[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 18/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 18/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

 

Dengan sedikit menahan tangis, Jiwoon pun berdiri didepan Minwoo seolah mengharap kalau dirinya saja yang terkena tembak daripada Minwoo. Dia terus berdiri didepannya meski sudah berkali-kali Minwoo mencoba menyingkirkan jiwoon dari hadapannya, tapi Jiwoon tak kunjung mau, dia tetap berdiri didepannya.

 

“Noona, apa yang kau lakukan, Noona bisa mati kalau terkena tembakan hyung…”

 

“aku tidak peduli… biar aku yang mati saja…”

 

“Noona… !”

 

Youngmin terus menatap tajam mereka berdua, Youngmin tidak pernah menyangka kalau Jiwoon lebih memilih Minwoo daripada dirinya yang jelas-jelas adalah namjachingunya sendiri. Dia terus menatapnya, hingga matanya mulai memerah seakan sedang menahan air mata yang hendak keluar dari pelupuk mata indahnya.

 

“selamat tinggal…” ucapnya dalam hati sambil menarik knop dan memutar RM-2gth 90 derajat ke kiri.

 

Jiwoon dan Minwoo yang ada didepannya seketika memejamkan mata mereka. Apapun yang terjadi, meski salah satu dari mereka akan mati, itu bukanlah masalah, karena kematian adalah awal dari kebahagiaan.

 

Disaat peluru sudah meluncur, angin ataupun udara terasa berhenti, hanya keheningan yang mereka rasakan. Mereka tak mendengar apapun saat itu, dan crassshhh sesuatu terdengar, seperti ada suara air yang keluar dari suatu tempat, Jiwoon dan Minwoo membuka mata mereka, dan alangkah terkejutnya mereka ketika pemandangan yang pertama kali mereka lihat adalah Youngmin dengan darah yang bercucuran di lehernya, Jiwoon bingung apa yang sebenarnya terjadi ? kenapa justru Oppa yang tertembak ? disini tidak ada siapa-siapa kecuali mereka bertiga.

 

“Oppa…” tangis Jiwoon seketika pecah melihat keadaan Youngmin yang terkulai lemah, luka tembaknya cukup dalam, dan darah yang dikeluarkannya juga cukup banyak. Minwoo dan Jiwoon pun mendekati Youngmin yang terkapar di tanah, Minwoo menopangnya. Mereka berdua masih bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan Youngmin ?

 

“hyung…”

 

Yah… saat Youngmin menembakkan RM-2gth miliknya, dia tidak memakai teknik biasa, dia memakai teknik yang akhir-akhir ini baru dipelajarinya, teknik memutar arah peluru dari jarak tembak normal. Teknik sudah benar-benar sempurna, bahkan sudah mampu berputar 360 derajat, seperti yang dilakukannya malam ini. Meski seberapa besar perasaan marahnya, dia tetap tidak mampu melukai mereka berdua, mereka sudah Youngmin anggap sebagai keluarganya. Bahkan sebelum peluru melukai lehernya, dia sempat menitikkan air mata sebelum akhirnya peluru itu masuk ke lehernya dan seketika darah muncrat dengan hebatnya. Seketika itu pula, Youngmin tersungkur jatuh dan lemah.

 

“apa yang Oppa lakukan ?” tanya Jiwoon dengan isak tangis yang masih terlihat jelas di wajah cantiknya.

 

“chagiya… maafkan Oppa… Oppa sudah kasar padamu… oppa sangat mencintaimu… juga anak Oppa, maaf Oppa yang sudah terlalu lama meninggalkanmu, chagiya… Oppa menyesal…” ucap Youngmin seraya mengusap butiran air mata yang terus keluar dari mata sendunya.

 

“Saeng… hyung titipkan Jiwoon dan anak hyung padamu… tolong kau jaga mereka dengan baik… hyung sayang padamu… maafkan hyung yang sudah memukulmu…” lanjut Youngmin sambil menatap lembut mata minwoo yang sudah berlinang dengan air mata. Kemudian Youngmin mengambil sesuatu dari balik bajunya, terlihat ada sepasang passport lengkap yang dia ambil, dan langsung ia berikan pada Minwoo tanpa ada sepatah katapun terucap dari mulutnya. Youngmin percaya Minwoo mengerti apa maksud Youngmin. Ya, dengan kata lain Youngmin menyuruh Minwoo untuk pergi dari negara ini, karena negara ini sudah tidak aman lagi untuk mereka berdua.

 

Dan setelah itu tubuh Youngmin terasa sangat lemas seperti tak ada nyawa di dalamnya, matanya seketika terpejam, dan tak ada kata-kata muncul dari bibirnya, dia terus diam tak bergerak. Minwoo terus terdiam, tangisnya tiada henti mengalir dari mata kecilnya.

 

Jiwoon terus menangis, dia masih tidak percaya kalau Youngmin sekarang sudah tiada, dia sudah pergi untuk selamanya. Jiwoon sangat sedih ketika dia harus menerima kenyataan bahwa bayi yang akan dilahirkannya jelas tidak akan pernah tau bagaimana ayahnya, tidak bisa merasakan hangatnya kasih sayang dari seorang ayah… semua itu tidak akan pernah dirasakan oleh anaknya kelak. Sedih sangat sedih, saat harus mencoba merelakan seseorang yang sangat dicinta pergi ke dunianya yang lain. Jiwoon tak mungkin lagi bisa melihat wajahnya lagi, merasakan kehangatan cintanya dan semua tentangnya akan berakhir hari ini…

 

“Oppa… jangan tinggalkan aku, Oppa….”

 

Malam itu berakhir dengan kesedihan, Youngmin rela mengorbankan nyawanya untuk mempersatukan cinta Minwoo dan Jiwoon… akankah mereka berdua akan bersatu dan membentuk sebuah keluarga kecil ? akankan Jiwoon menyadari betapa dalam cinta Minwoo padanya ?

******

Beberapa bulan kemudian, disebuah rumah sakit dimana dulu Jiwoon pernah dirawat, kini ia kembali kesana, namun bukan karena sakit, melainkan untuk persalinan. Bayinya lahir dengan selamat, dan ia laki-laki seperti yang pernah diprediksikan sebelumnya. Bayinya begitu lucu dan menggemaskan, kulitnya putih dan rambutnya lurus tegak berdiri. Jiwoon sangat bahagia, ketika ia tatap wajah bayinya yang sangat mirip dengan appanya, kemudian ia memberinya nama Han Kwangmin, dengan marga yang ikut dengannya… Jiwoon tersenyum dan setetes tangis haru keluar dari matanya, akhirnya setelah sekian lama bayi itu, ada pada perutnya, hari ini akhirnya ia keluar dan mampu menatap dunia, senang bercampur haru yang ia rasakan sekarang….

 

6 tahun berlalu semenjak kelahiran putra pertamanya, hari ini jiwoon mengajak anaknya itu berkunjung ke makam appanya yang tak jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Di pemakaman beberapa kali Jiwoon mengusap nisan Youngmin dengan penuh rasa rindu, rindu untuk bertemu dengannya lagi. Sedangkan Kwangmin, anaknya justru sibuk dengan rumput-rumput kecil yang ada disekitar makam appanya. Dia belum mengerti apa yang dilakukan eommanya disini.

 

“Oppa… sudah lama aku tidak kemari, hari ini aku datang bersama anak kita, Kwangmin. Sekarang dia sudah besar, Kwangmin sangat mirip dengan Oppa, lucu, sangat lucu…”. Jiwoon berkali-kali menatap nisan Youngmin dan juga wajah lucu Kwangmin.

 

“ini makam Appa ?”

 

“ne Kwangmin-ah… ini makam appamu…”

 

“appa… saranghae… Kwangmin-i sangat menyayangi appa, appa baik-baik saja kan disana… kwangmin-i sangat rindu dengan appa…”. ucap Kwangmin seraya meletakkan wajahnya di atas makam Youngmin, tangannya melingkar, seakan sedang memeluk sesuatu.

 

“kau sedang apa nak ?”

 

“memeluk appa…” ucap Kwangmin dengan ringannya seolah tak punya beban, Jiwoon langsung menitikkan air matanya ketika mendengar ucapan Kwangmin barusan, dia tidak menyangka, meskipun Kwangmin baru pertama kalinya datang ke makam Youngmin dan sama sekali belum pernah melihat seperti apa wajah appanya, Kwangmin ternyata sangat menyayangi appanya itu, dia mampu merasakan dalamnya kasih sayang appanya meski saat itu kwangmin masih dalam kandungan. Jiwoon mengusap air matanya, mencoba tegar di depan Kwangmin…

 

“nanti bajumu kotor, ayo kita pulang…”ajak Jiwoon sambil mencoba menarik lengan Kwangmin. Tapi Kwangmin menolaknya.

 

“aku masih ingin bersama appa…”. Kwangmin terus tiduran diatas makam Youngmin dan tak mau beranjak dari sana. “saranghae appa… saranghae… saranghae yongwonhi…”

 

Ketika Kwangmin mengatakan hal itu, seketika ada cahaya putih yang datang. Yah, Jiwoon dan kwangmin tidak menyadarinya, itu adalah cahaya Youngmin. Dia datang dari alamnya hanya untuk melihat Jiwoon dan anaknya yang sudah lama tak bertemu… Youngmin tersenyum, meski senyumannya tak akan di balas oleh Jiwoon ataupun Kwangmin.

 

“Nado saranghae, Kwangmin-ah…. saranghae…. saranghae yongwonhi…”. ucapnya seraya mengusap lembut rambut Kwangmin kecilnya sambil tersenyum… dan seketika itu pula tubuhnya kembali menghilang…

*******

 

Suatu ketika di sebuah atap gedung yang menjulang tinggi, ada seseorang namja yang berdiri disana, dia mengenakkan jaket kulit serba hitam sambil memegang senapan jarak jauhnya. Tatapan matanya sangat tajam, ketika dia sedang mencari target untuk ditembak. Dia adalah penerus Youngmin yang jauh lebih kejam darinya, tak mempunyai belas kasih ataupun permintaan maaf. Dia bahkan mampu membunuh anak-anak sekalipun. Jika Youngmin membunuh karena dibayar… namja ini berbeda, dia membunuh untuk balas dendam dan kesenangan. Hatinya sudah tertutup dengan kebencian yang amat dalam hingga ia tak mampu lagi disemtuh oleh kebaikkan sebesar apapun…

 

Siapakah dia ?

 

Nantikan It’s War 2: the Hacker

<<The End>>

Terimakasih sudah membaca, salam !

 

Pengarang : Onii-chan

Twitter : @Nesada

Fb : facebook.com/Nesada2012

Blog : nesada2012.wordpress.com

, , ,

  1. #1 by Aida on February 8, 2013 - 6:42 PM

    Biar di tebak,Pasti Kwangmin ??? iya kan???? hahahaha 😀

  2. #2 by jung ji yoo on May 22, 2013 - 12:03 PM

    segitu kejam.a kah kwangmin??? o.O

  3. #3 by Kuroda on July 11, 2013 - 10:30 PM

    Aku udah baca death to love, tapi baru comment sekarang. Mianhamnida, eonni.
    Ngemeng-ngemeng, hacker-nya mana, eonni?
    Minwoo kemana?
    Kwangmin jadi apa? >,< Kwangie~

    FIGHT, Onii-chan eonni! ^___^9

  4. #4 by regina on November 11, 2013 - 10:53 PM

    seruuuu abis ffnya,suka bgt sama imagenya youngmin >< ..

  5. #5 by regina on November 11, 2013 - 10:56 PM

    seruuuu abis ffnya,
    suka bgt sama imagenya youngmin >< ..

  6. #6 by sinta dewi on July 23, 2014 - 6:26 PM

    Klo menurutku itu pasti minwoo ya thor?#author=sok tau lo… hehehe ceritany keren thor…ini mirip2 dikit ma film wanted yg ada angelina jolieny ya…tp cuma dikit ko…

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: