[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 15/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 15/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

Sudah beberapa hari Jiwoon tak sadarkan diri, aku tidak mengerti sebegitu parahkah sakitnya ?, tapi.. aku merasa tak bosan-bosannya untuk merawatnya, mengusap tubuhnya dengan air hangat, membukakan jendela kamar untuk membuatnya lebih nyaman, mengganti bunga lili kesukaannya yang ada disamping ranjang tidurnya, ataupun yang lain. Tapi dalam hatiku aku semakin khawatir, aku takut kalau dia tak akan lagi membuka matanya.

Aku kembali memegang tangan lembutnya, “chagiya… sampai kapan kau akan terus tertidur ? apa kau tidak bosan, terus tidur seperti itu ? chagiya… ayo bangun… Oppa merindukan senyuman indahmu itu…”

Aku mengecup keningnya, namun seketika aku mendengar bunyi sirene polisi dari luar, aku mengintipnya dari jendela kamar Jiwoon. Ternyata benar, mereka adalah polisi Seoul dan juga ada beberapa polisi penyidik. Sial ! mereka masih mengejarku. Aku bergegas menelphone Minwoo yang ada dirumahnya. Beberapa kali belum diangkat, aku semakin tidak tenang, namun disela-sela ketidak tenanganku, Minwoo menjawab ponselnya.

“Woo… cepatlah datang kerumah sakit. Aku tidak bisa menemani Jiwoon hari ini, polisi mengejarku, kalau aku tetap disini, Jiwoon pasti juga akan terseret… cepatlah Minwoo…”

“ne… ne… hyung-ege…”

Aku langsung lari saat ponselku ditutup, aku percaya Minwoo pasti datang…. dia namja yang baik. “Mian chagiya… Oppa harus pergi lagi…” ucapku seraya mengecup lembut keningnya.

Aku terus berlari diantara kerumunan pasien ataupun orang-orang yang hanya sekedar menjenguk keluarganya. Mereka terlihat bingung denganku, namun aku tak peduli apa presepsi mereka, yang terpenting sekarang adalah lari dan menghindar dari kejaran polisi. Lari dan terus lari, mempercepat kaki seribuku menjauh dari mereka.

“hei berhenti !” teriak salah satu polisi yang berlari dibelakangku.

“aisshh kurangajar… mereka sudah masuk kerumah sakit…”

Setelah beberapa lama berlarian didalam rumah sakit, akhirnya aku bisa keluar juga. Aku mengambil mobil BMW R3 ku yang ada di tempat parkiran, sontak saja aku langsung membanting setir mobilku dengan sangat cepat, aku tidak boleh tertangkap oleh mereka, aku masih ingin menikmati hidup.

Sepanjang perjalanan, polisi-polisi itu terus mengejarku, mereka terus menerus memanggil namaku, juga terus memintaku untuk berhenti, aku bisa melihatnya dari kaca spion mobilku, mereka sama sekali tidak mau menyerah rupanya. Aku terus menjaga jarak dengan mereka, memastikkan kalau aku tidak berada pada jarak tembak mereka, jika aku berada pada jarak tembak, sudah bisa dipastikan kalau aku tidak akan selamat.

“heh, kalian pikir bisa menangkapku dengan mudah …”

Hari sudah semakin sore dan aku pun sudah berada jauh dari kota Seoul, nampaknya mereka sudah tak lagi mengejarku. Aku pun bisa bernafas lega, kini aku berada di tepi danau yang tak aku kenal, mungkin ini pertama kalinya aku datang kemari. Danau ini begitu indah sangat luas hingga serasa lebih mirip dengan laut daripada sebuah danau. Pemandangan danau sore ini begitu indah, ketika sunset mulai turun, sebercik cahaya keemasan terpancar dari air danau yang indah dan tenang, burung-burung camar pun mulai terbang pulang, aku terus menatap pemandangan yang sangat indah itu, tapi aku justru merasa sedih, ketika mengingat aku harus kembali menjauh dari Jiwoon, sedih memang, tapi apa boleh buat, jika aku tetap disamping Jiwoon, Jiwoon pasti akan ikut menjadi buronan, aku tidak tega kalau harus melihatnya menjadi buronan seperti aku, cukup aku saja.

Hari semakin gelap setelah sunset tak memunculkan wajah merahnya lagi, tapi aku… aku masih setia berada di tepi danau yang tak berpenghuni itu sambil duduk di akar pohon yang cukup besar dan sesekali aku melemparkan batu ke dalam danau itu. Aku merasa sangat kesepian, bukan karena tempat ini yang sepi, tapi karena tak ada Jiwoon disampingku, aku sangat merindukanmu, aku ingin selalu bersamamu dan juga bayi kita, ingin rasanya aku membangun rumah kecil untuk tempat tinggal kita bersama, tempat dimana kita akan menjadi suami istri yang sah dan membesarkan anak kita bersama-sama tanpa ada rasa takut yang menghantui setiap jalan kita… tapi… apa itu mungkin ?

Kemudian aku pandangi langit, ternyata malam ini bintang muncul, banyak sekali, dan bulanpun demikian. Mereka seolah memberikan penerangan untukku di malam yang gelap nan sepi ini. Semilir angin malam ini juga sangat tak terasa, yang ada hanya sesunyian yang menyelimuti. Aku beranjak berdiri dari tempat dudukku, aku tidak begitu sadar dengan apa yang aku lakukan. Dan…

“… JIWOON… BANGUNLAH… AKU SANGAT MENCINTAIMU… SANGAT… SANGAT MENCINTAIMU… DAN JUGA ANAK KITA… KU MOHON BANGUNLAH… DAN CEPAT SEMBUH… SARANGHAE JIWOON… NAN NEUL SARANGHAE….”. aku berteriak sangat keras hingga tenggorokanku terasa kering tak berair…

———— Youngmin POV End ————

———— Author POV ————

Malam itu, Youngmin berteriak keras di tepi danau. … JIWOON… BANGUNLAH… AKU SANGAT MENCINTAIMU… SANGAT… SANGAT MENCINTAIMU… DAN JUGA ANAK KITA… KU MOHON BANGUNLAH… DAN CEPAT SEMBUH… SARANGHAE JIWOON… NAN NEUL SARANGHAE…., begitulah yang ia ucapkan. Dan seketika dirumah sakit, dimana Jiwoon dirawat, tiba-tiba saja langsung terbangun dari tidurnya, dia menatap langit-langit ruangan yang serba putih, dia tidak mengerti apa yang sudah terjadi dengannya, dia merasa ada sesuatu yang memaksanya untuk bangun, tapi dia tak tahu apa itu.

 

“Oppa….” begitulah kalimat pertama yang dia ucapkan ketika ia baru tersadar.

 

Minwoo yang sedang tidur di kursi yang ada disudut ruangan, seketika bangun juga saat dia mendengar ada suara memanggil. Ternyata itu suara Jiwoon, Minwoo pun sangat senang, ternyata setelah 4 hari tak sadarkan diri, akhirnya kini ia sadar juga. Senang, sungguh senang, akhirnya yeoja yang sangat Minwoo sayangi bangun juga. Dia pun beranjak menghampirinya.

 

“Noona, kau sudah bangun ?”

 

“Minwoo… dimana aku sekarang ? kenapa semuanya serba putih ?”

 

“ahh Noona sekarang ada di rumah sakit. Sudah 4 hari Noona ada disini, aku senang akhirnya Noona sadar juga, aku sudah sangat khawatir. Aku pikir Noona tidak akan bangun lagi… apa sekarang Noona merasa sudah baikan ?”

 

“hah ? memangnya aku sakit apa ? kenapa aku harus ada di rumah sakit ?”

 

“menurut dokter Noona itu terlalu stress, dia bilang Noona hampir saja keguguran, karena stress Noona itu…”

 

“tapi kenapa aku sama sekali tidak tahu…”

 

“ahh sudah lah Noona, jangan dipikirkan….”

 

“ooh begitu”. Beberapa kali Jiwoon melihat sudut demi sudut seakan mencari sesuatu yang tidak ada, yah, dia mencari Youngmin. Dalam tidurnya dia merasa kalau Youngmin selalu ada disampingnya, tapi ia ragu karena sekarang dia sama sekali tidak melihatnya ada disini. Apa dia belum kembali ? pikirnya

 

“Noona mencari apa ? oh, aku tahu, Noona pasti mencari hyung kan ? beberapa kemarin hyung datang, dia yang selama ini merawat Noona, tapi hari ini dia pergi lagi, dia bilang ada polisi yang sedang mengejarnya, makanya dia pergi lagi. Noona jangan khawatir hyung pasti kembali”

 

“ahh benarkah ? tapi aku merasa ragu sekarang, aku ragu dengan cinta Oppa…”, ucapnya seraya memerahkan matanya seakan sedang menahan tangis. “dia terlalu lama pergi. Aku takut kalau dia akan meninggalkanku…”

 

“Noona jangan berpikiran seperti itu… hyung bukanlah orang yang dengan mudah meninggalkan seseorang tanpa alasan yang jelas. Percayalah, hyung pasti kembali”

 

To be Continue >>>

 

, , ,

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: