil makan kacang dan juga sambil pacaran. Aku suka sekali melihat tawanya yang lepas, begitu indah hingga membuat aku sendiri ikut tertawa.

 

Saat itu, tiba-tiba ada sesuatu yang terlintas di pikiranku, aku teringat perkataan teman-temanku yang lain, mereka menantangku apakah aku berani mencium Sora, yeojachinguku sendiri ? ya, memang selama ini aku belum sekalipun mencicipi bibir indahnya itu, dan malam ini aku bulatkan tekatku untuk menciumnya, walau sebenarnya akau sedikit takut. Tapi….

Aku menutup mataku ketika aku teringat kejadian saat aku mencoba menciumnya. Tiba-tiba aku menurunkan RM-2gth milikku, memang benar yang dikatakannya, aku tidak mungkin bisa menyakitinya, dia terlalu berarti untukku. Akhirnya sadar atau tidak sadar aku pun melepas tali yang menjerat eommanya, dan juga tak lupa penutup mulutnya, seketika ahjumma Sora berlari kearah Sora. Dan setelah itu aku beranjak pergi…

Srakk tiba-tiba aku mendengar ada sesuatu yang dijatuhkan, namun aku tidak peduli apa itu, aku terus melangkah keluar, tapi… plukk ada sesuatu yang tiba-tiba terkait di pinggangku, terasa erat dan hangat, langkahku pun terhenti.

“mian Youngmin-ah…”

Mataku terbelalak tak percaya, Sora memelukku, apa dia sudah gila memeluk musuhnya sendiri ? tapi, aku juga merasa aneh, kenapa aku terus mambiarkannya memelukku ? benarkah aku masih memiliki rasa padanya ? kenapa Sora, kenapa, kenapa kau harus muncul ketika aku sudah bersama Jiwoon dan akan memilki anak darinya, kenapa ? saat aku memikirkan Sora, seketika bayangan Jiwoon yang tengah merintih kesakitan muncul dalam benakku, sontak saja aku melepas pelukan Sora dengan kasar, dan segera menghilang dari sana.

———— Youngmin POV End ————

To be Continue >>>

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: