[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 11/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 11/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

———— Jiwoon POV ————

Sudah 1 bulan Oppa pergi, dan tak ada kabar apapun darinya. Sudah berulang kali aku mencoba untuk menghubunginya, namun Oppa tidak pernah mengangkat ponselnya sekalipun, Oppa juga tak pernah menelphone balik, aku sangat bingung, apa mungkin Oppa berniat untuk menjauh dariku ? apa yang selama ini aku takutkan akan terjadi, bahwasanya Oppa akan meninggalkanku karena bayi ini ? aku sangat sedih, mungkin benar Oppa memang sudah tidak mencintaiku lagi… hmm aku harus mencoba untuk menerimanya…

Dan sekarang aku hanya tinggal berdua dengan Minwoo, dia namja yang sangat baik dan 1 tahun lebih muda dariku. Aku senang tinggal bersamanya, dia sangat sopan dan sedikit pemalu. Awalnya kami sedikit canggung, namun lama-kelamaan kamipun menjadi dekat, dekat sebagai teman tidak lebih.

Malam ini, ketika bulan sabit tepat diatas kepala, aku pergi keluar rumah, sangat dingin memang, tapi aku sangat khawatir dengan Minwoo, sejak tadi siang dia tak terlihat, aku merasa kasihan padanya, dia pasti belum makan. Aku berkeliling mengitari tumpukan sampah mobil yang cukup banyak, cela demi cela aku lihat, untuk memastikan keberadaan Minwoo. Setelah sekian lama mencari, akhirnya akupun menemukannya, dia sedang tidur di dalam truk bekas yang masih layak pakai. Aku tersenyum melihatnya, wajahnya saat tidur benar-benar seperti anak kecil, lugu dan lucu.

“Saeng… Saeng….” ucapku sambil menggerak-gerakkan tubuhnya dari luar truk. “saeng bangun…”

“ahh”. Minwoo akhirnya terbangun juga, sepertinya dia masih mengantuk, matanya saja belum sepenuhnya terbuka, “Noona…” dia menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum lepas.

“kenapa tidur disini ? disini kan dingin sekali…”

“ah Noona tadi aku ketiduran…”

“oh begitu. Ini untukmu, kau pasti belum makan kan ? makanlah…” ucapku seraya memberikan bungkusan roti untuknya. dia menerimanya dengan canggung.

“Gomawo, Noona…”

“Ne…” balasku sambil tersenyum.

Beberapa hari kemudian aku sering melihat Minwoo selalu tidak tenang saat tidur. Aku tidak tahu apa yang membuatnya seperti itu, mungkin dia sedang ada masalah atau apa. Aku merasa tidak enak, mungkin karena terlalu sering tidur di Sofa, membuatnya manjadi sulit tidur. Akhirnya aku mendekat padanya, aku bangunkan dia dari tidur.

“Woo-ah…”

“ne Noona… ada apa ?”. dia beranjak duduk, aku pun duduk disampingnya. Aku tatap matanya, namun dia tidak membalasnya, dia justru tertunduk.

“mian Woo-ah. Karena aku tidurmu jadi tidak pernah nyenyak, aku terlalu membuatmu susah. Kalau saja aku tidak disini pasti tidurmu akan selalu tenang.”

“hoh, apa yang Noona katakan ? tidurku selalu nyenyak… aku justru senang Noona tinggal disini. Kenapa Noona berfikiran seperti itu ?”

“karena, aku merasa, aku terlalu merepotkanmu…”

“ani… ani… sama sekali tidak Noona…”

Malam itu, aku berbicara banyak dengan Minwoo. Semakin lama aku berdekatan dengannya rasanya aku semakin nyaman, Minwoo adalah orang yang terbuka tidak seperti Oppa Youngmin.

Hampir 3 bulan berlalu, semakin hari Minwoo semakin perhatian padaku. Dia berkata, kalau bukan dia yang perhatian, lantas siapa lagi ? Minwoo juga mengatakan, kasihan bayiku yang sudah sekian lama di tinggal oleh appanya dan selama itu pula tak ada kabar tentangnya.

Terimakasih Minwoo-ah, terimakasih. Kini perutku semakin besar, dan sudah bisa di USG. Yah, kata dokter bayiku laki-laki, sesuai harapanku sejak awal. Dan saat aku mendatangi dokter, Minwoo selalu saja menemaniku, dengan setianya dia menungguku hingga selesai. Selain itu, bayangan Youngmin Oppa dalam ingatanku sudah mulai pudar, tergantikan dengan kebaikan Minwoo yang tak mungkin bisa aku balas.

“sebentar lagi aku akan jadi ibu…” ucapku ketika kami sedang berjalan pulang

“selamat yah… bayimu pasti akan menjadi anak yang baik seperti eommanya”

“terimakasih Saeng… sudah 5 bulan… tapi appanya sama sekali tidak pernah kembali. Aku jadi sedih.. kalau mengingatnya. Mungkin Oppa memang tidak akan pernah kembali. Aku harus belajar menerimanya…” ucapku dengan sesungging senyum tulus. Minwoo hanya menatapku dan tak mengucapkan sepatah katapun.

———— Jiwoon POV End ————

———— Minwoo POV ————

Sesampainya pulang dari rumah sakit, aku mendapati Jiwoon tengah dilanda kesedihan. Aku tahu, pasti karena hyung. Hyung mengingkari janjinya, dia bilang hanya sebentar, tapi nyatanya sudah 4 bulan dia tidak kembali, kau keterlaluan hyung.

Sudah berkali-kali aku melihat Jiwoon menangis di kamarnya, dia selalu bersembunyi ketika dia ingin menangis. Aku sadar, rasanya pasti berat jika mengingat orang yang sangat dicintai berani berkhianat padanya, meninggalkannya tanpa ada sepatah katapun yang diucap secara langsung. Menagislah Jiwoon, menangislah jika itu bisa membuat luka dihatimu berkurang. Mian aku tidak bisa membantumu banyak, aku hanya bisa melihatmu dan berdiam diri seperti saat ini. Aku hanya bisa berdiri termenung melihat air matamu keluar dari pelupuk mata indahmu. Kalau saja aku bisa menggantikan ruang hyung dihatimu, pasti akan ku buat kau tak menangis lagi, akan aku buat kau selalu tersenyum dan melupakan segala kesedihanmu. Tapi…. itu tidak mungkin.

Malam telah datang diiringi sinar bulan yang terang dan para bintang yang menari-nari cantik, ya.. ini adalah awal musim semi, awal yang indah untuk melangkah. Aku menatap lekat bintang dan bulan itu, mereka sungguh terlihat sangat ceria. Tapi aku merasa ada yang aneh, kenapa Jiwoon sedari pagi tak kunjung keluar dari kamarnya ? apa dia terlalu lelah menangis hingga membuatnya terlelap tidur. Karena merasa sedikit khawatir, akupun pergi ke kamarnya, ketika aku baru saja membuka pintu, aku langsung melihat Jiwoon tengah tertidur di ranjangnya, wajahnya benar-benar cantik, hatinya juga tulus bisa menerima kenyataan bahwa hyung telah meninggalkannya, Jiwoon sebenarnya aku sudah lama memendam rasa padamu, tapi aku takut untuk mengatakannya, aku sadar posisi hyung dihatimu terlalu kuat hingga aku tak mampu untuk menggantikannya.

“Jiwoon… apa kau sudah makan ?” tanyaku sambil memegang tangannya. Aneh, tangannya sedikit terasa dingin dan berkeringat, “Jiwoon, kau tidak apa-apa kan ?”. aku memegang keningnya, dan… terasa sangat panas. “Jiwoon, kau demam… Jiwoon bangulah, aku mohon…” aku sangat penik. Tak perlu berfikir panjang, aku pung membawanya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, aku sangat gelisah, apalagi dokter yang menangani belum juga keluar, sudah hampir 50 kali aku mondar-mandir menunggu dokter itu keluar. Tiba-iba aku teringat hyung, aku ingin memberitahu keadaan Jiwoon sekarang, ya, walau bagaimanapun hyung adalah pacarnya, jadi sudah sepantasnya dia tau. Kemudian aku ambil ponselku dan aku tekan nomor hyung, sudah 6 kali aku mencoba memanggilnya, namun belum juga di angkat. Aku ingin menyerah, tapi … tidak ! bagaimanapun caranya hyung harus tau. Akhirnya setelah panggilan ke 9, hyung mengangkatnya juga.

To be Continue >>>

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: