[Boyfriend Fanfic] Birthday for You (Part 1)

Tittle : Birthday for You (Part 1)

Main Cast :

–          Hyunseong

–          Kwangmin

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Shim Hyunseong as Hyunseong

Original Soundtrack :

–          Hyunseong – Only You

Fanfics Number : 7th

Realise : June 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah tentang dalamnya kasih sayang antara namdongsaeng dan hyungnya hingga akhir hidupnya.

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Birthday for You (Ulang Tahun Untukmu)

 

Dinginnya malam seperti jarum-jarum tajam yang menusuk kulit hingga ke tulang-tulangnya. Sepinya malam ini bagaikan makam kecil tak bertuan, sepi … sangat sepi. Angin pelan yang bersayup-sayup seakan sedang bernyanyi dalam kesunyian. Dan bercikan air yang mengalir terdengar begitu keras…

Daun-daun di ujung ranting melambai-lambai dalam kegelapan seperti seorang malaikat yang hendak menjemput seseorang untuk pergi….

******

Rabu, 7 juni 2008. Disebuah kamar bercat serba putih, di pojok ruangan… ruangan yang penuh dengan bau obat-obatan, namun ruangan itu benar-benar tenang, hangat dan tak ada suara sedikitpun disana…

Ruang 2.10.4 di Seoul International Hospital itu lah Hyunseong dirawat… kau ingin tau kenapa ? yah, dia menderita radang lambung kronis, hyungku sakit sudah sekian lama… tapi, ia belum juga sembuh….

Aku Kwangmin, namdongsaeng Hyunseong. Aku sangat kasihan pada hyung yang harus menahan rasa sakit itu sudah sekian lama, aku ingin dia sembuh, aku ingin melihatnya kembali ceria seperti dulu, andai itu terjadi, aku pasti senang sekali. Tapi… menurut dokter, lambung hyung sudah rusak, ia hanya di perbolehkan makan bubur saja. Aku tau, hyung pasti bosan makan makanan seperti itu setiap hari, aku tau hyung pasti ingin makan yang lain, tapi… itu tidak mungkin…

Detik-demi detik telah berlalu… setiap hari aku menjenguk hyung dirumah sakit ini, setiap kali aku datang, hyung pasti sedang tidur, setiap kali aku lihat wajahnya…. wajahnya terlihat begitu damai, tenang dan sangat cerah. Aku sungguh kasian pada hyung, kenapa dia harus menderita sakit seperti ini ?

“Saeng….”

“oh… hyung bangun ? apa hyung baik-baik saja ?”

“tentu, lihatlah hyung sangat baik…. apa kau sudah lama disini, Saeng ?”

“ah tidak, aku baru datang hyung….”

“ouh begitu… bagaimana kalau kita jalan-jalan ? sudah lama kita tak jalan bersama…. hari ini sangat cerah… menurut dokter, udara cerah dapat mempercepat kesembuhan… apa kau mau ?”

Aku mengangguk pelan. Ku dorong kursi roda dimana hyung duduk menuju suatu tempat yang biasa kami kunjungi, bukit bintang. Tapi tunggu dulu, bukan berarti itu sebuah bukit penuh bintang di depan rumah sakit… bukit bintang itu hanya sebuah nama yang aku dan hyung berikan, sebenarnya ini bukan sebuah bukit sungguhan, ini hanyalah taman rumput luas tanpa ada pohon disekitarnya, dan malam hari, ketika kami duduk disini, kami akan melihat bintang-bintang berkilauan di langit sana dengan jelas seakan sedang duduk di atas bukit, itulah alasannya kenapa kami memberinya nama bukit bintang.

Pagi ini, entah kenapa hyung mengajakku kemari, padahal bintang sudah tidak ada. Aneh, tapi aku tidak bertanya, aku hanya diam mengikuti keinginannya. Aku duduk di kursi yang ada di tengah-tengah taman, sedangkan hyung, dia beranjak dari kursi dan duduk di sampingku…

“kau ingin tau, kenapa bintang tak muncul pada siang hari ?”

“karena terkalahkan oleh sinar matahari…”

“bukan… tapi, karena ingin mengalah pada matahari. Kau tau kan, bintang jumlahnya sangat banyak, tapi kalau matahari, ia hanya satu, matahari tak punya teman karena sinarnya yang begitu panas, setiap benda yang dekat dengannya pasti akan hangus dan menghilang, itulah kenapa matahari hanya satu. Tapi jika bintang, dia mempunyai teman yang sangat banyak, bersinar bersama tanpa kesepian… dia bersinar dengan cahaya yang terbatas hingga suatu saat ia juga bisa mati dan hilang di dalam lubang hitam. Seperti manusia, kelak suatu saat pasti akan bertemu dengan kematian… sebelum itu terjadi, alangkah baiknya kalau manusia itu mengukir hal-hal indah dalam hidupnya, sehingga jika ia mati, ia tak akan menyesal…”

Aku tidak mengerti arah pembicaraan hyung… apa hubungan matahari, bintang, manusia dan kematian ?

“hyung itu sebenarnya sedang bicara apa ? kenapa berputar-putar, hingga membuatku pusing ?”

“tidak apa-apa. Lupakan saja, suatu saat kau juga tau… “. Hyung tersenyum misterius, aku tidak tau apa yang ada dalam pikirannya, tapi… yang jelas pasti ada sesuatu yang disembunyikannya.

******

2 hari telah berlalu, keadaan hyung semakin membaik. Aku berencana menbuat pesta kecil-kecilan untuk hyung, karena keadaannya yang sudah semakin baik. Aku pergi ke sekolah dan bicara dengan teman-temanku tentang ide ini, mereka setuju untuk membantuku membuat pesta kecil untuk hyung dirumah sakit. Teman-temanku memang baik, mereka juga sangat menyayangi hyungku… aku senang… tapi… apa perawat dan dokter disana mengijinkanku untuk membuat pesta ini di kamar hyung ? aku ragu, tapi kalau aku bicara baik-baik dengan dokter disana, pasti mereka ijinkan, aku yakin, fighting Kwangmin-ah !!

“dokter, tolong lah… hanya satu malam saja… ijinkan yah… please dokter…”. Sohee, temanku, mencoba merayu dokter namja yang berkumis hitam tebal itu. Tapi wajahnya terlihat sama sekali tidak terlihat merespon rayuan Sohee, Sohee pun kesal, dia mundur dan kemudian Jaebum pun maju, preman sekolah berambut botak itu pun maju dengan muka sangarnya.

“heh dokter, kenapa kau tidak mengizinkan kami untuk membuat pesta kecil di ruang kak Hyunseong ? lagi pula kami kan tidak berbuat onar disana…!!!”

“ini rumah sakit, bukan tempat untuk pesta, apa kau mengerti !!” dokter itu membentak keras Jaebum. Jaebum tak terima dibentak seperti itu, matanya pun melotot kearah dokter namja itu. Namun seketika ada dia satpam yang meringkuknya dari belakang, di tariknya kedua tangan Jaebum hingga ia tak bisa berbuat apa-apa, ia pun dibawa pergi, namun anehnya kami hanya diam melihat Jaebum diseret oleh 2 satpam sekaligus. “heh lepaskan aku !!!”

Setelah Jaebum pergi, Heebum si banci sekolah maju dengan gaya alaynya yang bisa membuat muntah setiap orang yang melihatnya termasuk aku, namun Heebum anak yang baik, maka dari itu aku mau berteman dengannya.

“Dokter…. ijinkan kami buat pesta kecil di kamar kak Hyunseong yah… hanya satu malam saja…”. Heebum mencolek hidung lebar dokter yang menyeramkan itu, dan seketika dokter itu pun mengeluarkan asap telinganya melihat kelakuan Heebum padanya.

“DASAR BANCI !! APA KAU TIDAK DENGAR APA YANG AKU KATAKAN TADI !! INI RUMAH SAKIT BUKAN TEMPAT UNTUK MEMBUAT PESTA !!! KALAU MAU BERPESTA, SILAHKAN KELUAR DARI RUMAH SAKIT !!!”

Dokter itu benar-benar marah, ia sudah tidak tahan dengan tingkah kami. “Dokter, aku tau ini rumah sakit, dokter juga pasti tau kan penyakit hyungku itu apa. Dia sudah tidak bisa berbuat apapun, selain tiduran dan duduk di kursi roda, jika kami membawa hyung keluar dari rumah sakit, itu hanya akan menambah sakitnya. Dokter juga pasti tau kan, hyungku bisa meninggal kapanpun, tapi aku mohon dokter, sebelum itu terjadi, izinkan aku dan teman-temanku membuat kenangan bersama hyungku sebelum ia pergi. Aku tau alasan dokter, tidak mengizinkan kami, dokter takut jika pesta kami ini mengganggu pasien lain, kami janji, jika dokter mangizinkan kami untuk membuat pesta itu, kami janji, kami tak akan mengganggu pasien lain, tapi… jika dokter tak mengizinkan, kami pun tak akan membuat pesta itu, aku sangat berterimakasih, dokter sudah mau mendengar kami, terimakasih… kami akan pergi…”

Aku sudah putus asa, dokter itu benar-benar sulit untuk dicairkan, mungkin ulang tahun hyung kali ini tak akan ada pesta seperti tahun-tahun sebelumnya, maaf hyung, aku sudah berusaha, tapi aku tak mampu…

Aku dan teman-temanku beranjak pergi dari depan ruang dokter kepala, langkah demi langkah yang kami lewati begitu lesu, kami seakan kehilangan semangat hidup, kami tak mampu meluluhkan hati dokter itu, sedih rasanya…

“tunggu… kalian boleh membuat pesta itu….”

Aku menghentikan langkahku, dan menoleh kearah dokter berkumis tebal itu. Aku masih belum percaya dengan ucapannya barusan, apa dia benar-benar mengizinkan kami ? “benarkah dokter… terimakasih…”

“tapi ingat hanya sampai jam 10 PM saja, jika lebih dari itu, kalian akan aku tangkap ! semoga hyungmu senang”. Dokter itu langsung menutup pintunya dengan keras, sedangkan kami, masih belum percaya dengan ucapan dokter itu. Ternyata kami diizinkan, oh Tuhan, aku senang sekali… terimakasih Tuhan…

Pukul 7 PM, teman-temanku, Sohee, Jaebum dan Heebum datang ke rumah sakit, sedangkan aku, aku membawa hyung keluar, ke bukit bintang seperti biasa, aishh bukan bukit bintang lebih tepatnya taman bintang karena tak ada bukit disana. Dan malam itu, hyun bercerita banyak hal untukku, mulai saat kami kecil hingga dewasa seperti sekarang, wajahnya terlihat begitu bersinar, semoga saja ini adalah awal kesembuhannya…

“hyung… apa hyung tau ini hari apa ?”

“eehh… apa ya… hyung lupa, memang kenapa ?”

“ah tidak apa-apa hyung, aku hanya ingin bertanya saja, heheheheh”

Hampir satu jam aku dan hyung berada disana, melihat indahnya bintang yang berkelap-kelip menghiasa gelapnya malam. Ku dorong kembali kursi roda hyung ke kamarnya, aku harap, ketika aku membuka pintu, rencana kami untuk memberikan kejutan akan sukses, semoga… itu terjadi…

To be Continue >>>>

,

  1. 7. [Boyfriend FF Library] Birthday for You « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: