[Boyfriend Fanfic] My Lovely Ghost (Part 5)

Tittle : My Lovely Ghost (part 5)

Main Cast :

–          Kwang Yu Shi (OC)

–          Jo Young Min

–          Kim Dong Hyun

Author : @Nesada on twitter

Genre : Romance

Rating : PG-17

Cover Model :

– Kiyoshi Sakurazuka as Kwang Yushi

– Jo Young Min as Jo Youngmin

Original Soundtrack :

–          Boyfriend – Where are You inst.

–          Girl’s Day – Hug Me Once

–          Fox Rain

Fanfics Number : 3 (Third)

Realise : February 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah seorang manusia yang jatuh cinta pada seorang hantu yang terus mengganggunya dan selalu menuntut balas padanya. Bagaimana kisahnya ?

Let’s read, semoga suka ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Lovely Ghost (Hantu Tercinta)

Ya, suara itu masih jelas terdengar ditelingaku, suara yang begitu lembut dan manja, saeng… hyung merindukan canda tawamu… kalau hyung bisa hidup kembali, kau adalah satu-satunya orang yang pertama kali hyung cubit…. Hmm, aku semakin ingin menemui mereka… meski mereka tidak bisa melihatku, asal bisa melihat mereka itu sudah cukup.

Aku sampai dirumahku, suasananya masih seperti dulu, bau harumnya juga masih sama, masih terasa hangat seperti dulu, rumahku… meski kecil namun sangat aku rindukan. Sepertinya mereka sudah tidur, semua lampu sudah mati, ya, maklum saja sekarang sudah jam 11 malam. Aku berjalan pelan menuju kamar paling depan, dekat dengan ruang tamu, kamar yang dulunya pernah aku tinggali, namun sekarang sudah seutuhnya menjadi milik Hyunmin seutuhnya. Aku menerobos masuk, aku melihat Saengku sedang terlelap tidur diranjang sana, aku pun duduk disampingnya. Aku masih ingat, dulu ini adalah kamar kami berdua, aku juga masih ingat, sebelum tidur aku selalu mencubit pipinya terlebih dahulu, sekarang pun sebenarnya aku ingin sekali mencubit pipinya yang lucu itu.

Tiba-tiba ada yang menarik perhatianku, aku seperti melihat ada pantulan kaca dari dada Hyunmin, aku mendekatkan wajahku, ternyata itu adalah sebuah bingkai dinding, dan foto yang didalamnya…. itu fotoku, saeng…

“kenapa kau memeluk foto hyung ? apa sebegitu besar rasa rindumu pada hyung, sehingga kau tidur sambil memeluk foto hyung ? Hyunmin, apa kau tahu….. hyung sangat ingin menyentuhmu, hyung ingin kembali bercanda tawa bersamamu lagi…. saeng… hyung sangat merindukanmu… canda tawamu…. nakalmu… senyummu… dan semua tentangmu sangat hyung rindukan…. tapi… sekarang dunia kita berbeda saeng… hyung kini tidak bisa lagi menyentuhmu… dan kau saeng…. sekarang kau tidak bisa melihat hyung… hyung sedih sekali…”

Aku kembali berjalan, diantara ruang makan dan dapur, aku kembali melihat sebuah kamar lain, itu kamar eommaku, eomma yang sangat aku sayangi. Aku kembali menerobos masuk, aku juga melihat eomma sedang terlelap tidur… aku mendekat padanya, kulihat wajah damainya tengah ada dalam dunia mimpinya… aku ingin sekali ada disela-sela mimpi indahnya, meski hanya dalam mimpi, asal bisa berbicara dengan eomma juga tidak masalah. Katika aku memikirkan hal itu, tiba-tiba saja rohku menghilang, aku bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan tubuhku ini ?

Kini aku berada dalam sebuah sebuah taman bermain, lengkap dengan bermacam mainan anak-anak disana. Aku terus bertanya-tanya, sebenarnya dimana aku ini ? tempat ini terasa begitu asing bagiku. Aku terus berjalan menyusuri taman itu, hingga akhirnya aku sampai di sebuah jembatan indah di belakang taman bermain itu…. dan lihatlah… ada seseorang yang sedang berdiri disana, sepertinya aku sangat mengenalnya. ya, itu eomma, sedang apa dia disana ? aku merasa sangat sedih melihatnya berdiri sendiri di disamping jembatan bercat putih itu sambil terus menatap derasnya aliran sungai dibawah sana…

“eomma….” aku berteriak memanggilnya sambil berjalan mendekat.

Eomma berbalik menatapku, wajahnya terlihat begitu senang ketika melihat kearahku, senyum indahnya merekah di wajah cantik nan masih mudanya. “anakku…”

Tiba-tiba saja eomma memelukku erat, aku tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan eommaku ? dia terlihat begitu gelisah, bahkan tubuhnya gemetaran… aku membalas pelukan eomma, ya aku rasa eomma sangat merindukanku….

“kembalilah, jangan tinggalkan eomma lagi…. kembalilah kerumah… eomma tak rela kau pergi begitu saja….” ucap eomma, seketika air matanya jatuh membasahi pipinya.

“apa ? itu tidak mungkin eomma. Aku sudah mati, duniaku sudah lain… aku tidak mungkin bisa kembali ke rumah…”

“tidak ! kau harus kembali !”

“eomma… aku ini sudah mati… aku tidak mungkin bisa kembali lagi ke rumah… eomma harus sadari itu… relakanlah aku eomma…“

“tidak !” eomma memalingkan pandangannya dan berjalan sedikit menjauh dariku. “eomma tidak akan merelakanmu pergi sampai kapanpun, bahkan sampai eomma matipun eomma tidak akan merelakanmu pergi dari sisi eomma….”

“jadi…. karena ini ? pintu akhirat untukku masih tertutup… jadi… karena eomma belum merelakanku pergi… eomma… akhirat adalah tempat tinggalku sekarang… kalau eomma tidak merelakanku pergi… pintu akhirat itu akan terus tertutup dan aku akan selalu jadi hantu penasaran. Eomma… relakanlah aku pergi… aku tidak bisa berlama-lama ada didunia… aku mohon eomma… aku mohon…. “

“tidak Youngmin ! kau adalah anak kesayangan eomma… mana mungkin eomma merelakanmu pergi, sementara orang yang sudah mencelakaimu hidup bersenang-senang di luar sana tanpa ada rasa tanggung jawab atas kematianmu !”

“Yushi tidak seperti itu eomma… dia sangat baik… dia hanya takut masuk penjara, itu saja… maafkanlah dia dan relakanlah aku pergi eomma…”

“eomma tidak akan memaafkan gadis itu sebelum dia tertangkap polisi dan dihukum seberat-beratnya !”

“eomma…..”

********

3 hari berlalu semenjak aku datang dalam mimpi eommaku. Ternyata selama ini eomma yang menutup pintu itu untukku. Selama eomma tidak merelakanku pergi, pintu itu akan terus tertutup, entah sampai kapan. Astaga… apa yang harus aku lakukan untuk membuka pikiran eomma untuk merelakanaku pergi ? aku bingung sekali….

Disela-sela lamunanku, aku tiba-tiba melirik kearah Yushi yang tengah sibuk menata kado kecil untuk seseorang, aku menghampirinya. “untuk siapa kado itu ?”

“kau tidak perlu tahu !” jawabnya dengan nada super sewot.

“hah ! pasti itu untuk boss Donghyun yang murahan itu kan ?”

“apa maksudmu mengatakan boss Donghyun itu murahan ! apa ada masalah kalau aku memberikan kado untuk Boss !”

“hah ! apa kau belum tahu… boss-mu itu sangat murahan, sudah berkali-kali aku melihat dia dan temanmu Yuri, tidur bersama dalam satu kamar. Kau tahu apa maksudku kan ?”

“itu tidak mungkin ! boss dan Yuri hanya berteman, tidak mungkin kalau mereka melakukan hal menjijikan seperti itu ! cepat tarik ucapanmu barusan”

“kenapa kau tidak pernah percaya dengan kata-kataku ! aku ini bicara yang sesungguhnya !”

“hanya orang-orang gila yang akan percaya pada hantu ! pergilah aku tidak suka melihat wajahmu ! jangan pernah muncul dihadapanku sebelum kau menarik semua ucanmu barusan !”

“baik ! aku tidak akan muncul lagi dihadapanmu, sampai kau sadar sendiri kebusukan boss-mu itu !”

Entah mengapa saat itu emosiku naik begitu saja, hatiku merasa panas ketika aku melihat Yushi hendak memberikan kado spesial pada Donghyun, si namja jelek itu. semakin lama semakin terasa menyakitkan, setiap kali aku melihat Yushi mencoba mendekati namja itu. mencoba meraih tangan Donghyun setiap ada kesempatan, mencoba mencari perhatiannya setiap saat. Padahal kalau saja dia tahu siapa sebenarnya Donghyun itu, aku yakin dia pasti akan sangat membencinya, aku yakin itu, dan saat-saat itulah yang aku tunggu-tunggu.

Tak terasa hari sudah gelap, mentari sudah bersembunyi di ujung dunia. Dinginnya malam ini sama sekali tak terasa olehku, seakan kulitku sudah tak bisa lagi merasakan sesuatu yang berhubungan dengan dunia ini. Aku terus berjalan menyusuri jalanan yang amat sangat sepi, bahkan sampai tak ada orang selain aku yang berjalan di tepian jalan dekat lapangan sepak bola itu. begitu sunyi, hingga aku tak dapat mendengar selain suara dentuman lagu kematian yang hendak membawaku pergi, aku tidak mengerti kenapa dentuman itu terdengar olehku sekarang, kenapa kemarin-kemarin tidak ? mungkin eomma sudah mulai merelakanku pergi, bahkan saat ini saat aku duduk si bangku taman, aku melihat tanganku sudah mulai kabur, eomma terimakasih, eomma sudah mau menerima kematianku dengan lapang dada. Tapi kenapa… kenapa aku justru bersedih ? apa aku takut kehilangan Yushi, yeoja yang sudah membunuhku ? aku semakin ragu… benarkah kalau aku ini menyukai Yushi, menyukai segala yang ada dalam dirinya, meskipun karena dia aku harus kehilangan eomma dan saengku ? kehilangan semua orang yang sangat aku sayangi.

Entah berapa lama lagi aku berada didunia ini, tubuhku ini pasti akan segera menghilang, meninggalkan dunia ini untuk selamanya, aku tidak akan bisa lagi memandang indahnya kota Seoul saat malam hari, tak dapat melihat indahnya festival kembang api bersama saengku, dan tak akan bisa lagi mencicipi masakan eomma…. sedih memang, tapi aku juga tak bisa berlama-lama didunia ini, ini bukan tempat tinggalku lagi… dan sebelum aku benar-benar menghilang… aku harus……

————- Youngmin POV End ———–

To be Continue >>>>

,

  1. 3. [Boyfriend FF Library] My Lovely Ghost « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: