[Boyfriend Fanfic] Cyrius Stars (Part 2)

Tittle : Cyrius Stars (Part 2)

Main Cast :

–          Kim Nayoung (OC)

–          Jo Kwangmin

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Yui Horie as Kim Nayoung

– Jo Gwangmin as Kwangmin

Original Soundtrack :

–          Davichi – Don’t Say Goodbye Piano vers

–          Jay Park – Star

Fanfics Number : 5th

Realise : May 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Hanya fiktif belaka, kisah tentang ketegaran seorang gadis menghadapi penyakit yang dideritanya, dan kesetiaan seorang namja yang selalu ada disampingnya. Bacalah dari awal hingga akhir, nanti ketemu feelnya….

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Cyrius Stars (Bintang Sirius)

“Tentu, kita kesana….”. Kwangmin kembali menggenggam tanganku, dan berjalan menuju padang rumput sejauh 20 meter dari tempat kami berdiri sebelumnya. Aku masih belum mengerti, kenapa Kwangmin mengajakku pergi kemari ? untuk apa ? apa hanya untuk melihat luasnya padang rumput ?

“Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku mengajakmu datang kemari ? iya kan ?” tanya Kwangmin seketika sambil berjongkok didekat pohon kecil yang akarnya diberi kantong plastik, entah kapan Kwangmin membawanya, aku tak tahu, tiba-tiba saja sudah ada disitu.

“iya, aku tidak mengerti…”

“Aku ingin menanam pohon disini, bersamamu… siapa tahu, pohon ini akan tumbuh dan akan menyimpan semua kenangan tentang kita… kau tahu kan ? aku mengidap leukimia, hidupku tidak lama lagi, jadi… sebelum mati, aku ingin meninggalkan kenangan tentang didiriku yang memiliki sahabat terbaik seperti dirimu. Aku sadar, kita berteman belumlah lama, tapi… walaupun sebentar, rasanya aku sudah sangat nyaman disampingmu… “

Aku tertegun mendengar perkataan Kwangmin yang begitu tulus, membuatku seakan ingin menitikkan air mata… aku baru tahu, jiwa kwangmin begitu besar, mampu menerima segala cobaan yang Tuhan berikan padanya… aku harap Engkau memberikan keajaibanMu pada Kwangmin, laki-laki yang sangat baik ini…

“Baik… mari kita buat kenangan indah bersama. Kita harus berjuang melawan penyakit yang kita derita… Tuhan pasti akan memberikan keajaibanNya…”. Aku tersenyum tulus, dan ikut berjongkok disampingnya.

“Iya… ayo…”. Kwangmin membalas senyumanku dengan tulus pula.

Kami mulai mengais sedikit demi sedikit tanah yang memang gembur, senyum keceriaan terlukis jelas di wajah kami berdua, aku harap… impian kami terwujud, dapat melewati cobaan ini bersama, dan menjadi orang normal pada umumnya, aku tak yakin, tapi kalau berdua kami pasti bisa.

Akhirnya kami selesai, pohon cendana kecil itu sudah tertancap kokoh ditanah, kami hanya tinggal menunggu sampai pohon berbau harum itu tumbuh besar, dan untuk mencapai waktu itu… apakah kami mampu untuk melihat pohon yang kami tanam ini tumbuh besar ? aku tidak yakin lagi, tapi kami harap, kami bisa melihat pohon besar, dan duduk bersama disini, di samping pohon ini.

Waktu terasa begitu cepat, ternyata sudah malam, dan bintang-bintang sudah mulai bermunculan, tapi… kami masih saja berada disini memandang indahnya langit dengan bintang-bintang yang menghiasinya.

“Itu Cyrius….” seruku sembari menunjuk ke arah bintang terbesar berwarna merah kebiruan di ujung barat.

“Jadi itu yang namanya Cyrius, aku baru tau.”

“Indah bukan ?”

“Lumayan. Tapi tak seindah wajahmu ? wajahmu lebih indah dari Cyrius ? kaulah bintang yang paling terang yang mampu menyinari hatiku yang begitu gelap. Kau adalah bintang milikku…”

“aku tak mengerti, apa yang kau bicarakan…”

“Nayoung… aku menyukaimu… pertama kali aku melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu. Aku masih ingat, saat itu… kau berada di lobby rumah sakit, kau duduk di kursi roda, wajahmu begitu lesu seperti jasat tak bernyawa, tapi kau tetap terlihat cantik, sangat cantik. Dan yang membuatku terkagum padamu… kau adalah gadis yang sangat tegar, kau tak pernah mengeluh pada sakit yang kau derita, kau mengajariku arti sebuah ketulusan, terimakasih… Saranghae yo…”

Aku masih tak percaya dengan semua ucapannya, justru akulah yang harus kagum padanya…

“Aku juga sangat mengagumimu. Kau adalah orang yang sangat baik, kau yang selalu ada disampingku, dan kau yang telah mengajariku arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya… Terimakasih… Nado Saranghae”

“Apa ? kau menyukaiku juga ?”

“Iya aku sangat menyukaimu, aku menyukai kepribadianmu yang begitu damai… “. Kwangmin tersenyum lepas, kebahagiaan nampak dalam dirinya.

Akhirnya, namja yang begitu baik ini jadi milikku. Disini, dan pohon cendana kecil ini, menjadi saksi bisu cinta kami, dan untuk selamanya cinta kami akan terus ada, tidak akan hilang dimakan waktu, cinta kami akan abadi…

“Nayoung… boleh aku menciummu ?”

Aku mengangguk pelan, kwangmin memegang tanganku dan wajahnya mulai mendekat padaku, jujur, aku sedikit gugup, aku belum pernah berciuman sebelumnya, yah mana mungkin ada laki-laki yang menyukaiku ataupun menciumku berdekatanpun mungkin mereka takut, takut kalau sel kankerku akan menular padanya. Tapi tidak apa, ini adalah cobaan yang harus aku lewati.

Aku menutup mata, perlahan aku mulai merasakan bibir lembutnya menyentuh bibirku, aku mencoba untuk tenang, namun tak berhasil aku masih saja gugup, tapi kwangmin membuatku rilex, sentuhan lembutnya kini benar-benar terasa, bibir plumnya benar-benar lembut.

Lagi-lagi tempat ini menjadi saksi bisu ciuman pertamaku, semilir angin yang berhembus seakan sedang menunjukan sikap irinya pada kami. Dan bulan yang semula belum menampakan wajahnya, kini muncul tiba-tiba dari balik awan, sinarnya bersaing dengan Cyrius milikku…

*****

Pukul 07.30 PM, kami pulang, namun ketika baru sampai di depan rumah sakit, aku sudah melihat dokter dan ibuku tengah berdiri disana, mereka terlihat begitu khawatir. Aku menyesal, pulang terlalu malam, mereka pasti sangat cemas, maaf ibu…

“Nayoung… darimana saja ? kenapa baru pulang, ibu sangat khawatir…”. Ibu datang menghampiriku sambil menangis, dan langsung saja memelukku erat.

“maaf ibu… sudah membuatmu khawatir, maaf…”

“tidak apa-apa Nayoung, asalkan kau baik-baik saja”. Ucap ibu sambil memegangi wajah kecilku. “dan kau ! kenapa kau membawa pergi anakku sampai larut malam seperti ini ! apa kau tidak punya otak hah !!”. bentaknya pada kwangmin.

“maaf bibi, aku salah…”

“kau memang salah ! apa kau tidak tau, kalau Nayoung itu sedang sakit, kau dengan seenaknya mengajaknya pergi, dasar anak BRENGSEKKK !!!”

Perkataan ibu begitu menyakitkan, dia terus saja memojokkan kwangmin, padahal Kwangmin sama sekali tak bersalah, kenapa ibu harus bersikap seperti itu ?

“ibu ! Kwangmin itu tidak bersalah, ini kemauanku sendiri, aku yang mengajaknya pergi jalan-jalan. Jadi jangan salahkan Kwangmin, ibu…”

Aku mencoba menenangkan amarah ibu yang kian menjadi, aku tau ibu sangat khawair, namun bukan begini caranya, Kwangmin sama sekali tak bersalah, tidak sepantasnya ibu mencacinya seperti itu, seharusnya ibu berterimakasih pada Kwangmin, karena selama ibu tak ada Kwangmin lah yang menjagaku…

“Ibu ! Sudah cukup !!” aku berteriak keras, dan seketika ibu berhenti bicara. “aku ingin ke kamar, ibu. Ayo temani…”. aku berjalan meninggalkan kwangmin sambil menggandeng lengan ibuku, sebenarnya aku masih tidak enak meninggalkan Kwangmin begitu saja, namun daripada dia dimarahi terus oleh ibu….

Sepanjang perjalananku menuju kamar, aku masih teringat kejadian tadi, Kwangmin… maafkan ibuku yang sudah keterlaluan ini, dia hanya merasa khawatir, tidak bermaksud menjelek-jelekan mu… maafkan Kwangmin… aku mohon…

*****

Ternyata hari sudah pagi, jam dinding telah menunjukan pukul 08.00 AM, sepertinya aku kesiangan, aneh, biasanya tidak. Aku mencoba beranjak dari ranjangku, tapi lagi-lagi ada yang aneh, leherku terasa sakit, ada apa ini ?. aku melihat kecermin yang kebetulan tepat berada di dinding seberang ranjangku. Astaga…. leherku bengkak, kenapa ? apa yang terjadi ?.

Aku segera memanggil ibu, kenapa disaat seperti ini dia tak ada disini ? aku takut, aku takut sendiri. IBUUU….. astaga, kenapa lagi ini ? kenapa suaraku sama sekali tak terdengar ? mungkinkah suaraku hilang ? padahal aku sudah berusaha keras untuk berteriak, namun justru suaraku sama sekali tidak ada, apa yang harus aku lakukan ?

Kemudian, aku mencoba untuk berdiri, tapi lagi-lagi hal aneh terjadi padaku, seketika kakiku tak mampu menopang tubuhku, aku terjatuh ke lantai, ada lagi ini ? aku sama sekali tidak tahu, kenapa hal seperti ini tiba-tiba terjadi dalam satu malam ? padahal kemarin aku baik-baik saja, tapi kenapa sekarang tubuhku justru sekarat seperti ini ? oh Tuhan… aku tahu ini cobaan, tapi cobaan yang bertubi-tubi itu sangat berat… Tuhan, bantu aku melewati segala cobaan ini… bantu aku…

Aku melihat ada sepatu high heels milik ibu di bawah ranjang, aku mengambilnya dan segera memukulkan sepatu itu ke lemari kecil disamping ranjangku. Sudah beberapa kali aku memukulnya, bahkan suaranya sudah keras sekali, tapi kenapa tak ada yang mendengar dan datang kemari ? apakah tak ada yang peduli padaku ? ku mohon ada yang datang… aku mohon… bantu aku…

To be Continue >>>>

  1. 5. [Boyfriend FF Library] Cyrius Stars « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: