[Boyfriend Fanfic] Sakura Night’s (Part 1)

Tittle : Sakura Night’s (Part 1)

Main Cast :

–          Jo Kwangmin

–          Jo Youngmin

–          Yang Eunbin (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Gwangmin as Kwangmin

Original Soundtrack :

–          Yui – Goodbye Days

Fanfics Number : 6th

Realise : June 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah tentang keinginan seorang dongsaeng yang ingin dekat dekat dengan hyungnya, namun hyungnya tersebut justru sangat membencinya. Lantas apa yang harus dilakukan oleh Dongseng itu ? semua akan dikisahkan dalam ff ini, jadi baca dari awal sampai akhir….

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Sakura Night’s (Sakura Malam)

 

            16 Maret 2002, malam itu seorang anak kecil tengah bermain bola didepan gerbang rumahnya, anak manis berambut hitam lurus itu terlihat begitu menikmati permainannya, meski ia sendirian…

 

            Tiba-tiba, bola yang dipegangnya terlempar ke jalanan, wajah polosnya menatap perginya bola sepak kecil itu, dan ketika bola itu berhenti, ia langsung berlari dan memungutnya, namun setelah itu ia tak langsung ke tepi jalan, ia terus berdiri disana tampa memperdulikan apakah jalan itu ramai atau tidak. Dan tepat pukul 08.00 PM, sebuah truk dari arah utara melintas dengan kecepatan tinggi, truk pengangkut bensin itu membunyikan klakson dari jauhan, namun anak kecil itu tidak menyadarinya, dan ketika truk itu sudah berada 3 meter dihadapannya, ia baru sadar, sinar lampu truk tersebut membuyarkan pandangannya…

 

            “Kwangmin……..” seru seorang wanita 30 tahun dari depan gerbang rumahnya. Wanita itu berlari dan sontak saja langsung mendorong anak kecil yang di panggilnya Kwangmin itu ke arah jurang, sedangkan dirinya dengan naas tertabrak truk, tak hanya itu, truk yang oleng kemudian lepas kendali dan terguling, minyak yang dibawanya tumpah kejalanan dan akibat dari gesekan truk saat tergelincir menimbulkan bercikan api yang seketika membesar terkena bensin dari tumpahan, dan akhirnya truk itu meledak, percikan bensin yang ada dalam truk itu muncrat, dan sebagian terlempar mengenai wajah dan mata Kwangmin.

 

            “uh… kenapa aku ada disini… bukannya tadi ada eomma ? kemana eomma ?” kwangmin terlihat begitu kebingungan melihat sekitar yang tiba-tiba terang dengan sinar api yang begitu besar… ia mengucak matanya yang sedikit panas dan perih. Ia masih bertanya-tanya, dimana eommanya… kenapa tiba-tiba eommanya tak ada ?

 

            Hari ini, mungkin hari terakhir eommanya dapat melihat Kwangmin, hari ini tepat pukul 08.00 PM, eomma Kwangmin telah meninggal bersama besarnya kobaran api di jalan itu…

*****

Hari ini… aku kembali teringat masa laluku… masa-masa dimana aku masih merasakan hangatnya kasih sayang seorang eomma, kasih sayang yang tak mungkin orang lain bisa berikan padaku…

Aku, Kwangmin seorang pelajar SMU di Seoul, aku memiliki hyung atau lebih tepatnya seorang saudara kembar, dia bernama Youngmin. Aku sangat menyayanginya, meski ia sendiri terlihat sama sekali tak memperdulikanku.

Seperti saat ini, di ruang kelas ini, kami saling berjauhan, aku duduk di bangku nomor 3 paling timur, sedangkan Hyung duduk di depan sendiri di pojok barat, aku tidak mengerti kenapa Hyung sangat membenciku, tapi sungguh dalam hatiku aku sama sekali tak membencinya justru aku sangat menyayanginya lebih dari kasih sayangku pada diriku sendiri.

Setiap kali aku memandangnya, Hyung terlihat bagai malaikat yang sangat damai, begitu tenang dan tidak terburu-buru… Hyung, apa kau sadar, disini aku sangat merindukan Hyung yang dulu, hyung yang sangat perhatian padaku, bukan hyung sangat acuh seperti itu…

Kian hari, aku semakin jauh dengan Hyung, dia seperti tak suka kalau aku dekati. Setiap kali kami berangkat sekolah bersama, ia selalu berjalan didepanku, langkahnya kian detik semakin terlihat jauh meninggalkanku seorang diri, aku hanya bisa memandang punggungnya yang semakin jauh. Hyung sudah benar-benar berubah, tapi apa yang men. Hyung sudah benar-benar berubah, tapi apa yang menyebabkannya berubah seperti itu ?mungkinkah karena aku ? oh Tuhan… kembalikanlah Hyung seperti dulu… Hyung yang sangat baik padaku…

Sepulang sekolah, aku melihat Hyung sudah ada dirumah, dia duduk di kursi depan sambil memegang buku novel kesukaannya. Seperti biasa dia tak pernah berkata sepatah katapun padaku, meski aku berada didekatnya.

“Hyung… apa boleh aku bertanya ?”

“bicaralah”. Hyung menjawabnya dengan nada tak peduli. Pandangannya tak beralih sedikitpun dari buku novel itu…

“apa Hyung membenciku ?”

“tidak”

“jika tidak, kenapa Hyung selalu menghindar dariku ? apa karena aku sangat menyebalkan sehingga hyung menghindar dariku, apa karena itu Hyung ?…. jawab Hyung…”

“kau itu terlalu banyak bicara, apa kau tidak lihat aku ini sedang sibuk ! untuk apa kau bertanya seperti itu hah ! baiklah, apa kau ingin tau kenapa selama ini aku selalu menghindar darimu ? apa kau ingin tau ? yah, karena kaulah yang telah membunuh eomma… aku sangat membencimu, karena kau lah yang menyebabkan eomma meninggal… apa kau puas !”

Hyung seketika beranjak pergi sambil membawa bukunya, sedangkan aku… aku sekarang hanya bisa duduk termenung menahan air mataku yang hendak jatuh, kini aku baru sadar, ternyata karena itu… mungkin benar, karena aku lah eomma meninggal, kalau saja malam itu aku bisa hati-hati, pasti eomma …. masih hidup hingga detik ini…

*****

Tuhan…

Jika ada satu harapan yang bisa Engkau kabulkan padaku, aku berharap Engkau bisa menghidupkan kembali eommaku yang sudah tiada, mengembalikan eomma kesisiku dan Hyung, agar Hyung tidak lagi membenciku, mungkin benar yang dikatakan Hyung, kalau akulah yang telah membunuh eomma, tapi sungguh aku sama sekali tidak tahu kalau malam itu eomma datang menolongku.

Tuhan… jika Engkau mau mengabulkan keinginanku ini… aku berjanji tidak akan mengulang kembali kesalahanku pada Hyung, aku sangat menyayanginya…

< Kwangmin >

Malam ini, aku berjalan diantara gelapnya malam menuju suatu tempat yang biasa aku kunjungi bersama eomma dan Hyung waktu kecil, tempat dimana semua kenangan indah itu masih tersimpan dengan baik, Kebun Sakura. Mungkin orang sering berfikir kalau kebun Sakura itu hanya ada di jepang saja, namun pada kenyataannya di Korea pun ada, bahkan aku dan keluargaku sendiri yang membuatnya. Apa kau tau, kebun itu sangat indah, apalagi jika malam hari… bagai surga kecil didunia.

Akhirnya setelah berjalan jauh, aku pun sampai di bukit bintang tempat Kebun Sakura itu ada. Semilir angin yang aku rasakan masih sama saat aku terakhir datang kemari, rumput-rumput kecil yang bergoyang seakan memperjelas kenangan waktu itu… dan sinar rembulan yang terang, mengiring langkahku…

Aku pun sampai, kini bunga-bunga Sakura yang bermekaran tepat berada di hadapanku, mereka tampak bersinar di bawah indahnya rembulan malam, ranting-ranting yang bergerak seakan menyambut kedatanganku setelah sekian lama aku tak datang kemari. Dan dihadapan indahnya bunga Sakura yang merah muda itu, aku seakan kembali kemasa lalu, masa dimana aku, hyung dan eomma ada disini, bercanda bersama, bermain dan tertawa lepas, semua seakan terputar kembali seperti halnya video recorder yang sedang diputar.

Tangisku seketika pecah, mengenang kenangan indah itu, ternyata aku sangat merindukan mereka, kalau saja waktu bisa diputar, akan aku perbaiki semua kejadian dimasa laluku…

Namun itu semua tidak mungkin bisa terjadi, seperti bunga sakura yang sudah terjatuh, mereka tak mungkin bisa kembali ke rantingnya, mereka akan pergi dan tak pernah kembali. Angin yang bertiup seakan sedang menyadarkanku bahwa masa lalu biarlah berlalu, biarkan masa lalu itu menjadi kenangan indah yang tak mungkin terlupakan…

Aku tersenyum, rontokan Sakura itu jatuh dibadanku, mereka sangat harum, bahkan lebih harum dari parfum refille. Aneh, lihatlah Sakura yang ada di tanganku, mereka tetap terlihat bersinar meski mereka kini telah jatuh, tak ada tanda-tanda kesedihan disana.

Aku berjalan mendekati salah satu batang pohon Sakura yang berjejer disana, semua tampak menyala seperti layaknya lampu penarang kegelapan. Mungkin benar kata orang, Sakura akan terlihat lebih indah jika malam hari di bawah terangnya sinar bulan, namun sayang mereka begitu rapuh, tapi… meskipun rapuh mereka akan terus berbunga dan berbunga, menutupi bunga lain yang telah rapuh dan berguguran… kalau mereka di ibaratkan seperti manusia, mereka pasti akan menjadi manusia yang berjiwa kuat namun berfisik lemah.

To be Continue >>>>

Advertisements

,

  1. #1 by kimasshiyffa on July 9, 2013 - 8:26 AM

    ff.a keren thor. . .
    bahasa.a juga mudah d pahamh. . .
    keren background pap.a hitam n tlsn.a putih q suka tdk trlalu trang bagus. . .

  1. 6. [Boyfriend FF Library] Sakura Nights « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: