[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 3/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 3/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

Setelah mentari sudah lebih menampakkan sosoknya, aku mengajak Oppa untuk sarapan, aku tahu sejak kemarin dia belum makan. Dan hari ini seperti dugaanku, dia pasti makan dengan sangat lahap, ya, tidak sampai 5 menit nasi goreng yang ada di piringnya sudah habis ia santap. Sedikit heran sebenarnya, setelah benar-benar selesai, aku melihat ada beberapa butir nasi yang masih tersisa di dagunya, tak perlu pikir panjang, akupun langsung membersihkannya dengan tisu.

“Gomawo chagiya…” ucapnya dengan senyum aegyo

“ne, cheonma…”

“Chagi, hari ini kau berangkat kuliah ?”

“tentu Oppa, aku kan rajin…”

“huh, jangan berangkat chagi, temani Oppa saja hari ini…”

“tidak bisa Oppa, aku ingin jadi dokter. Jadi aku aku harus rajin belajar…” ucapku sambil melangkah pergi, “kalau Oppa akan pergi, jangan lupa kunci pintu…”

Aku terus melangkah pergi, sebenarnya tidak enak juga meninggalkan Oppa-ku sendirian dirumah, dia pasti kesepian. Tapi apa boleh buat, aku harus lebih banyak belajar, karena aku ingin sekali menjadi dokter yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan luka. Ya, kalau aku dan Oppa menikah, mungkin pekerjaan kami akan bertolak belakang. Pekerjaan Oppa adalah melukai sedangkan aku menyembuhkan, tapi tidak apalah. Itu adalah tantangan hidup… Semangat !

———— Jiwoon POV End————

———— Youngmin POV————

Setelah Jiwoon pergi, aku kembali menyiapkan pistolku yang akan aku gunakan untuk membunuh Song Yuri nanti, beberapa peluru sedang aku masukkan ke slotnya. Setelah selesai, aku bersiap untuk pergi dengan mengenakkan jaket kulit serba hitam.

Kali ini, aku berniat mendatangi kampusnya di Universitas Myeongji, aku tahu kalau dia kuliah disana semester 6. Aku mencoba untuk mengelabuinya untuk menjauh dari para pengawalnya, aku berpura-pura menjadi teman dekatnya, aku curi nomor ponselnya dari daftar administrasi siswa. Sepertinya dia percaya kalau aku ini temannya lebih tepat kakak kelas yang sangat menyukainya. Ternyata dia begitu polos, tidak seperti dandanannya yang sangat mewah. Aku menyuruhnya datang ke sebuah tempat dimana tidak ada orang yang tahu.

“…. dimana kau !” bentaknya seolah harga dirinya sangat tinggi.

“… tenang aku akan segera datang. Kau tunggulah sebentar..” ucapku dengan nada datar tak berekspresi dari ponselku yang tersambung dengan ponselnya, aku melangkahkan kakiku pelan menuju gudang belakang sekolah yang tidak terpakai. Aku yakin sekali, dia sudah ada ditempat itu, tunggulah kematianmu yang tidak akan lama lagi akan menjemputmu, pikirku sambil menyunggingkan senyum evilku.

“aku disini, Song Yuri….”

Dia langsung membalikkan badan, dan menatapku, namun seketika dia membatu, mungkin karena terpesona dengan ketampananku. Aku hanya tersenyum melihat salah tingkahnya itu. ya, dia memang cantik, tapi entah mengapa dia sama sekali tidak menarik bagiku, hanya Jiwoon satu-satunya orang yang bisa menarik perhatianku.

“kau siapa ? kenapa kau memintaku datang ke tempat kumuh seperti ini ? apa maumu ?”

“kau ingin tau siapa aku ? hah kalau aku katakan, aku adalah orang yang kemarin ingin membunuhmu bagaimana ? apa kau percaya ?”

“itu tidak mungkin. Mana ada pembunuh sekeren kau !”

“benarkah ? tapi itu memang aku” ucapku sembari menyiapkan pistol S-7arm dari saku, krekk aku geser bagian kepala pistol itu dan langsung aku todongkan pada Yuri. Dia terlihat sangat terkejut.

“apa masalahmu denganku ?”

“tidak ada. Ini hanya tugas. selamat tinggal nona Yuri…”

Duarrr… satu peluru baru saja aku luncurkan, sepertinya mengenai perut Yuri. Namun aku belum puas kalau hanya ada satu peluru yang bersarang ditubuhnya, kemudian aku tembak lagi hingga 8 kali. Dia langsung tersungkur jatuh, “kenapa ?”

“mian nona Yuri, aku harus membunuhmu…. semoga kau bahagia di akhirat sana…”. duarr … aku kembali menembaknya, namun bukan di bagian dada ataupun perut, melainkan tepat di keningnya, sratt seketika darahnya memuncrat ke arah wajahku. Yah, kepalanya pecah dan berlumuran darah. Matanya masih membuka, namun hatiku merasa senang ketika melihat darah yang begitu banyak keluar dari tubuhnya, sungguh indah, gumamku. Kemudian aku beranjak pergi dari tempat itu.

Tepat pukul 10 PM, aku kembali ke hotelku Yunshan yang berada di sebelah utara kota Seoul, aku naik lift untuk mencapai lantai 23, tempat aku menginap. Dan ketika aku baru sampai di depan pintu lift, aku sudah melihat Jihyun sedang bediri tepat didepan pintu kamarku, aku menghampirinya.

“apa kau sudah lama disini ?”

“tidak juga. Kau sudah berhasil membunuh Yuri rupanya…”

“itu bukan hal yang sulit bagiku…. “.. aku menekan beberapa pin untuk membuka pintu hotelku. Aku dan Jihyun pun masuk dan duduk di Sofa depan TV.

“ini untukmu.” Ucap Jihyun sambil menyodorkan sebuah check berisi 300 juta won.

Aku mengambil dan memperhatikan check itu, tapi kemudian aku meletakkannya lagi dimeja tempat aku mengambil tadi. “kirim saja ke rekeningku, aku malas mencairkan check seperti ini….”. nada suaraku melemah, mungkin aku terlalu lelah dan juga memang benar aku sedang malas mencairkan uang ke bank, terlalu ribet bagiku.

“apa !”

“apa kau tidak dengar ucapanku barusan !”

“ba… baiklah akan aku kirim uangnya langsung ke rekeningmu…”

Setelah Jihyun pulang, aku mengambil sebotol alkohol dari lemari es untuk menghilangkan rasa lelahku. Satu-persatu gelas sudah aku habiskan, bahkan alkohol itu sudah habis setengahnya. Dan perlahan kepalaku menjadi pusing, mungkin sudah terlalu banyak alkohol yang aku minum, dan lama kelamaan kesadaranku mulai hilang, dan aku pun tidak ingat apapun kemudian…..

———— Youngmin POV End————

———— Jiwoon POV————

Malam ini aku memutuskan untuk tidur lebih awal, sepertinya Oppa tidak akan menginap disini. Aku pun segera mengunci pintu depan dan belakang, karena aku takut ada seseorang yang iseng masuk kerumahku. Aku memejamkan mataku diatas boneka beruang super besar pemberian dari Oppa. Tapi rasanya baru 1 menit aku terlelap, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu depan dengan kasar dan sangat keras hingga membuat tidur nyenyakku terganggu. Aku melihat ke jam becker yang ada di meja samping ranjangku, ternyata jam 1 AM, siapa yang bertamu malam-malam seperti ini ?

To be Continue >>>

,

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: