[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 16/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 16)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

 

Minwoo berusaha menenangkan hati Jiwoon yang penuh ragu, meski sebenarnya hatinyalah yang terluka. Dia berusaha tersenyum dan periang didepan Jiwoon, selalu menceritakan kebaikan Youngmin dihadapannya agar Jiwoon membuang jauh-jauh persaannya yang penuh keraguan. Namun, dibelakang Jiwoon, Minwoo tak bisa menahan perih hatinya yang terluka, karena harus menerima bahwa Jiwoon sama sekali tidak mencintainya, sedangkan Minwoo, dia dengan sangat tulus memberikan hatinya meski selamanya tak akan pernah bisa mendapat balasannya.

 

Hari berikutnya Jiwoon sudah boleh pulang namun dengan syarat harus selalu menjaga kesehatannya dan harus menjauh dari stress. Semenjak saat itu, Minwoo bertekat untuk terus membuatnya tersenyum.

 

Hari berganti dan terus berganti. Minwoo dan Jiwoon sudah sangat dekat, mereka sering bersama, bercanda bersama dan menangis bersama saat menonton drama. Perlahan Jiwoon sudah mulai melupakan Youngmin, dia justru lebih senang berada disamping Minwoo daripada namjachingunya sendiri. Jiwoon pun sudah mulai merespon cinta Minwoo, dia tidak begitu menyadari bahwa benih-benih cinta kepada Minwoo sudah mulai muncul, entah itu karena terlalu lama tinggal serumah ataupun karena tulus dari hati.

 

Seperti malam ini, tidur Minwoo terlihat kurang tenang, Jiwoon yang belum tidur langsung beranjak menghampirinya dan membangunkan Minwoo yang tidur di Sofa tak jauh dari ranjang tempat ia tidur.

 

“Minwoo-ah… kau kenapa ?”

 

“ah Noona…” ucapnya sedikit kaget dan langsung duduk di Sofa itu. Jiwoon pun duduk disampingnya.

 

“tidurmu tidak nyenyak ?”

 

“tadi aku mimpi buruk Noona…”

 

“Mimpi apa ? pantas saja kau sampai berkeringat…”. Jiwoon mengusap pelan dahinya yang berkeringat.

 

“aku… aku bermimpi kalau Noona bertengkar dengan hyung karena aku…”

 

“mwo ? itu tidak mungkin lagipula Oppa tidak ada disini…”

 

Kemudian Jiwoon memegang tangan Minwoo, dia sedikit tegang ketika Jiwoon memegang tangannya untuk pertama kalinya. Dan tidak hanya itu, Jiwoon juga mendaratkan kiss di pipi kiri Minwoo sebagai tanda persahabatan. Tapi presepsi Minwoo berbeda, hatinya terasa tidak karuan ketoka kiss itu mendarat di pipinya, ada perasaan tegang bercampur dengan malu.

 

“boleh aku pinjam bahumu ?”

 

“te…tentu Noona…”

Seketika Jiwoon bersandar di bahu kiri Minwoo, dia merasa begitu nyaman bersandar dibahunya itu dan memejamkan mata indahnya. Minwoo semakin tegang, apalagi Jiwoon sekarang benar-benar dekat dengannya. Perlahan tangan kirinya mulai merangkul bahu Jiwoon yang sedang memejamkan matanya itu, Minwoo pun tersenyum bahagia.

 

Sedangkan dilain pihak, Youngmin telah beranjak pergi dari tepi danau menuju sebuah rumah kosong tak jauh dari sana, ia pun masuk dan duduk di pojokan tak jauh dari pintu belakang, rumah itu begitu kotor dan dan tak terurus, maklum saja itu adalah rumah tak berpenghuni. Di pojokan ruangan Youngmin nampak sedang melamun, pandangannya kosong, nampaknya pikirannya sedang pergi entah kemana, dan tangan kanannya terus menerus memutar-mutar pistol RM-2gth miliknya.

 

Tiba-tiba,… dubrakkk…. pintu terbuka dengan keras hingga membuyarkan lamunan Youngmin. “jangan bergerak !!!” pinta 5 orang polisi yang seketika masuk dan menghadapnya dengan menodongkan pistol kearahnya. Youngmin sangat terkejut, dia langsung beranjak dari tempat duduknya, “kurangajar !!”

 

“sebaiknya kau menyerah Youngmin” pinta seorang polisi yeoja dari belakangnya, polisi itu masuk lewat pintu belakang dan sendirian. Youngmin langsung membalikan badannya dan menatap yeoja itu. yah… itu Sora, mantan kekasihnya yang pernah ingin merebut Youngmin dari tangan Jiwoon, namun tak berhasil. Sora marah karena cintanya tak terbalaskan oleh Youngmin, awalnya ketika dia sedang berusaha merebut hati Youngmin, dia berusaha keras untuk membantu Youngmin bersembunyi dari kejaran polisi, namun ketika tahu Youngmin sama sekali tak menyukainya, dia justru berbalas melaporkan keberadaan Youngmin pada polisi, berharap Youngmin bisa cepat tertangkap dan membusuk di penjara. Karena alasan inilah, malam itu Sora dan pihak kepolisian berusaha keras mengejar Youngmin yang terkenal dengan si penjahat licin itu.

 

“oh jadi ini semua ulahmu ? kurangajar !”

 

“sudahlah ! sebaiknya kau menyerah saja”, ucap Sora sambil menodongkan pistol kearahnya.

 

“tidak akan !”. secepat kilat Youngmin mendekat pada Sora dan segera menekuk lengan Sora kebelakang, Sora tidak sempat melawannya karena gerakan Youngmin terlalu cepat, seketika pistol yang dibawanya langsung jatuh kelantai, dia merintih kesakitan. Kedua tangan Sora terus dipegang oleh tangan kiri Youngmin sedangkan tangan kanannya masih memegang pistol RM-2gth miliknya. Perlahan dia menggerakkan tangan kanannya kearah wajah Sora.

 

“lepaskan !”, ucap Sora lirih

 

“kalau kalian ingin gadis ini selamat… biarkan aku pergi…”

 

“tidak bisa !”

 

“jadi kalian ingin gadis ini mati dihadapan mata kalian ? baik, aku tidak akan segan-segan lagi untuk membunuhnya…”. Youngmin tersenyum licik, jemarinya perlahan mulai menekan knop pistol itu. Sora menatap gerakan jemari Youngmin, dia benar-benar serius, apa mungkin dia akan membunuh Sora ?

 

Kelima polisi itu mulai menurunkan pistol yang mereka pegang, pertanda mereka membolehkan Youngmin pergi. Sedangkan Youngmin perlahan, mulai melangkahkan kakinya menuju pintu belakang membawa Sora yang masih di todongnya. Mereka masuk kedalam mobil Youngmin dan seketika ia membanting setir mobil dan menancapkan gas dengan sangat cepat.

 

“kenapa kau lakukan ini Sora ?” tanya Youngmin di tengah perjalanan panjang yang tak tentu arah itu.

 

“kalau aku tidak mendapatkanmu, Jiwoon juga tidak”

 

“apa maksudmu ?”

 

“aku tidak rela kalau Jiwoon memilikimu… kau hanya milikku…”

 

Ketika mendengar ucapan Sora barusan, tiba-tiba Youngmin menghentikan laju mobilnya tepat di sebuah lahan sepi di pinggir hutan, disana sepertinya tak ada bau manusia, begitu sepi seperti tak ada penghuninya. Dia tampak begitu kesal pada Sora, dia langsung membukakan pintu samping Sora dari dalam, Sora bingung dengan tingkah laku Youngmin saat itu, kenapa dia membukakan pintunya, dia hanya bisa menatap heran.

 

“Cepat turun !” pintah Youngmin tiba-tiba.

 

“apa ! apa kau sudah gila, menurunkanku di tengah jalan yang gelap seperti ini ?”

 

 

To be Continue >>>

 

, , ,

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: