[Boyfriend Fanfic] Birthday for You (Part 2)

Tittle : Birthday for You (Part 2)

Main Cast :

–          Hyunseong

–          Kwangmin

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Shim Hyunseong as Hyunseong

Original Soundtrack :

–          Hyunseong – Only You

Fanfics Number : 7th

Realise : June 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah tentang dalamnya kasih sayang antara namdongsaeng dan hyungnya hingga akhir hidupnya.

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Birthday for You (Ulang Tahun Untukmu)

Kemudian aku membuka pintu kamar hyung dengan pelan, namun aneh, setelah terbuka, aku tak mendengar suara terompet kecil ataupun suara teman-temanku, yang aku lihat hanyalah kegelapan, kemana teman-temanku, kemana Sohee, Jaebum dan Heebum ? kemana perginya mereka ?

“…. saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida… saranghae yo Hyunseong Oppa, saengil chukka hamnida…”

Tiba-tiba, suara perempuan bernyanyi sambil membawa lilin kecil di tangan, sebuah lilin kecil yang tiba-tiba menyala dari pojokan, awalnya aku tidak tahu siapa perempuan itu, namaun ketika sudah dekat, akhirnya aku pun tau, ya, dia adalah Nessa, yeojachinguku, sejak kapan dia datang kemari ? bukannya aku tak mengundangnya ke pesta ulang tahun hyung ?

“Nessa ? kau kah itu ?” tanya Hyunseong pelan.

“…. saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida… saranghae yo Hyunseong Oppa, saengil chukka hamnida…”

Tiba-tiba saja terdengar suara yang lain, namun kali ini  terdengar sangat banyak dan kompak, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi, ini di luar rencana. Seketika lilin-lilin kecil pun menyala secara bersamaan, menerangi gelapnya ruang itu, wajah mereka terlihat dari pancaran lilin kecil itu, astaga, ternyata teman-teman sekelasku datang, ku pikir hanya Sohee, Jaebum dan Heebum saja yang datang, ternyata tidak, mereka semua datang untuk merayakan ulang tahun hyungku, aku sangat senang, mereka semua ternyata menyayangi hyung.

Dan tiba-tiba Jaebum, Sohee dan Heebum datang membawa kue super besar dengan meja dorong yang mereka gunakan, astaga… padahal kue yang kami pesan itu tidak sebesar itu, tapi… sebenarnya siapa yang telah mengubah rencana ini ?

Dan diantara nyanyian-nyanyian itu, hyung terlihat sangat senang, senyum lepasnya ia tebarkan ke ke semua orang yang ada disana, aku berharap setelah ini hyung akan sembuh, ia akan kembali bersama kita, mengukir hari-hari indah bersama…

“hyung… tiup lilinnya….”

“ah, iya…iya…”. hyung berdo’a, ia kaitkan kedua telepak tangannya dan kemudian meniup setiap batang dari lilin itu, lilin yang berwarna-warni itu lantas redup… dan tanpa diduga lagi… teman-temanku tiba-tiba meniup lilin yang dibawanya, kamarpun benar-benar gelap, tapi seketika ada yang menyalakan lampu, taukah kamu apa yang pertama kali aku dan hyung lihat ?? yah, sebuah sterofom besar bertuliskan “HAPPY BIRTHDAY 20TH HYUNSEONG” tepat diatas ranjang hyung, tulisan berhias kertas berwarna dengan pola bunga.

Hyung sangat terkejut, begitu pula aku, hyung terus saja menatap tulisan itu, aku sama sekali tidak mengerti kenapa hyung pikirkan. Hyung diam saja, namun seketika air matanya jatuh setelah ia menatap tulisan yang penuh arti baginya… ia tetap tersenyum, meski air mata yang jatuh kian lama….

“…terima kasih, kalian sudah membuat pesta seperti ini, aku bahkan lupa kalau hari ini ulang tahunku, tapi… berkat kalian kini aku sadar, ternyata hari ini ulang tahunku, terimakasih… kalian temanku yang sangat baik… tanpa kalian hidupku sama sekali tak berarti… kalian lah yang terbaik… “

Hyung terlihat begitu tulus setiap kali ia melontarkan kata demi kata, dia bahkan terlihat sudah tak sakit, aku senang… aku yakin setelah ini hyun pasti akan sembuh dan menjalani hari-hari seperti sebelumnya…

Aku tersenyum lepas mengingat hal itu… malam itu, di bawah sinar rembulan yang hangat, kami bersenang senang di dalam kamar hyung, melepas penat yang terus menyambar di kepala, senyuman yang terlukis dari setiap bibir teman-temanku menggambarkan sebuah rasa senang yang tak terbatas, memang benar apa kata orang, rasa senang tidak bisa dibeli dengan uang atau sebagainya, tapi kesenangan harus dicari, dan bagaimana orang itu merespon rasa kita… seperti hari ini, meski sebentar tapi kenangan yang terlukis begitu dalam….

Aku kembali dari kamar kecil, ku tutup pintu itu sangat pelan hingga tak ada suara yang terdengar, namun aku sangat terkejut ketika pemandangan yang pertama kali aku lihat adalah hyung sedang makan kue itu bersama anak-anak yang lain, aku terpaku, sedangkan hyung, nampaknya perutnya tiba-tiba sakit, ia terus memegangi perutnya seakan sedang menahan rasa sakit itu… oh Tuhan, apa yang hyung lakukan…

“hyung… apa yang hyung lakukan ? hyung tidak boleh makan makanan yang manis… seharusnya hyung tidak makan kue ini…”

Hyung diam saja, pasti perutnya sangat sakit… kenapa… kenapa hyung harus makan ? aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, hyung terus terdiam dan tiba-tiba ia muntah, namun aneh, bukan kue atau air yang ia muntahkan, namun darah segar yang begitu banyak… aku sangat terkejut… aku takut kalau ini pertanda sesuatu… tuhan… tolong hilangkan rasa sakit ini pada hyung, kasihan dia…

******

Hari demi hari telah berlalu meninggalkan detik demi detik setiap kehidupanku dan hyung… kini keadaan hyung semakin parah… bahkan menurut dokter… lambungnya sudah membusuk dan sudah tidak bisa lagi diobati… aku sangat sedih, melihat keadaan hyung yang menyedihkan seperti ini, kalau saja Tuhan bisa menukar tempat, aku ingin… tempatku digantikan oleh hyung, agar ia merasakan kebahagiaan dalam hidupnya… biar aku saja yang ada dalam posisinya, menahan semua rasa sakit yang hyung derita bertahun-tahun itu… tapi… itu semua hanyalah mimpi belaka, mimpi yang tak mungkin akan terwujud….

“kenapa hyung harus makan kue itu… kalau saja hyung tidak memakannya, hyung pasti akan baik-baik saja sekarang… kenapa hyung ? apa hung tidak peduli dengan kesehatan hyung sendiri ? kenapa ? “

“hyung hanya ingin merasakan makanan lain selain bubur dan air putih saja, hyung bosan Kwang-ah… hyung bosan… hyung tau kalau hyung makan kue itu… lambung hyung pasti akan bermasalah… tapi… hyung benar-benar ingin merasakan kue ulang tahun terakhir untuk hyung… Kwang-ah terimakasih…”

“jangan berterimakasih. Gara-gara kue itu, hyung jadi seperti ini… hyung tidak sadar, aku sangat sedih hyung !! kenapa hyung harus memakannya…”

“hyung tau kesedihanmu itu… tapi… cepat atau lambat hyung pasti akan pergi, seperti bintang yang pernah hyung katakan, mereka bersinar dengan sinar yang terbatas, suatu saat akan reudp dan mati… sebelum itu terjadi… alangkan indahnya kalau mengukir kenangan indah sebelum ajal menjemput…”. hyung terlihat begitu damai memandang langit malam ini… matanya yang berbinar seakan sedang menunggu sesuatu yang akan menjemputnya… “bintang yang bersinar… sebenarnya mereka sedang menderita… memancarkan energi kehidupannya hanya untuk menyapa setiap manusia di bumi, namun manusia tidak pernah menyadarinya…”

“hyung harus sembuh… hyung harus sembuh…. berjanjilah hyung akan sembuh…”

“hyung tidak janji Kwang-ah… setiap nafas kehidupan sudah diatur oleh tuhan… mungkin nafas hyung sudah sedikit dan hampir selesai… seperti bintang-bintang di langit… setiap kita menghitungnya bintang di langit, namun hanya keputus asaan yang datang menyertaimu, dan setiap hembusan nafas yang berhembus, hanya akan ada perpisahan… Kwang-ah… terimakasih, selama ini kau selalu ada disampingku…”

“hyung….”

Hyung menatap dalamnya langit malam ini yang begitu indah seakan sedang berhadapan dengan sesuatu, hyung pun tetap dia, ia menutup matanya dan menghembuskan nafas dalam, angin yang bertiup terasa begitu mistik… aku sadar, angin itu membawa jiwa hyung pergi, pergi ke tempat yang begitu jauh hingga aku tak mampu meraihnya.

Memang benar apa kata injil Yohanes, ‘kemanapun aku pergi sekarang, engkau tak akan mempu mengikutiku, namun kelak suatu saat kau juga akan datang ke tempatku dan mempu meraih tanganku’. Aku mengerti makna itu sekarang… ke tempat hyung berada sekarang, aku tak mungkin bisa meraihnya, tapi kelak setelah aku meninggal aku pasti akan kembali berkumpul bersamanya… dan menunggu saat itu tiba… aku akan berusaha mengukir setiap detik kehidupanku dengan indah sehingga tak akan ada penyesalan di kemudian hari….

 

Sampai jumpa hyung… dimana pun hyung berada, aku yakin kebahagiaan akan selalu menyertaimu….

 

< The End >

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Note : setiap kehidupan didunia ini pasti ada batasan, salah satunya adalah hidup, Tuhan telah menakdirkan panjang pendeknya umur seseorang. Maka dari itu, menyesali kepergian seseorang tidaklah ada gunanya, yakin lah di alam sana, seseorang yang kamu sayangi, akan tetap hidup dan abadi…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pengarang : Onii-chan

Twitter : @Nesada

Fb : facebook.com/Nesada2012

Blog : nesada2012.wordpress.com

,

  1. 7. [Boyfriend FF Library] Birthday for You « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: