[Boyfriend Fanfic] It’s War : Death to Love (Part 9/18)

Tittle : It’s War : Death to Love (Part 9/18)

Main Cast :

–          Jo Youngmin

–          Han Jiwoon (OC)

–          No Minwoo

–          Kang Sora (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Young Min as Jo Youngmin

– Kang Sora as Han Jiwoon

– No Minwoo as No Minwoo

– Yui Horie as Kang Sora

Original Soundtrack :

–          Mblaq – It’s War

–          Mblaq – It’s War Piano vers

–          Boyfriend – Boyfriend Piano vers

Fanfics Number : 4 (Fourth)

Realise : March 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Terinspirasi dari MV Mblaq yang berjudul It’s War, kisah segi empat antara masa lalu, sahabat dan kekasih. Bagaimana kisahnya ?

Ok! Let’s read yah….

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

It’s War (Perang)

Minwoo, tolong kau jaga Jiwoon. Untuk sementara aku harus pergi dari sisinya, ada urusan yang lebih penting. Gamsahamnida Saeng…. Youngmin

 

“Apa ! mau kemana kau hyung ?”

“kau siapa ?”. seketika ada suara yeoja yang bertanya padaku, ternyata Jiwoon sudah bangun. Dia berusaha duduk sambil menahan sakitnya. “dimana Oppa ?”

“ahh, aku Minwoo…” ucapku yang sedikit kaget. “emm, hyung… dia sedang pergi… “

“pergi kemana ?”

“a… aku… tidak tahu…”

Tiba-tiba Jiwoon memaksakan diri untuk bangun dari ranjang dan berlari keluar… “Oppa…. Oppa…. Oppa dimana ….”

“tu…tunggu dulu… kau belum sehat betul….” cegatku sambil berlari menyusulnya. Dia ada di depan pintu keluar sambil memegangi lengannya yang masih sakit. “kau tidak apa-apa ?”

“ahh…” dia mengerang kesakitan, dan seketika aku lihat ada noda merah keluar dari perbannya, cukup banyak hingga membuatku khawatir…

“astaga… jahitannya bocor… “

Dikamar, aku mencoba mengobati lukanya yang terbuka itu, sebenarnya aku kurang tahu cara merawat luka tembak seperti itu, tapi aku tetap berusaha mengobatinya semampuku. Aku ganti perbannya dan aku jahit ulang luka itu, aku sedikit takut kalau nantinya aku salah, meski tanganku sampai bergetar aku tetap saja menjahitnya. Aku tidak tega melihat raut wajahnya yang tengah menahan rasa sakit. Dia terlihat pucat, bahkan bibirnya saja sampai kering tak berair.

“kenapa Oppa pergi… kenapa dia meninggalkanku ?”

“ha… mian Noona, hyung tidak memberitahuku…”

“Minwoo-ah… apa kau keluarga Oppa ?”

“bukan Noona. Kami hanya teman, teman sejak kecil. Ya, aku pernah tinggal dirumah hyung bersama kakeku, aku dan kakekku bekerja sebagai tukang kebun disana, tapi setelah terjadi kebakaran hebat 12 tahun yang lalu, kami jadi saling terpisah, hyung pergi ke Jepang, sedangkan aku … aku jadi pekerja seperti ini.” Ucapku sambil cengengesan dan beberapa kali menggaruk kepalaku.

“oh begitu. Apa sekarang keluarganya masih ada di Jepang ?”

“Ne, aku sama sekali tidak mengerti dengan hyung, dia justru lebih memilih tinggal disini dan menjadi…. ah… mian Noona…”

“lebih memilih menjadi pembunuh bayaran kan ? Oppa pernah berkata kalau dia ingin sekali menjadi pembunuh bayaran seperti itu semenjak SMA, dia bilang dia suka sekali membuat peluru yang khas. Tapi aku juga tidak mengerti apa alasan Oppa sebenarnya …”

Aku melihat ada garis kesedihan yang terlukis diwajah Jiwoon, nampaknya dia tidak suka dengan pekerjaan hyung saat ini. Dia terus diam tanpa berkata sepatah katapun. Tubuhnya mungkin memang sudah lebih baik, namun hatinya masih belum…

Tak lama berselang, Jiwoon akhirnya terlelap kembali. Yah, dia harus banyak istirahat, untuk memulihkan keadaannya. Saat Jiwoon tidur, beberapa kali aku mengusap kepalanya, bukan karena masih demam tapi karena terlalu banyak berkeringat, dan keringatnya itu dingin, aku sedikit khawatir, yang aku tahu kalau dia terus seperti ini, bayi yang ada di kandungannya itu bisa keguguran, kalau itu terjadi hyung pasti tidak akan memaafkanku.

******

Sudah hampir sebulan berlalu setelah hyung pergi, kini Jiwoon sudah benar-benar terlihat sehat, aku pun merasa senang sekali, ternyata dia gadis yang baik, meski sedikit pendiam. Tapi entah kenapa aku selalu merasa kasihan ketika ia mencoba menelpfone hyung, tapi tak pernah hyung angkat. Raut kesedihan selalu tampak setelah Jiwoon menutup ponselnya, sudah berkali-kali Jiwoon melakukan hal itu, berkali-kali dia mencoba, namun tetap saja tak hyung angkat.

Hari ini pun sepertinya dia baru saja menelphone hyung, tapi sama seperti biasa, hyung tidak mengangkatnya. Dia terlihat murung sambil duduk di kursi depan tv kecilku yang sudah sedikit rusak.

“ini, minumlah…” ucapku sambil menyodorkan teh hangat padanya, dia tersenyum sambil menerima teh dariku ini.

“tehnya enak sekali… terimakasih Minwoo…” dia mencoba kembali tersenyum meski sebenarnya hatinya itu sedang sakit, dia menutupinya dengan sangat baik, tapi aku tetap tahu aktingnya itu, dia berpura-pura ceria padahal sebenarnya dia sangat terluka. Tapi aku juga tak bisa berbuat banyak, rasanya aku ingin sekali membuatnya tersenyum dengan senyuman yang tulus bukan dibuat-buat seperti saat ini…

“ne, cheonma. Ini kue untukmu…”

“ahh ada lagi… kau baik sekali Minwoo…”

Aku tersenyum, “apa lukamu sudah tidak sakit ?”

“ah, tanganku ? sudah tidak, lihat ini…” ucapnya sambil menggerak-gerakan tangan kanannya seperti akan memukul sesuatu, “ahhh…”

“hoo… kenapa, apa masih sakit ?”

“hehe, sedikit…”

“jangan dipaksakan dulu Noona… nanti tidak sembuh-sembuh bagaimana ?”

———— Minwoo POV End ————

———— Youngmin POV ————

Setelah sekian lama mencari identitas polisi yeoja itu, akhirnya aku menemukannya juga. Ternyata dia bukan polisi biasa, dia adalah polisi penyidik bintang 2, Kang Sora, hah namanya mirip sekali dengan gadis yang sangat aku benci.

Dan sekarang, aku sedang berada tepat didepan rumahnya, cukup lama aku berdiam diri didalam mobilku yang sedari tadi aku parkirkan didepan jalanan rumahnya. Rumah itu kecil, bercat putih dan nampaknya tak ada penjaganya.

Seketika pandanganku beralih pada seseorang yang ada di balkon lantai dua. Dia wanita yang sudah sedikit tua, mungkin usianya sekitar 48 tahunan. Aku mengambil senapan RM-2gth yang pernah aku gunakan untuk mencoba membunuh Song Yuri, namun gagal. Kini senapan itu akan aku gunakan untuk membunuh eomma Sora. Dari jendela mobil, aku arahkan senapan itu kearahnya, mencari titik yang tepat untuk menembaknya.

To be Continue >>>

  1. 4. [Boyfriend FF Library] It’s War – Death to Love « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: