[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 1/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 1/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

Malam itu adalah malam yang sangat kelam, tak ada satupun bintang ataupun bulan yang bersinar dilangit yang indah ini. Yang ada hanya hembusan angin yang dingin dan mencekam.

 

            Disebuah tempat tak jauh dari tempat pembuangan barang-barang elektronik yang sudah tak terpakai, ada seorang namja dengan mata tajamnya yang sedang menatap sesuatu, mata hitamnya menatap lekat kepada seorang namja lain yang ada didepannya, pandangan matanya penuh dengan dendam dan amarah, sedangkan tangan kanannya mengacungkan pistol kearah namja yang ada didepannya itu, kenapakah namja itu ?

 

            Sedangkan namja yang ada didepannya, terlihat begitu ketakutan. Matanya terbelalak menatap namja yang tak lain dan tak bukan adalah temannya sendiri, dia masih tidak percaya kalau sahabatnya itu tega akan membunuh dirinya. Dan ada seorang lagi, dia seorang yeoja yang cantik, dia terlihat sedang berusaha melindungi sahabatnya yang hendak ditembak oleh temannya sendiri, dia terus berdiri didepannya, ia merasa lebih baik dirinya sendiri yang kena daripada temannya, sedangkan namja yang ada dibelakangnya terus berusaha menyingkirkan yeoja itu dari hadapannya, sama seperti yeoja itu ia merasa lebih baik dirinya saja yang kena daripada sahabatnya. Yah, yeoja itu adalah sahabat kedua namja itu, namun entah kenapa yeoja itu lebih memilih sahabatnya yang hendak ditembak, ada masalah apakah diantara mereka ?

 

            Tak perlu berlama-lama, akhirnya namja itu meluncurkan pistolnya kearah sahabat-sahabatnya yang ada didepannya, matanya nampak memerah saat menekan knop pistolnya. Mereka berdua tampak pasrah, siapapun diantara mereka yang kena, pasti akan mati. Namun yeoja itu lebih berharap kalau dirinyalah yang lebih baik kena daripada sahabatnya yang sudah terlalu baik padanya.

 

            Peluru dari pistol itu meluncur dengan sangat cepat hingga tak terlihat oleh mata, mereka berdua menutup mata. Dan tak lama kemudian… ada sebuah peluru yang tiba-tiba mengarah ke leher Namja yang sebelumnya hendak menembak itu. Dan………..

————————————————————————————————————————

———— Author POV————

            Siang itu disebuah hotel yang mewah, ada seseorang yang sedang berbicara, dia adalah Kim Jihyun, dia bekerja sebagai pengusaha ekspor minyak bumi terbesar di Korea. Usianya sudah cukup tua sekitar 43 tahun.

            “kali ini kau harus berhasil membunuh gadis itu. aku ingin dia merasakan apa yang pernah aku rasakan sebelumnya, aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan seorang anak kesayangan……”

            “Sebenarnya apa masalahmu ?” sahut seorang namja dari balik kursi.

Dia bernama Jo Youngmin, seorang pembunuh bayaran modern. Usianya masih sangat muda, sekitar 24 tahun, youngmin sangat ahli dalam hal membunuh seseorang, bahkan semua kasus yang melibatkan dirinya sama sekali belum ada yang tuntas. Dia bukan lah seorang yang sembarangan, semua rencana pembunuhan yang akan dilakukannya selalu diperhitungkan. “gadis ini adalah anak presiden, berapa bayaran yang berani kau tawarkan ?” tanya Youngmin dengan nada suaranya yang sombong.

“aku akan membayarmu 300 juta won, apa cukup ?” Jihyun menjawab pertanyaan Youngmin dengan tegas.

Yah, gadis yang ingin dibunuhnya adalah anak bungsu presiden Korea, Jihyun sangat dendam dengan Song Woohyung presiden Korea saat ini. Dia mempunyai dendam pribadi dengan Woohyung. Dendam ini bermula sejak 20 tahun silam, saat Jihyun dan Woohyung masih menjadi seorang sahabat, suatu ketika putri kesayangan Jihyun tengah sakit, dan kala itu Woohyung masih menjadi dokter dirumah sakit, sebelum akhirnya ia menjadi seorang Presiden. Dialah yang merawat putri Jihyun, namun mengalami malpraktek, Woohyung melakukan kesalahan yang berakibat vatal, ya, putri Jihyun meninggal karena kesalahan pemberian obat, dia mengalami over dosis secara perlahan. Jihyun tau kalau Woohyung yang sudah melakukan hal itu, dia ingin Woohyung mengakui kesalahannya dan membusuk dipenjara, namun Woohyung tetap menyangkal, dia berkata kalau bukan dia yang telah membunuh putrinya itu, melainkan karena kondisi fisiknya yang sudah benar-benar menurun. Dan sejak saat itulah, hubungan persahabatan diantara mereka putus begitu saja. Dan hari ini, kemarahannya semakin memuncak, akhirnya dia memutuskan untuk membayar Youngmin untuk membunuh anak gadisnya yang masih duduk di Universitas semester 6 itu.

“baik, aku akan usahakan. Tapi aku tidak menjamin kalau pembunuhan ini bisa berjalan 100%, kau tau bukan seberapa banyak pengawal yang ada diisampingnya ?” ucap Youngmin sembari meletakkan foto putri presiden keatas meja dengan kasar.

Youngmin menatap tajam kearah Kim Jihyun, dia tahu betapa besar rasa dendamnya kepada Woohyung yang sudah membunuh seseorang yang sangat disayanginya. Kalau saja hal ini terjadi padanya, pasti dia juga akan bertindak seperti itu.

———— Author POV End————

———— Youngmin POV————

Hari ini adalah hari pertamaku menjalani misi untuk membunuh Song Yuri, putri presiden yang sangat ingin dibunuh oleh Kim Jihyun, seorang pengusaha kaya raya dari incheon. Sebenarnya aku tidak begitu mengerti awal mula dendam pribadinya itu, yang jelas tugasku hanyalah menghabisi nyawanya, dan menarik uang 300 juta won darinya, lagipula aku juga tidak peduli dengan masalah mereka berdua.

Hari ini, Song Yuri datang ke gereja Yunan yang ada disebelah barat kota seoul, ada tiga pengawal yang terus membututinya. Setelah selesai berdoa, Yuri keluar dari gereja sendirian, dia nampak sedang menggenggam sebuah ponsel, kemudian dia menekan beberapa dijit, dan kemudian dia dekatkan ponsel itu ketelinganya.

Aku yang berada di atas balkon kantor pajak yang ada didepan gereja Yunan bersiap untuk meluncurkan senapan jarak jauhku yang sudah aku siapkan sejak kemarin. Aku mencari posisi yang tepat untuk menembaknya, awalnya aku berniat untuk menembak pada bagian dadanya, tepat dijantung, namun aku berubah pikiran, aku putuskan untuk menembaknya tepat di kepalanya, aku ingin melihatnya mati tragis dengan kepalanya yang pecah, pasti akan menarik sekali. Aku tersenyum evil ketika mengingat hal itu.

Crekk crekk, aku mendengar ada yang sedang memasang pistol dari samping kiriku, meski terdengar jauh, namun aku masih bisa mendengarnya dengan jelas. Pandanganku pun beralih dengan tenang, ya… itu ternyata salah satu pengawal Yuri yang mengikutinya sedari tadi. Sial ! dia mengetahui keberadaanku, aku membatalkan niatku untuk membunuhnya hari ini, aku lebih memilih pergi daripada harus berurusan dengan para pengawal sialan itu.

Aku berjalan dengan cepat menyusuri anak tangga pintu darurat, satu persatu lantai gedungpun aku lewati dengan aman, aku bisa menebak mereka pasti akan mengejarku, aku yakin itu. ternyata benar dugaanku, saat melintasi lantai 4, aku melihat ketiga pengawal itu berlari menuju atap gedung, aku segera bersembunyi, dibalik pintu keluar. Setelah mereka semua tak terlihat aku segera berjalan keluar.

20 menit kemudian aku sampai dirumah seseorang, ya… rumah yeojachinguku, Jiwoon, dia 3 tahun lebih muda dariku. Dia tinggal sendiri, kedua orang tua dan adiknya sedah meninggal karena kecelakaan pesawat 2 tahun yang lalu. Jiwoon adalah gadis yang sangat baik, hampir 4 tahun kami menjalin hubungan, namun belum saja menikah.

Ketika aku sampai dirumahnya, aku langsung menghampiri Jiwoon yang sedang membuat cake di dapur. Tanpa aba-aba aku langsung mengaitkan tanganku ke lehernya, kemudian aku kecup kepala samping kanannya dengan halus, “istriku sedang memasak kue rupanya….”

“hoh, Oppa…. kenapa bicara seperti itu ? kita kan belum menikah ?”

“apa tidak boleh ? kita kan sudah pantas menjadi suami istri ?” ucapku sembari mencoba mencium bibir Jiwoon dari belakang.

“Heish” balas Jiwoon sambil mengunci bibirku dengan jemari telunjuknya. “aku sedang sibuk membuat kue, jadi nanti saja….”

“ahh kau ini !” aku sedikit kesal dengan tingkah laku Jiwoon kali ini, aku pun lepaskan tanganku yang mengait lehernya dan beranjak pergi keruang tengah. Kemudian aku nyalakan TV layar datar sebesar 29 inch yang ada diruangan itu. mataku langsung terbelalak ketika TV itu menyala dan acara yang pertama kali muncul dalam layar itu adalah sebuah berita mengejutkan tentang diriku sendiri.

 

To be Continue >>>

,

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: