[Boyfriend Fanfic] Sakura Night’s (Part 3)

Tittle : Sakura Night’s (Part 3)

Main Cast :

–          Jo Kwangmin

–          Jo Youngmin

–          Yang Eunbin (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Jo Gwangmin as Kwangmin

Original Soundtrack :

–          Yui – Goodbye Days

Fanfics Number : 6th

Realise : June 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah tentang keinginan seorang dongsaeng yang ingin dekat dekat dengan hyungnya, namun hyungnya tersebut justru sangat membencinya. Lantas apa yang harus dilakukan oleh Dongseng itu ? semua akan dikisahkan dalam ff ini, jadi baca dari awal sampai akhir….

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Sakura Night’s (Sakura Malam)

“jangan seperti itu, ingatlah apa yang kau lakukan pada itik kecil tadi… jika kau ada di posisi itik itu, ibumu pasti datang untuk menolongmu. Mungkin saat itu, ibumu sudah tidak bisa berfikir apa-apa lagi untuk menolong adikmu, yang bisa ia lakukan hanyalah bertukar nyawa demi keselamatan adikmu. Janganlah hanya mengingat kebaikan ibumu pada orang lain, karena itu hanya membuatmu iri, ingatlah kebaikan ibumu pada dirimu sendiri, karena itu bisa mengingatkanmu betapa besar rasa sayangnya padamu….”

Hyung terpaku mendengar setiap ucapan bijak kakek yang tak dikenalnya itu. Hyung mulai teringat saat-saat dimana ibu masih hidup dan ada disampingnya, semua rekaman itu tiba-tiba saja muncul dan mengingatkan Hyung betapa besar kasih sayang ibu padanya… matanya mulai bergelinang, ia baru sadar, ibu memang sangat menyayanginya… air matanya pecah ketika kenangan manis bersama ibu terlintas jelas dalam benaknya… Hyung sangat merindukan eomma, sama halnya denganku….

*****

Hari ini, adalah hari dimana kotes drama yang Hyung perankan akan ditampilkan, aku ingin sekali melihat Hyung tampil dalam acara tersebut, mengenakan pakaian selayaknya pangeran dan membawa pedang ksatria, pasti Hyung akan terlihat keren.

Tapi… hari ini, ada yang aneh padaku, pandanganku kembali buram, bahkan lebih buram dari sebelumnya, aku harus berusaha keras melihat arah jalan yang harus aku lalui, beberapa kali aku tersandung batu, dan jatuh. Tapi aku harus segera bangun, dan kembali berjalan, meski itu sulit, apalagi tidak ada seorangpun yang membantuku, tapi itu bukan masalah karena sendiri pun aku masih bisa.

Akhirnya aku sampai di seberang jalan sekolahku, aku harus menyeberang untuk sampai disana, tapi bagaimana ? pandanganku benar-benar buram, tapi untung lah aku masih mampu melihat lampu merah di lalulintas, aku pun langsung menyeberang, akan tetapi saat berada di tengah-tengah jalan, mataku tiba-tiba saja tidak bisa melihat apapun, hanya bayangan hitam yang bisa aku lihat, bagaimana ini ? kemana aku harus pergi, aku tak bisa melihat arah jalan… apa yang harus aku lakukan ? apa aku harus tetap berdiri  disini dan menunggu kematian yang bisa datang kapan saja ? tidak… aku pasti bisa melewati jalan ini… aku pasti bisa.

Aku bingung harus berjalan kearah mana, semuanya gelap, dan… suara klakson mobil sudah terdengar keras pertanda lampu merah telah usai, mobil-mobil pun mulai melaju kencang, sedangkan aku, aku masih saja berada disini, di tengah jalan yang ramai. Awalnya aku tidak merasa ada sesuatu yang menabrakku, namun akhirnya ada sebuah truk pengangkut barang menyambarku, kejadian ini sama seperti 11 tahun yang lalu, dimana aku telah membunuh eomma. Aku merasa tidak apa-apa karena truk itu hanya menyerempetku kecil, aku terjatuh dan ketika aku hendak berdiri, ada suara klakson lagi, terdengar begitu keras dari arah depanku. Dan… jebrettttddd…. ahhhhhhh…… truk itu menggilas kaki kananku dengan keras hingga tulang-tulangku remuk, sangat sakit hingga tubuhku tak mampu bergerak, dan seketika aku tak ingat lagi… pikiranku seakan hilang terbawa angin yang berlalu.

“Youngmin, adikmu kecelakaan, kenapa kau tidak ke rumah sakit !” tanya Eunbin dengan nada sedikit tinggi seusai pentas.

“untuk apa, matipun aku tidak peduli” ucap Youngmin dengan acuhnya.

Kemarahan Eunbin pun memuncak, ia tidak menyangka kalau Youngmin akan mengatakan hal sekejam itu, ia pikir Youngmin adalah hyung yang tidak sekejam itu, ternyata ia salah Youngmin bahkan labih tega dari malaikat pencabut nyawa sekalipun. Eunbin menarik kerah baju Youngmin dan kemudian menamparnya dengan keras, “Kwangmin itu adikmu, apa kau tidak sadar selama ini dia lah yang selalu menolongmu saat kau kesusahan, apa matamu sudah buta dengan amarah hingga kau tak mampu melihat kebaikan adikmu, hah ! Youngmin sadarlah siapa yang sudah menolongmu saat kau akan kejatuhan pot, siapa yang sudah menolongmu saat kau akan kejatuhan lampu sorot, siapa yang setiap hari menyiapkan sarapan untukmu, siapa yang setiap hari ada disampingmu dan menjagamu ! Siapa ! hanya kwangmin… dan sekarang dia dalam kesulitan, kakinya harus diamputasi… kau dengar… kakinya harus diamputasi… dia sekarat Youngmin. Kwangmin sekarat… dia membutuhkanmu….”

Eunbin menangis, air matanya jatuh membasahi pipi indahnya. “jenguklah, hanya kau yang mampu menyembuhkannya, hanya kau Youngmin… bantulah adikmu… sekali saja… meskipun kau sangat membencinya, tapi tolong hilangkanlah kebencianmu untuk hari ini saja, Kwangmin membutuhkanmu…”

“baiklah kalau itu maumu”

Youngmin pergi meninggalkan Eunbin, dan di rumah sakit, Youngmin melihat Kwangmin dalam keadaan yang tidak menentu, antara hidup dan mati dalam selang kehidupan, seseorang yang selama ini terlihat sangat ceria, tiba-tiba tengah terbaring lemah tak berdaya… terbesit rasa kasihan dalam hati Youngmin yang keras itu melihat Kwangmin yang kini tak memiliki kaki sebelah… yah, walau bagaimanapun Kwangmin adalah adiknya, seberapa besar rasa bencinya tak akan mampu melawan dalamnya sebuah ikatan persaudaraan. Dan tanpa Youngmin sadari, sebercik air mata kini keluar dari pelupuk matanya melihat Kwangmin yang tak berdaya…

“Saeng… maafkan Hyungmu ini… hyung terlalu kasar padamu… maafkan Hyung, Saeng. Hyung kini mengerti, eomma meninggal bukan karenamu, tapi karena ingin melindungi anaknya, dan kau pantas dilindungi oleh eomma, karena kau adalah orang yang sangat baik, kau seperti malaikat yang tak bisa marah, meski hyung sudah berkali-kali membuatmu kecewa… Saeng…”

“Hyung…”. Aku terbangun dari alam mimpiku saat aku mendengar suara hyung yang sendu, memang benar, orang yang pertama kali aku lihat adalah hyungku sendiri, aku sangat beruntung, akhirnya aku bisa melihatnya dalam detik detik terakhir ini. Hyung terlihat sendu, mungkinkah hyung menagis ? apa dia menangis untukku ? Tuhan… terima kasih, akhirnya Hyung kembali seperti dulu…

“Hyung maaf kan aku… aku yang sudah membuat eomma meninggal… aku tidak sengaja Hyung… maafkan aku…”

“kau tidak salah apapun Kwangmin, kau tidak salah… eomma hanya ingin melindungimu… melindungi seseorang yang sangat baik sepertimu…”

“terimakasih hyung…”.

Hyung memaafkanku, aku lega, akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang, hyung memang baik, meski terkadang ia sangat acuh padaku, namun kini aku bisa merasakan dalamnya kasih sayang hyung yang tulus, seperti waktu kecil dulu.

Jiwaku sekarang melayang pergi ke angkasa luas meninggalkan hyung yang menangis sendiri disana, hyung, mungkin ini tidak adil bagimu, aku akan bertemu eomma lebih dulu daripada hyung, aku akan tinggal bersama eomma dan mengukir kisah indah bersamanya lagi, hyung… berbahagialah didunia sana… karena aku akan selalu ada disamping hyung selamanya, meski hanya tinggal sebuah nama yang bisa terlupa kapanpun… namun, kisahku dan hyung akan terlukis jelas dihatiku dan akan terkenang selamanya…

Angin malam yang deras itu, menerbangkan helai demi helai bunga sakura yang terbang ke atas langit mengiring kepergianku menuju rumah baruku di langit sana…

Dan botol surat yang aku tinggalkan dibawah pohon Sakura itu, suatu saat pasti akan terbaca oleh seseorang yang sangat menyayangiku seperti Hyung… pohon-pohon Sakura yang ada disana akan selalu bermekaran, menyambut seseorang yang akan menceritakan kisah untuknya…..

< The End >

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Note : pengorbanan dan kasih sayang akan mampu mencairkan hati yang beku seperti karang, dan kasih sayang seorang ibu itu sama dan tidak membedakan, ia akan terus berusaha melindungi anak-anaknya meski nyawa taruhannya. Percayalah, ibumu juga pasti seperti itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pengarang : Onii-chan

Twitter : @Nesada

Fb : facebook.com/Nesada2012

Blog : nesada2012.wordpress.com

,

  1. #1 by Aida on February 7, 2013 - 11:51 AM

    Hiks.hiks,hiks….,kwangmin … dorawa,jgan pergi~!!!!!!,hikssssssss…..
    *PLAAAAAAK
    dsar! koq young bru sdar!,koq young bru ngrti!!!!!
    young qmu jht bgt ma twins qmu sndri!!!
    *PLAAAAAKK
    Thor ff nya asli kreeeeennn!!!!!!!!
    Sadnya luar biasa smpe bkin hti orng rmuk (?)
    Wuaaalllaaaaah….. yg pnting KEREEEEEENNNN

  2. #2 by kwangmins fangurl on March 19, 2013 - 11:33 AM

    aku suka ceritanya. jeongmal. feelnya aku dapet bgt!!><
    apalagi castnya sikembar^T
    aku nunggu ff sikembar(family genre) yg happy end ya thor~ x'D

  3. #3 by kimasshiyffa on July 9, 2013 - 8:47 AM

    hwaaa T.T
    sad ending. . .
    q terharu . . .

  1. 6. [Boyfriend FF Library] Sakura Nights « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: