[Boyfriend Fanfic] Cyrius Stars (Part 3)

Tittle : Cyrius Stars (Part 3)

Main Cast :

–          Kim Nayoung (OC)

–          Jo Kwangmin

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Yui Horie as Kim Nayoung

– Jo Gwangmin as Kwangmin

Original Soundtrack :

–          Davichi – Don’t Say Goodbye Piano vers

–          Jay Park – Star

Fanfics Number : 5th

Realise : May 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Hanya fiktif belaka, kisah tentang ketegaran seorang gadis menghadapi penyakit yang dideritanya, dan kesetiaan seorang namja yang selalu ada disampingnya. Bacalah dari awal hingga akhir, nanti ketemu feelnya….

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Cyrius Stars (Bintang Sirius)

Aku hampir putus asa dan menangis, ternyata tak ada yang datang, apakah memang tak ada yang peduli padaku ? tolong… aku sekarat… Tuhan… tolong datangkan malaikat untuk membantuku…

Jeklekk… pintu seakan terbuka dan seseorang telah datang, yah Kwangmin-ah, ternyata Tuhan mengirimkannya untuk menjadi malaikat disampingku, Tuhan… terimakasih… Engkau memberiku malaikat yang sangat tampan dan baik hati… kebaikanmu tak mungkin bisa aku balas, Tuhan…

“Nayoung… kau kenapa ? kenapa duduk di lantai ? Lehermu juga bengkak, kenapa Nayoung, apa yang sudah terjadi ?”

Aku ingin menjawab kalau aku ini tak bisa berdiri dan bicara, tapi sepertinya Kwangmin tidak mengerti maksudku, aku sadar suaraku tak ada. Tapi aku tetap berusaha bicara dengan bahasa isyarat, tapi lagi-lagi Kwangmin tak paham. Dia menggendongku ke atas ranjang dan kembali bertanya.

“Kau kenapa ? aku tak paham apa yang kau maksud, aku tak mengerti”

Aku kemudian mengambil sebuah kertas diatas meja dan menuliskan kata-kata diatasnya :

Aku terjatuh…

Aku tak bisa bicara… suaraku hilang….

Dan aku tak bisa berdiri… sepertinya aku lumpuh

Kwangmin membacanya, “kenapa ? sejak kapan kau tak bisa bicara dan berdiri ?”

 

Barusan… saat aku bangun tidur…

Aku takut… Kwangmin-ah

“Kau jangan takut, ada aku disini. Kau tenang yah… jangan menangis lagi… kau pasti bisa berjalan dan bicara lagi… kau haus ?”

Aku mengangguk, Kwangmin langsung memberiku air minum yang ada diatas meja dan memberikannya padaku, aku mencoba meminumnya, namun hal aneh kembali terjadi padaku, air minum itu tak mau masuk ke perutku, air itu tertahan di leherku.

“Kenapa Nayoung ?”. Kwangmin langsung memberikan tangannya untuk menadahi air yang aku muntahkan dari mulutku, “kau tidak apa-apa ?”

Aku menggeleng, Kwangmin langsung pergi ke washtaffle membersihkan tangannya dan membuang air minum itu. “apa kau tidak bisa menelan air ?”

Aku mengangguk, dan seketika air mataku mengalir, mungkinkah kematian sudah dekat denganku ? oh Tuhan… apa yang harus aku lakukan ? aku belum siap berhadapan denganmu, meninggalkan orang-orang yang sangat aku cintai, dan juga harus berpisah dengan malaikatku ini… aku belum siap…

“jangan menangis, mana nayoung yang aku kenal ? Nayoung yang begitu tegar menghadapi semua cobaan ? Nayoung yang selalu tersenyum walau tengah sakit ? aku tau apa yang kau rasakan… tapi menangis bukanlah jalan keluar… aku akan memanggilkan dokter, tunggulah disini… aku akan segera kembali”

Kwangmin pergi untuk memanggilkan dokter. Aneh, kenapa dia berkata seperti itu ? padahal dia sendiri tampak menahan air mata… Kwangmin, aku sangat mencintaimu… terimakasih, kau selalu ada disampingku.

Tak lama kemudian dokter datang, dia memeriksa keadaanku, raut wajahnya terlihat khawatir, mungkinkah sakitku ini sudah sangat parah ? aku harus mencoba menerima apapun yang akan terjadi padaku, aku tau Tuhan memberikan apa yang terbaik untuk kita, meski terkadang kita sendiri yang tak dapat menerimanya.

“Nayoung… kau baik-baik saja ?”. ibu seketika datang dan langsung masuk ke kamarku. Wajahnya nampak begitu cemas, dan menahan air mata yang hendak keluar.

“kau lagi ! untuk apa kau datang kemari !! atau jangan-jangan ini semua perbuatanmu, kau ingin menyakiti Nayoung, iya kan !!”. ibu tiba-tiba saja memarahi Kwangmin lagi, sepertinya ibu sedikit membencinya gara-gara kejadian kemarin. Aku ingin sekali mengucapkan kalau Kwangmin lah yang telah menolongku, tapi apa daya aku sama sekali tak bisa bicara, lantas apa yang harus aku lakukan, apa aku hanya bisa menjadi penonton seperti ini, melihat Kwangmin dimarahi habis-habisan oleh ibu ? bahkan tidak hanya itu, ibu dengan teganya ibu menampar Kwangmin di hadapanku dan dokter, ibu benar-benar keterlaluan, kenapa ibu harus bersikap seperti itu kepada orang yang sangat baik seperti Kwangmin ? kenapa ibu ?

“hentikan ! ini rumah sakit, bukan tempat kalian untuk bercekcok !” bentak dokter setengah baya itu dengan keras, ibu langsung berhenti bicara, sedangkan Kwangmin, dia langsung pergi begitu saja. Aku sadar, Kwangmin pasti sakit hati atas perlakuan ibuku, maaf Kwangmin-ah niatmu untuk menolongku justru membuatmu kena batunya, maaf… aku lah yang salah.

*****

Hari berganti dengan cepatnya, meninggalkan setiap detik kehidupan yang telah aku lalui, kini aku hanya bisa terbaring lemah diatas ranjangku, tak mampu berdiri, bicara ataupun menelan makanan, aku serasa seperti mayat hidup yang tak tau kemana jalan hidupku yang akan aku lewati. Hanya tangisan yang terisak dari benak hatiku, aku harus tegar, aku harus bisa menerima apapun yang telah Tuhan tuliskan untukku…

Perih rasanya menjalani kehidupan seperti ini, hidup dalam bantuan selang-selang oksigen yang tidak nyaman, lama-kelamaan nafasku terasa sesak, mungkin karena bengkak yang ada di leherku ini. Mungkin kah aku bisa sembuh seperti sebelumnya ?

Hmm… hari ini hujan deras, Cyrius tak ada yang ada hanyalah bercikan air yang turun membasahi bumi, aku merasa sangat kesepian, kemanakah cahayamu yang mampu menembus kegelapan dan tak takut cuaca ? Cyrius… hari ini Kwangmin tak datang kemari, dia masih marah… aku menyesal tak mampu mengatakan sepatah katapun waktu itu… Cyrius, aku makin sakit, aku sudah tidak bisa berbuat apapun…

Kian hari, tubuhku semakin lemah, bahkan membuka mata, aku sudah tak sanggup…. Tuhan, andai aku bisa kembali, aku berharap tak ada hal yang sama terjadi padaku atau terjadi pula pada orang lain, Tuhan… berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa, agar aku bisa memberikan arti kehidupanku pada siapapun yang mengenalku…

Aku pernah bilang ingin jadi Cyrius, bintang paling terang. Namun menurut para ahli, bintang yang paling terang memancarkan energi yang besar pula sehingga memperpendek umurnya. Saat ini, aku merasa cahayaku hampir redup….

Aku terus menutup mataku, dari balik kelopak mata ini, aku melihat ada sebercak cahaya yang menuju padaku, aku mengikutinya, dan saat aku terbangun, tiba-tiba saja aku sudah berada di suatu tempat yang belum pernah aku datangi, aku sendirian. Tempat ini begitu damai, kabut tipis yang menyelimuti terasa begitu sejuk, dan pohon-pohon tak berdaun berdiri tegak disampingku, dan lihatlah tak jauh dari tempatku berdiri, ada suara gelombang air laut yang terdengar keras. Aku terus berjalan menyusuri dinginnya kabut menuju tempat keabadian yang akan aku tinggali untuk selamanya, tempat dimana aku akan hidup dan meninggalkan semua kenangan tentang diriku, aku lelah terus bertarung dengan segala penderitaanku, dan hari ini aku menyerah, aku akan kembali …

Akhirnya rohku keluar dari tubuh, meninggalkan isak tangis dan kesedihan untuk keluargaku. Tetesan tangis yang keluar seakan memperberat langkahku menuju kebahagian yang aku inginkan… Tuhan… aku senang, ternyata mereka sangat peduli padaku, terimakasih Engkau telah memberiku keluarga yang sangat baik…. terimakasih…

“Tuhan… jika ini yang terbaik untuk Nayoung… ambillah… tapi berikanlah kebahagian untuknya, kebahagian yang belum sempat ia terima selama hidupnya… berikanlah ia kebahagiaan disampingmu… selamanya…”. Kwangmin juga, dia mendo’akanku dalam gereja, dia benar-benar sangat baik, meski ia sering disakiti, namun dia sama sekali tidak dendam…

Kini, aku telah sampai pada ujung perjalananku, pohon yang pernah aku tanam akan menjadi kenangan tersendiri untukku di kemudian hari, dan Cyrius yang dulu sendirian, sekarang sudah ada yang menemani, seperti hujan, aku penasaran bagaimana aku dikenang nantinya, semua aku serahkan pada kalian….

< The End >

Pengarang : Onii-chan

Twitter : @Nesada

Fb : facebook.com/Nesada2012

Blog : nesada2012.wordpress.com

  1. #1 by Merry wvs on July 21, 2013 - 8:48 PM

    Annyeong.

    Author, I want to ask you something.
    Are you happy if anyone give a comment on your blog?
    Sorry~

  1. 5. [Boyfriend FF Library] Cyrius Stars « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: