[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 8/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 8/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

Malam ini, aku melihat Hyung terus saja menemani Jiwoon di kamarnya. Nampaknya Jiwoon deman tinggi, wajahnya pucat, dan beberapa kali dia mengigau. Mungkin karena lukanya yang parah, aku sangat kasihan dengannya.

Aku membiarkan mereka berdua di kamar, hyung sangat perhatian, dia setia mengompress Jiwoon, sampai-sampai hyung sendiri tidak tidur. Dalam wajahnya terlukis jelas rasa khawatirnya yang begitu dalam. Hyung benar-benar mencintainya, semoga kau cepat sembuh Jiwoon….

———— Minwoo POV End————

———— Youngmin POV————

Tak terasa, hari semakin pagi. Namun aku belum sedetikpun memejamkan mataku ini, aku terlalu khawatir dengan keadaan Jiwoon yang terus demam tinggi, untunglah sekarang sudah lebih baik, meski sebenarnya demamnya itu belum benar-benar turun. Aku takut sekali kalau demamnya ini berpengaruh pada kandungannya, aku takut… aku takut kehilangan bayi kecilku ini.

“kau harus kuat Jiwoon, demi anak kita…” ucapku seraya menggenggam erat telapak tangannya, kemudian aku cium tengannya dengan lembut, “kau harus kuat…”

“Oppa…” suara Jiwoon seketika memanggilku, aku senang akhirnya dia terbangun juga… namun seketika itu pula dia menangis, aku semakin bingung…

“kau kenapa, chagi ? apa ada yang sakit ?”

“lenganku sakit sekali Oppa… aku tidak kuat… “

“bertahanlah, sebentar lagi pasti akan sembuh. Kau tenang ya… “

Aku mencoba menenangkan Jiwoon semampuku, tapi dia tetap saja menangis, aku semakin merasa bersalah. Harusnya aku tidak libatkan ini dengan Jiwoon, kalau saja waktu itu aku tidak menginap di rumah Jiwoon, dia pasti tidak akan seperti ini… Youngmin babo !

Beberapa jam kemudian Jiwoon kembali terlelap, nampaknya dia sedikit lebih tenang. Tapi aku… aku semakin gundah dan rasa dendamku pada polisi yeoja yang kemarin menembaknya semakin dalam dan kuat. Aku tidak terima kalau gadis yang aku cintai ini harus merasakan sakit yang terlalu lama, rasanya aku ingin bunuh saja polisi itu, agar dia bisa merasakan sakit yang sama dengan Jiwoon. Aku belum puas kalau hanya kaki kanannya yang kena, aku ingin jantung dan kepalanya juga kena, agar dia langsung mati dan membusuk di neraka…

Setelah Jiwoon benar-benar terlelap, aku beranjak pergi keluar rumah. Saat di depan pintu rumah yang sudah tua itu, aku melihat Minwoo-ah sedang mencari-cari sesuatu diantara tumpukan seng yang berjajar tidak karuan, sejenak aku terus memperhatikan gerak-geriknya, dia terlihat benar-benar lucu, seperti anak-anak. Aku pun tersenyum, kemudian aku berlalu ke tempat lain sambil membawa karung hitam berisi senapan dan peluru. Di tempat yang sedikit menjauh dari Minwoo, aku menjajarkan seluruh senjata yang aku miliki, dan aku pun mencari-cari bekas botol minuman di sekitar tempat itu, setelah cukup lama mencari, akhirnya aku pun menemukan 15 botol kaca. Kemudian aku jajarkan 2 botol diatas ban bekas yang kebetulan ada di tempat itu, botol kaca yang di jajaran pertama sengaja aku taruh botol yang lebih besar, sedangkan di belakangnya ada botol kaca yang sedikit lebih kecil. Aku ingin mencoba teknik yang kemarin aku lakukan, hari ini apapun yang terjadi aku harus bisa menguasai teknik ini.

Untuk  pemanasan aku gunakan terlebih dahulu postol jarak jauh tipe R-98yt, tapi belum berhasil juga, peluru itu hanya bergeser 45 derajat dari posisi sasaran. Akhirnya aku ganti pistol yang aku pakai itu dengan R-76rg, sedikit bisa membelok kearah belakangnya, namun belum menyentuh botol kecil itu. aku merasa ini adalah pistol yang cocok untuk teknik ini, beberapa kali aku mencoba. Aku yakin pasti aku bisa, aku pasti bisa menguasai teknik ini dan akan aku bunuh yeoja yang sudah menyakitimu itu Jiwoon… aku janji…

Aku kembali mengacungkan pistol yang aku pegang tepat ke titik sasaran didepanku. Tanpa ragu aku tekan knop pistol itu dan sreett duarr, aku tersenyum senang. Akhirnya usaha yang aku lakukan ber jam-jam ada hasilnya, kini aku mengerti bagaimana menggunakan teknik itu, memang sedikit sulit, tapi itu bukan masalah.

Setelah sekiranya cukup, aku pun kembali ke kamar Jiwoon, disana aku melihat Jiwoon masih terlelap tidur. Aku mendekatinya, aku lihat wajah Jiwoon lebih terlihat tenang dari sebelumnya, tapi entah mengapa aku justru merasa khawatir. Ku pegang tangannya, dan…. tangannya terasa begitu dingin, aku semakin panik dengan keadaan Jiwoon…

“Jiwoon… kau tidak apa-apa kan ?”

“Oppa…” ucapnya pelan. “sakit… apa aku akan sembuh ?”

“tentu chagiya… kau pasti akan sembuh, bersabarlah…” seketika tangisku pecah mendengar ucapan Jiwoon yang begitu lemah dan tak bertenaga… “mian chagiya…”

Air mataku semakin deras mengalir, aku genggam tangan lembutnya dengan erat. Aku semakin membulatkan tekatku untuk membunuh polisi yeoja itu, aku masih bisa mengingat wajahnya, meski hanya kedua bola matanya. Aku merasa aneh dengan polisi yeoja itu, kenapa dia memakai penutup muka saat mengejarku ? aneh sekali dia… apa jangan-jangan dia mengenalku ?

******

Hari berganti dengan cepatnya, kini Jiwoon sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, meski masih terkulai lemah diatas ranjang, itu tidak masalah yang penting sekarang keadaannya membaik dan dia sudah mau bicara banyak. Aku senang, namun aku tetap khawatir dengan kandungannya, apakah bayi kecilku ini baik-baik saja disaat eommanya sakit seperti ini ?

Aku mengusap keningnya dengan handuk hangat, dia masih tertidur, wajahnya sudah tidak pucat lagi, kini wajahnya sudah mulai cerah meski masih lemah. Kau wanita yang hebat Jiwoon, mampu bertahan meski tidak ditangani dokter, aku mencintaimu… seketika sesungging senyum muncul di wajahku ketika aku menatap wajah lucunya saat tidur.

“Mian, chagiya. Oppa harus pergi, Oppa akan membuat perhitungan dengan polisi yeoja yang sudah menyakitimu itu. Oppa janji tidak akan lama, Oppa pasti kembali untuk menjemputmu pulang kerumah kita… saranghaeyo…” ucapku, kemudian aku kecup keningnya, “jagoan kecil, kau harus jaga eomma.mu yah… jangan nakal… Appa pasti akan segera pulang, saranghaeyo jagoan kecil Appa…” aku juga mengusap dan mengecup perut Jiwoon dengan halus.

Aku bersiap pergi, akan tetapi sebelum aku beranjak pergi, aku meletakkan selembar surat di samping fotoku dan Minwoo yang diambil beberapa tahun silam. Aku kembali tersenyum, “aku percaya kau pasti tidak akan menghianatiku, Minwoo-ah…”

Ketika aku melangkah keluar, aku kembali melihat Minwoo dengan ritual paginya menata sampah elektronik yang baru saja datang dari truck pengangkut. Aku tersenyum melihat kerja kerasnya itu. “Minwoo… aku titipkan Jiwoon dan anakku sebentar padamu… tolong jaga mereka baik-baik…”

Aku melangkahkan kakiku pergi dari tempat itu dengan membawa tas hitam berisi senjata. Polisi itu… akan aku balas semua perbuatanmu pada Jiwoon…

———— Youngmin POV End————

———— Minwoo POV ————

Hari sudah semakin siang, aku merasa lelah dengan pekerjaan hari ini, entah kenapa hari ini sampah elektronik yang datang banyak sekali. Karena merasa lelah, akupun masuk kerumah. Aneh, kenapa sepi sekali, kemana hyung ? biasanya jam segini dia sedang sibuk menonton tv, tapi kenapa hari ini tidak ? aku pun mengintip ke kamar Jiwoon. Dia masih terlelap tidur, mungkin dia belum benar-benar sembuh, tapi kenapa dia sendiri, dimana hyung… biasanya hyung selalu ada disampingnya, apa hyung sedang pergi keluar ? aku semakin penasaran dengan yeoja itu, aku pun masuk, hmm dia cantik juga, pikirku. Pantas saja hyung sangat mencintainya, eh, apa itu ? gumamku ketika pandanganku tiba-tiba beralih ke sebuah lembar kecil disamping fotoku dan hyung. Kemudian aku baca lembaran berwarna kuning kecoklatan itu.

To be Continue >>>

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: