[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 5/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 5/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

———— Youngmin POV————

Hari ini tugasku sudah selesai, membunuh seorang gadis sangatlah mudah bagiku. Akhirnya hari ini aku putuskan untuk datang ke lapangan tembak di daerah Yongsan, aku berniat untuk relaksasi disana dengan belajar teknik. Duarr sudah berkali-kali aku mencoba teknik baruku namun masih gagal, aku sedang berlatih teknik menembak yang tidak semua orang bisa, aku ingin menciptakan sebuah tembakan yang bisa melengkung dan mengenai sasaran yang ada dibelakangnya bukan yang ada dihadapan. Tapi teknik itu tidak mudah, harus benar-benar menguasai tekanan gravitasi dan arah arus angin.

Duarr, tembakan keduaku. Kali ini tembakanku bergeser 5 cm dari bidang target, aku tersenyum, ternyata usahaku ada hasilnya. Aku mencoba untuk menembaknya untuk ketiga kalinya, namun….

“…. lihatlah ini… semua orang sedang membicarakanmu…” ucap seorang yeoja dengan nada bicaranya yang kasar. Yah, dia Jiwoon, kali ini aku mengajaknya ke arena tembak, karena aku tahu dia sedang tidak ada mata kuliah. Jiwoon datang menghampiriku dengan muka yang marah sambil menyodorkan sebuah surat kabar yang baru saja diterimanya. Aku menerimanya dengan halus dan melangkah pergi ke tempat duduk tak jauh dari tempat stanby-ku tadi. Aku membacanya perlahan, hoohho aku baru sadar ternyata header News itu sedang membicarakan kasus pembunuhan putri presiden yang dilakukan seminggu yang lalu. Pantas saja Jiwoon datang dan marah-marah padaku.

“chagiya, kau tenang saja yah… tidak akan ada polisi yang tahu kalau aku yang sudah membunuh Yuri… tenang ya….” aku tersenyum, mencoba untuk membuat Jiwoon agar merasa lebih tenang.

“bagaimana mungkin aku bisa tenang, kalau Oppa-ku sedang menjadi burunan ! dasar Babo !”

“jangan seperti itu chagiya… Oppa baik-baik saja…”

“ya, mungkin sekarang. Tapi nanti…”

“nanti juga akan baik-baik saja…. jangan murung seperti itu, Oppa tidak suka. Ayo senyum… nanti cantikmu hilang. Chagiya….”

———— Youngmin POV End————

———— Sora POV————

Namaku Sora, Kang Sora. Seorang penyidik dari kepolisian Seoul, sudah hampir 3 tahun aku menjadi bagian dari mereka, dan sekarang aku memegang jabatan Brigade Two, sebuah pangkat yang berhasil aku dapatkan setelah 2 tahun menjadi polisi penyidik. Sebenarnya sulit kalau mengingat setiap hari harus berurusan dengan para kriminal dari kelas bawah sampai kelas kakap, tapi walau bagaimanapun ini sudah menjadi tugasku.

Dan sekarang aku mendapat tugas untuk menyidik kasus pembunuhan Song Yuri, putri kesayangan Presiden Woohyung. Hampir 2 hari menyidik tapi belum saja menemukan barang bukti autentik tentang pelaku pembunuhan itu. seluruh tempat kejadian sudah aku periksa, namun hasilnya nihil, tak ada yang bisa aku jadikan bukti. Pembunuh ini, pasti bukan orang sembarangan, semua jejaknya bisa ia hapus, bahkan satupun sidik jari tidak ada yang tertinggal, gumamku.

Setelah cukup lelah mencari, akhirnya aku mendapat ide baru. Aku membanting setir mobilku ke Seoul Nation Hospital, disana aku tanyakan siapa saja yang sudah membantu mengeluarkan 9 peluru dari tubuh Yuri, setelah ketemu, aku pun segera meminta sample peluru itu.

“Aku anggota kepolisian penyidik Seoul, aku minta semua sample peluru yang digunakan untuk membunuh Song Yuri kemarin”

Setelah menunggu beberapa lama, dokter itu pun kembali dengan membawa 9 peluru itu dalam plastik yang terbungkus rapat. Setelah mendapatkan peluru itu akupun kembali ke kantor. Aku periksa satu persatu peluru itu, tapi tetap, hasilnya nihil. “Mungkin dia memakai sarung tangan ketika memasukkan peluru ini ke slotnya, Kurangajar !”

Aku memeriksanya sekali lagi, kali ini aku lebih teliti, serbuk yang aku semprotkan ke peluru ini aku perbanyak, berharap bisa lebih mudah menemukan sidik jari pelaku walau hanya satu. Namun tetap, hasilnya memang benar-benar tidak ada. Aku pun mulai putus asa. Akhirnya aku ambil saja peluru itu dengan menggunakan sarung tangan berwarna putih. Ku perhatikan setiap lekuk peluru aneh itu, nampaknya ada goresan ukiran disetiap sisi Peluri itu. karena penasaran, akhirnya aku ambil loop dan memperhatikannya, ternyata benar itu adalah ukiran naga. Aku terus memperhatikan peluru itu, dan tiba-tiba saja aku teringat peluru yang sama seperti itu. aku pun membuka lagi meja kerjaku dan mengambil sample peluru yang aku miliki, dan aku dekatkan kedua peluru itu, ternyata memang sama.

“ternyata memang benar….”

Kini aku tahu, peluru ini hanya ada satu orang yang mempunyainya, peluru ini dibuat sendiri, tidak mungkin ada sembarang orang yang bisa menirunya. Youngmin, kau tidak bisa menyangkal lagi, akan aku jebloskan kau ke penjara. Aku tersenyum evil. Jo Youngmin, kau lah pelakunya. Awas saja kau !

———— Sora POV End————

———— Jiwoon POV————

2 Minggu telah berlalu, tapi hari ini aku merasa sedikit kurang enak badan. Bahkan saat mengikuti materi kuliah, kepalaku rasanya sakit sekali, hingga terasa mau pecah, pandanganku juga sudah mulai kabur. Aku tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi denganku ?.

Beberapa jam yang lalu menurut temanku, aku telah jatuh pingsan saat mengikuti materi kuliah, ya pantas saja sekarang saat aku terbangun aku sudah berada di ruang UKS, aku rasa sekarang sudah lebih baik daripada tadi. Ketika aku membuka mataku, aku melihat ada banyak temanku yang sedang duduk disampingku, mereka terlihat sangat mengkhawatirkanku. Tak lama kemudian pintu ruang UKS terbuka, dan aku melihat Youngmin masuk ke ruang ini.

“Jiwoon, kau tidak apa-apa ?” ucapnya dengan nada sangat khawatir. Seketika itu pula, teman-temanku pergi, mereka seakan tahu kalau Youngmin saja yang bisa membuatku lebih baik.

“ne Oppa. Aku hanya merasa pusing saja Oppa.”

“jangan anggap remeh rasa pusing. Kita pergi ke dokter ya….”

“tidak perlu…”

“chagiya… dengarlah kata-kata Oppa…”

“Ne Oppa”

10 menit kemudian kami sampai di Klinik tak jauh dari Kampusku. Youngmin menungguku di meja dokter, sedangkan Dokter wanita yang ada di Klinik itu memeriksaku di dalam, cukup lama sampai akhirnya pemeriksaan pun selesai. Saat didalam, dokter tidak berkata apapun, kemudian dokter itu keluar terlebih dahulu, dan menemui Youngmin. Sejenak aku duduk di kasur pasien yang kurang nyaman itu. saat aku hendak keluar, tiba-tiba langkahku terhenti, aku melihat Youngmin dan dokter itu sedang bicara, aku pun memutuskan untuk menguping, dan belum saja keluar dari kamar pasien itu.

“… apa anda suaminya ?…” tanya dokter itu, sontak saja, aku pun sangat terkejut dengan pertanyaan anehnya itu.

“ehmm, ne. Wae yo ?”

To be Continue >>>

,

  1. #1 by seo analysis on December 11, 2012 - 12:03 AM

    I needed to send you one very small remark just to thank you so much yet again with the pleasing tactics you have shared on this page. It is really extremely open-handed of people like you to supply easily exactly what many individuals would’ve distributed as an ebook to make some bucks for their own end, even more so seeing that you could possibly have tried it if you ever decided. Those ideas also served as the easy way to fully grasp that other people online have similar eagerness really like mine to know a whole lot more related to this issue. Certainly there are numerous more pleasant sessions ahead for individuals who browse through your blog post.

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: