[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 17/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 17)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

 

“aku tidak peduli !”, dia mendorong Sora untuk keluar dan jebrett, dia menutup pintu mobilnya dengan sangat kasar. Dan melaju kancang serasa tak memiliki salah atau dosa.

 

“Youngmin sialan !!” teriak Sora kesal.

 

Dirumah kecil milik Minwoo, saat itu terdengar suara tawa kecil dari sana, ya… suara Jiwoon dan Minwoo yang sedang bercanda bersama, mereka nampak seperti anak kecil. Mereka bermain kartu remi, dan yang kalah harus dicoret wajahnya dengan bedak. Sepertinya mereka sudah lama bermain, ini terlihat dari wajah mereka yang sama-sama penuh coretan bedak. Mereka terlihat sangat menikmati permainan mereka, hingga tak terasa malampun sudah mulai larut.

 

“hahh… aku lelah Noona…” keluh Minwoo sambil merenggangkan kedua lengannya.

 

“hahahhah ya sudah kita berhenti…”

 

“oh ya. Noona ingin minum apa ?”

 

“hah… emm teh hangat saja… “

 

“Noona suka sekali teh hangat… ya sudah aku buatkan dulu ya…”

 

Beberapa menit kemudian Minwoo kembali sambil membawakan segelas teh hangat untuk Jiwoon. Saat itu Jiwoon tengah membersihkan mukanya dengan handuk kecil, seketika dia pun menghentikan kegiatannya dan menerima teh itu dari tangan Minwoo. Setelah itu Minwoo pun duduk disamping Jiwoon. Beberapa kali Jiwoon meminum teh itu, namun seketika ia berhenti disaat ia melihat wajah Minwoo yang masih berlumuran dengan bedak, dia langsung membersihkan dengan handuk yang digunakannya barusan.

 

“ah Noona, aku jadi merepotkan…”

 

“tidak. Kau kan tadi sudah mengambilkanku teh, sekarang giliranku untuk membersihkan wajah lucumu itu…”

 

Jiwoon tersenyum tulus pada Minwoo. Sedangkan Minwoo terus terpukau dengan senyum indah Jiwoon yang dilontarkan padanya, seketika pikirannya melayang ke langit tujuh, bahkan sesekali dia tersenyum sendiri saat Jiwoon membersihkan wajahnya. Perasaannya pada Jiwoon pun semakin tidak karuan… dia semakin menyukainya, dia berharap kelak suatu saat Jiwoon mau menerimanya dan merespon cintanya.

 

“hei !” ucap Jiwoon sambil menepuk bahu Minwoo hingga dia tersadar dari dunia khayalannya. “kau kenapa ? kenapa melamun ?”

 

“ani… ani…aku hanya… aku hanya suka dengan wajah ceria Noona… heheheh”

 

“benarkah, aku juga suka dengan wajah mungilmu… sangat lucu…”

 

Jiwoon kembali meminum teh yang sebelumnya ia letakkan di meja sampingnya. Minwoo membelai rambut Jiwoon yang terlihat sedikit berantakan, Jiwoon tersenyum lagi.

 

“rambut Noona bagus sekali… aku suka…”

 

“terimakasih Woo…”. ucapnya dengan senyum yang terus ia sumbar.

 

Klekk pintu tiba-tiba terbuka dan Youngmin langsung masuk tanpa permisi, dia terdiam melihat kemesraan dan canda tawa Jiwoon dan Minwoo. Hatinya terasa panas ketika melihat mereka begitu dekat, rasa cemburu kini telah menguasai hati dan pikiran Youngmin. Jiwoon dan Minwoo pun demikian, mereka sangat terkejut dengan kedatangan Youngmin yang tiba-tiba tanpa ada kabar sebelumnya. Minwoo tertunduk dan pandangannya beralih menjauh dari tatapan cemburu Youngmin. Sedangkan Jiwoon, seketika gelas yang dipegangnya langsung ia taruh kembali di meja.

 

“kalian ini apa-apaan ?” tanya Youngmin dengan nada emosi.

“kami hanya bercanda…” jawab Jiwoon singkat.

 

“Ayo pulang…” ucap Youngmin sembari menarik paksa lengan Jiwoon.

 

Namun dengan lembut Jiwoon berkata, “aku tidak mau…”. dia melepas genggaman Youngmin pelan-pelan dengan senyum kecil dari bibirnya, “Oppa sudah terlalu lama meninggalkanku, aku ingin bersama Minwoo saja. Aku senang tinggal disini…”

 

Jiwoon melirik kearah Minwoo yang terus terdiam, Youngmin menyadarinya, “ku pikir kau seorang teman, ternyata kau musuh dalam selimut !” ucap Youngmin dengan kasar. Dia menarik lengan Jiwoon lagi, kali ini lebih kasar dan erat dari yang tadi. Jiwoon pun hanya pasrah, dia diseret keluar oleh Youngmin.

 

“hentikan !” ucap Minwoo disaat Youngmin menyeret paksa Jiwoon, dia pun sejenak menghentikan langkahnya, namun tak lama kemudian menariknya lagi. Minwoo mengajar, “Tunggu… jangan paksa Jiwoon… kasihan dia…”

 

Saat di luar rumah, Minwoo langsung mempercepat langkah kakinya dan setelah dekat dia langsung menarik lengan Youngmin hingga genggaman pada Jiwoon terlepas, “apa hyung lupa, Jiwoon sedang hamil. Tolong jangan kasari dia !”

 

“apa pedulimu !” ucap Youngmin seraya mendaratkan pukulan tajam pada pipi kiri Minwoo.

 

Minwoo sedikit kesakitan, kemudian membalas hantaman keras Youngmin, bukk, Youngmin juga kesakitan, bahkan bibirnya terlihat sedikit berdarah, meski hanya sedikit, namun itu terlihat jelas.

 

Sedangkan Jiwoon, dia terlihat sangat kebingungan, melihat pertengkaran antara namjachingunya dengan sahabatnya sendiri. Dia hanya bisa melirik satu sama lain dengan perasaan khawatir, dia juga bingung mau membela yang mana, karena baginya mereka berdua sama baiknya. “hentikan… !”

 

Minwoo dan Youngmin tak mendengar pintah Jiwoon, seakan emosi diantara mereka mampu menutupi semua suara yang ada disekitarnya. Youngmin yang tidak terima dengan hantaman Minwoo pun kembali melakukan aksinya, namun kali ini bukan hantaman, melainkan tendangan. Ya, Youngmin menendangnya dengan keras hingga dirinya sendiri ikut terjatuh.

 

Dengan reflek yang cepat, Jiwoon langsung menolong salah satu dari mereka, ya, Jiwoon lebih memilih untuk membantu Minwoo berdiri daripada namjachingunya sendiri karena dia berfikir kalau Youngmin lah yang bersalah bukan Minwoo jadi sudah sepantasnya dia menolong yang tak bersalah. Sedangkan Youngmin, dia bangun tanpa ada yang membantunya, marah memang rasanya melihat yeojachingunya sendiri lebih memilih menolong orang lain daripada dirinya sendiri. Jiwoon menatap mata Youngmin dengan penuh amarah, dia tidak pernah menyangka kalau Youngmin tega melukai temannya sendiri yang sudah berkali-kali menolongnya, ternyata dia tidak sebaik yang di pikirkan.

 

Youngmin sudah benar-benar marah dengan kelakuan Jiwoon yang terus membela Minwoo, ingin rasa ia menghabisi Minwoo yang tidak tau diri itu, yang berani mencoba untuk merebut Jiwoon dariku. Youngmin menghela nafas panjang, dan seketika dia menodongkan pistol tepat kearah Minwoo. Dia menatapnya penuh amarah, dia tidak menyangka kalau Minwoo menyukai Jiwoon, kalau tau akan seperti ini, sejak awal tidak akan pernah ia pertemukan dirinya dengan Jiwoon, minwoo penghianat ! pikirnya.

 

Jiwoon sangat terkejut dengan keputusan Youngmin untuk menembak Minwoo, nama mungkin Jiwoon tega melihat temannya yang sudah terlalu banyak membantunya harus mati di tangan namjachingunya sendiri, mana mungkin.

 

To be Continue >>>

 

, , ,

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: