[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 2/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 2/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

“…………Song Yuri, putri bungsu presiden Song Woohyung, beberapa jam yang lalu ada yang berniat mencelakainya, kami belum tahu siapa namja yang berniat untuk mencelakainya, yang jelas dia adalah pembunuh profesional yang memakai senapan jarak jauh tipe RM-2gth, sebuah senapan dengan kecepatan 290 km/jam. Pihak kepolisian sedang mengidentifikasikan orang tersebut……………” ucap presenter di News tersebut

“itu pasti ulah Oppa lagi kan ?” tanya Jiwoon tiba-tiba sambil menyodorkan semangkok kue Brownies kehadapanku

“heh… kau tau saja….”

“berhentilah menjadi seorang pembunuh, ada banyak pekerjaan lain yang bisa Oppa kerjakan selain menjadi pembunuh…”

“tidak bisa Chagiya… oppa sudah terlalu jauh dengan pekerjaan ini, tidak mungkin oppa berhenti di tengah jalan….” ucapku seraya mematikan TV tersebut.

Jiwoon duduk disampingku, nampaknya dia sedikit murung dengan ucapanku barusan, aku merasa sedikit tidak enak padanya, “chagiya…. jangan murung seperti itu… kau kelihatan jelek sekali….” aku mencoba membuatnya untuk tersenyum, tapi sayangnya dia masih saja murung.

“Oppa jangan bercanda, aku sedang serius… berhentilah jadi pembunuh…”. Jiwoon tiba-tiba saja menatap mataku dalam-dalam, aku membatu.

“Chagiya… dengarlah… Oppa tidak bisa berhenti menjadi seorang pembunuh, ini sudah menjadi pekerjaan Oppa, tolong mengertilah…” aku mencoba menenangkannya sambil membelai rambut panjang nan bergelombangnya.

“Aku takut, aku takut kalau terjadi sesuatu dengan Oppa, lihatlah semua polisi sedang mencari Oppa. Kalau Oppa tertangkap bagaimana !”

“Mereka tidak akan mudah menemukan Oppa, chagiya… kau tenang saja yah…” aku kembali mencoba menenangkannya. “oh ya, Oppa ingin sekali makan Brownies coklat buatan istriku ini, sepertinya enak….” aku mengalihkan pembicaraan.

“makanlah sepuas Oppa !”

“chagiya…. jangan berkata kasar seperti itu… apa kau tidak kasihan dengan suamimu ini ?”

“ani !”

Aku tidak mengerti dengan sikap Jiwoon hari ini, kenapa dia terus marah-marah padaku ? apa salahku ? huhu kenapa pembunuh profesional seperti aku ini tidak bisa berkutik sama sekali dengannya ? haah Jiwoon, kau memang satu-satunya polisi yang benar-benar bisa meringkusku.

Haah aku menghela nafas panjang, sambil menyandarkan punggungku ke sofa yang aku duduki, lebih baik aku biarkan saja Jiwoon dengan dunianya yang sedang penuh amarah. Chagiya chagiya…..

———— Youngmin POV End————

———— Jiwoon POV————

Hari ini seperti biasa, Youngmin Oppa datang kerumahku, aku sengaja tidak mengunci pintu depan, karena aku tahu, Oppa memang tidak suka masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu. Aku sangat mencintainya, bahkan melebihi diriku sendiri. Tapi aku sama sekali tidak suka dengan pekerjaannya sebagai pembunuh profesional yang sangat sadis itu. sudah berkali-kali aku mengingatkan Oppa, namun dia tetap saja bertahan didunianya yang penuh luka dan darah itu… kenapa ? asal Oppa tahu, aku sangat mengkhawatirkan Oppa…

Malam ini, sepertinya Oppa akan menginap lagi dirumahku. Aku tidak mengerti, Oppa lebih sering tidur dirumahku yang sempit ini daripada apartement mewahnya yang mungkin dua kali lipat lebih nyaman daripada rumahku ini.

Oppa tertidur disofa ruang tengah, wajahnya terlihat sangat lucu saat tertidur, bahkan lebih lucu dari bayi. Aku tersenyum sembari menyelimuti tubuh Oppa, kemudian aku belai wajahnya yang halus dan putih. “semoga tidurmu nyenyak Oppa….”

Aku beranjak pergi ke kamarku, sebenarnya tidak enak juga kalau terus saja menyuruh Oppa tidur diruang tengah seperti ini terus, tapi mau bagaimana lagi, dirumahku ini hanya ada 2 kamar, satu kamarku, dan satunya lagi dijadikan gudang, mana mungkin aku menyuruh Oppa tidur digudang….

Setelah masuk ke kamar, aku langsung merebahkan tubuhku diatas kasur yang cukup empuk. Tiba-tiba saja pikiranku melayang entah kemana, entah setan apa yang merasuki pikiranku tiba-tiba saja aku berfikiran ngawur. Aku mengkhayal jika suatu saat, dalam perutku ini ada bayi kecil yang hidup disana, apa yang harus aku lakukan ? apalagi jika itu adalah bayi Youngppa… aku semakin tidak karuan memikirkan hal itu. hanya senyum iseng yang kini tersungging dalam bibirku. “ahh sudahlah !!” aku kemudian menarik selimut, dan secepat kilat pergi ke alam mimpi.

Pagi hari, mentari pagi sudah lebih awal bangun daripada aku, hoam… aku masih saja mengantuk, padahal sinar hangat sudah datang ke kamarku melalui fentilasi kamar. Namun seketika perhatianku beralih pada sesuatu, tiba-tiba aku mendengar ada suara dentuman piano dari ruang tamu. Padahal yang aku tahu hanya ibuku saja yang terakhir memainkan piano itu, ataukah roh ibu datang kemari ?

Aku segera beranjak dari tempat tidurku dengan masih memakai piyama bermotif panda. Alangkah terkejutnya aku ketika melihat siapa yang sedang memainkan piano tersebut. Ya, Youngmin Oppa lah yang sedang bermain piano, permainannya sangat bagus, aku baru sadar selain pintar menembak ternyata jemarinya itu pintar bermain piano juga. Aku berdiam diri di belakang Oppa, aku tidak mau mengganggu permainan indahnya itu.

Aku sangat mengenal lagu yang sedang dimainkannya itu, It’s War itulah judulnya, aku tau sudah lama Oppa menyukai lagu itu, setiap klimaks dimainkan dengan nada sempurnya, tangannya begitu cepat bergantian antara chord satu ke lainnya. Kenapa, setelah 4 tahun berpacaran, kenapa baru sekarang aku tahu kalau Youngmin Oppa sangat pandai bermain piano ?

Aku sibuk dengan duniaku sendiri, hingga saat Oppa selesai bermain pianopun aku tak sadar, “Chagiya kau kenapa ? kenapa melamun ?” ucap Oppa seraya membuyarkan lamunanku.

“ah, Oppa. Jangan mengagetkanku…”

“kau terkagum dengan permainan piano Oppa ?” ledeknya

“hah… ani. Eommaku bisa bermain lebih baik dari Oppa” sangkalku

“itukan eomma mu… kalau kau sendiri…. ?”. Oppa kembali meledekku, aku diam saja. “sini Oppa ajarin…” ucapnya seraya menarik lenganku, sontak saja aku jatuh ke pangkuannya, sedikit malu sebenarnya sangat dekat dengan Oppa, meski dia itu Namjachinguku sendiri.

Perlahan Oppa mengajariku satu persatu chord yang mudah, mulai dari C hingga B, kemudian mencoba memainkan sebuah lagu, meski hasilnya justru rancu. Berkali-kali aku tertawa dengan permainanku yang sama sekali tidak ada bagus-bagusnya.

To be Continue >>>

,

  1. #1 by assassin's creed 3 on December 10, 2012 - 9:05 AM

    Incredible points. Sound arguments. Keep up the great effort.

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: