[EXO Fanfic] Fire-Fly (Part 1)

Tittle : Fire-Fly (Part 1)

Main Cast :

–          Oh Sehun

–          Eunhye

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

–          Oh Sehun as Sehun

–          Ulzzang as Eunhye

Original Soundtrack :

–          2AM – Like a Fool

Fanfics Number : 11th

Realise : August 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah klasik, dimana ketika cinta baru saja terjawabkan tiba-tiba harus terpisahkan dengan maut…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Firefly (Kunang-kunang)

————— Sehun POV ————–

Namaku Sehun, Oh Sehun tepatnya… aku tinggal di komplek perumahan di kota Seoul… Aku memiliki seorang teman bernama Eunhye, dia anak dari keluarga biasa, berbanding terbalik denganku. Aku memiliki segalanya, mobil, uang, jabatan, semuanya ada padaku. Dia adalah teman sekampusku, sebenarnya aku belum lama mengenalnya… tapi, dia telah membuatku banyak berubah. Aku yang dulu adalah seorang yang suka seenaknya pada gadis, tak pernah memikirkan bagaimana perasaan mereka yang aku tinggalkan begitu saja. Namun ketika aku bertemu dengannya, perasaan aneh membuatku tersadar akan kesalahanku, dia menyadarkanku betapa pentingnya menjaga perasaan seorang gadis, mereka haruslah dilindungi, bukan untuk disakiti. Aku belajar banyak tentang cinta padanya.

Namun, semakin lama aku mengenalnya aku semakin merasa tak ingin jauh darinya, aku ingin selalu berada disampingnya… bahkan tanpa aku sadari, aku telah jatuh cinta padanya, meski ia sama sekali tak merespon cintaku, tapi, selalu ada didekatnya itu sudah cukup, aku tetap bahagia, meski kami tak mempunyai hubungan apapun…

Hampir dua tahun aku mengenalnya semenjak pertama kali kita bertemu di depan kampus saat pendaftaran siswa baru. Sejak saat itu, aku jatuh cinta padanya, meski belum sedalam saat ini… wajah polos dan kesederhanaan dalam dirinya membuatku bertekuk lutut padanya. Tatapan matanya saat itu membuatku terpana, wajahnya memang tak begitu cantik, seperti para gadis yang pernah aku jadikan pelarian cintaku, dia bahkan terkesan biasa, tak ada menarik-menariknya sedikitpun, tapi entah kenapa dia justru membuatku merasa tak ada gadis lain secantik dirinya, dialah peri kecil yang diturunkan Tuhan untukku, meski aku tak memilikinya, tapi bisa bertatapan setiap hari membuatku serasa dia adalah milikku seutuhnya….

Ketika aku merasa benar-benar mencintainya, bukan hanya untuk pelarian semata, ternyata Tuhan berkata lain, Eunhye diberi cobaan yang begitu berat, dia mengidap Kanker Darah stadium akhir… aku sangat sedih ketika mendengar berita itu, sakitnya sudah separah itu, tapi kenapa dia tidak pernah memberitahuku ? apa dia tak menganggapku temannya lagi ? sedih, sangat sedih, ketika aku harus menerima kenyataan bahwa ia bisa meninggal kapanpun, pergi kedunia lain yang tak bisa aku gapai… aku tak rela… aku tak rela harus kehilangannya…

Dia adalah periku, aku tak mungkin bisa kehilangannya… aku ingin dia selalu ada disampingku, menjadi teman hidupku dan menjadi ‘Nyonya Oh Eunhye’, tapi apakah mungkin ? Takdir kehidupan tak bisa diubah… aku hanya bisa bermimpi, bisa bersanding dipelaminan bersamanya… mengenakan pakaian pengantin… dan berjanji sehidup semati bersama dihadapan pastur dan Bunda Maria… itu hanya mimpi…

Aku sering menangis ketika aku harus menerima semua kenyataan ini, terkadang aku pun berfikir, Tuhan itu benar-benar tidak adil, ketika aku baru menemukan tambatan hati yang benar-benar aku cintai, dia justru ingin mengambilnya, kenapa bukan gadis-gadis lain saja yang ingin diambilnya, kenapa harus Eunhye yang menderita Kanker itu…

Kian hari ketika aku melihat sakit Eunhye yang semakin parah, aku semakin merasa sedih, meski ia sendiri terus berusaha keras menyembunyikan sakitnya dengan senyum gembira, tapi aku tau betapa rasa sakit itu menyerang dirinya… aku tau betapa beratnya dia melawan penyakit dalam tubuhnya, setiap hari harus bergelut dengan kanker itu…

Seperti hari ini, ketika aku berkunjung ke rumah sakit dimana ia sedang dirawat, aku melihatnya sedang tertidur pulas di ranjang hangatnya. Aku membuka pintu dan beranjak mendekatinya… wajahnya terlihat begitu tenang, mendekap ke alam mimpi yang indah. Keteduhan dalam wajahnya membuatku semakin mencintainya… sungguh mencintainya… aku ingin dia tetap hidup, terus bercanda denganku tanpa ada perpisahan yang datang menghampiri kita berdua…

Ku belai lembut pipinya yang hangat, begitu halus sama seperti kepribadiannya… dan tiba-tiba ia membuka pelan kedua bola matanya, tersenyum indah padaku…

“kau datang…”, ucapnya dengan nada yang begitu lembut…

“tentu… karena aku adalah calon suamimu… aku harus rajin datang kemari”, ucapku sedikit meledeknya.

“hmm… sudah berapa banyak wanita yang kau katakan seperti itu ?”

Aku sedikit kikuk ketika aku mendengar suara Eunhye yang sedikit meledekku… tapi jujur, hanya dia yang aku katakan seperti itu, tak ada orang lain… aku kembali menatap wajahnya… terlihat sedikit pucat, bola mata yang nampak menghitam, bibir yang kering dan memutih… semua terlihat jelas disana…

“Eunhye…”, ucapku seraya memegang lembut telapak tangannya yang terasa kurus dan lemas… “jika kita diberi umur lebih… apa kau mau menjadi ibu dari anak-anakku kelak, menjadi nyonya Oh Eunhye ?”

Saat itu, tiba-tiba saja pikiranku kacau, aku berbicara tanpa aku sadari… Eunhye hanya menatapku heran… dia tak berkata sedikitpun, dan kesunyian yang ia tunjukan padaku… aku tertunduk… Eunhye pasti akan menolakku, mana mungkin dia meu menjadi istriku, sedangkan kita berdua sama sekali tak pacaran ?

“Sehun… kau tau kan keadaanku seperti apa ? menikah denganku hanyalah akan membuatku susah… aku tak mau itu terjadi… aku mengerti, kau sungguh-sungguh menyukaiku… tapi, cinta itu tidaklah harus memiliki, sebuah cinta akan terasa indah jika kita saling ada… meski kita berpisah, jarak ataupun kehidupan kau akan tetap ada untukku, dan aku ingin cinta yang seperti itu. Sehun… kau adalah laki-laki yang sempurna, kau tampan, kau kaya, kau pintar… masih banyak gadis yang bisa kau jadikan istrimu… menjadi nyonya Oh yang kau inginkan… bukan aku, aku tak pantas menjadi pendamping hidupmu… aku tak pantas Sehun, sama sekali tidak… percuma saja kau menikah denganku… kau pasti akan menyesal…”

Air mataku seketika jatuh, saat aku mendengar setiap kata yang Eunhye ucapkan untukku, begitu tulus… dia benar-benar gadis yang aku inginkan, tapi kenapa, kenapa dia tak mau menerimaku…

“tidak Eunhye, hanya kau yang pantas menjadi nyonya Oh, tidak ada orang lain, tak ada seorang pun gadis didunia ini yang pantas menjadi nyonya Oh, selain kau, hanya kau… jadilah istriku… aku berjanji, aku akan membuatmu bahagia, aku tak akan pernah membuatmu bersedih ataupun menyesal… aku janji Eunhye…”

“jangan pernah berjanji tentang suatu hal yang masih membuatmu ragu… jangan pernah… ketika janji itu tak terwujud, kau hanya akan menyakiti seseorang yang telah kau janjikan, kau hanya akan menyakitinya… lihatlah diluar sana, banyak gadis yang sempurna seperti dirimu, yang pantas menjadi pendamping hidupmu. Mereka cantik, kaya, dan pintar. Tidak sepertiku yang sangat biasa, merekalah yang pantas…”

“aku tidak peduli seberapa sempurnanya mereka, hanya kau… hanya kau yang aku inginkan… hanya kau yang bisa membuatku berubah… dulu, ketika aku belum mengenalmu, aku adalah laki-laki yang sangat buruk, menyakiti gadis adalah pekerjaanku sehari-hari, mereka seperti baju yang bisa aku ganti setiap hari. Tapi kau, kau berbeda dengan mereka, kau adalah hatiku, belahan jiwaku… menikahlah denganku… aku mohon…”

“Sehun….”, dia menatapku dalam, mencari celah kejujuran dalam hatiku. “tapi… hidupku tidaklah lama lagi…”

“umur seseorang hanya ditangan Tuhan, bukan ditangan dokter ataupun teknologi… aku yakin, kau pasti bisa hidup, 10 tahun, 100 tahun, bahkan sampai 1000 tahun… kau pasti bisa… bahkan bila perlu, ketika kau mati, aku pun akan mati… maka kita tak mungkin akan terpisah…”

*****

Malam hari, ketika aku sedang mengerjakan tugas proposal, tiba-tiba aku teringat kembali pada Eunhye. Aku ingin menemuinya lagi, namun hari sudah malam appa dan eomma pasti tak akan mengizinkan… aku berjalan mendekati jendela yang tertutup rapat oleh kaca, disana, aku pandang indahnya langit malam itu, penuh bintang dan hembusan pelan dari angin yang berlalu. Aku memejamkan mata, dan ketika aku membuka mata, aku melihat banyak sekali kunang-kunang yang berterbangan di luar jendela kamarku. Aneh, sejak kapan banyak kunang-kunang disini ? hmm… mereka sangat indah, berkelap-pelip diantara gelapnya malam, saling singgal diantara dedaunan yang hijau, dan bunga yang menguncup…. tapi sayang, keindahan mereka hanya bisa dimiliki satu malam saja… besok mereka akan mati… yah, kunang-kunang hanya akan hidup satu malam saja…

Tapi… meski hanya semalam, mereka terlihat sangat bahagia dengan hidup mereka yang singkat… dan mereka yang telah mati, akan tergantikan oleh generasi baru yang akan muncul… dan begitulah seterusnya…

To Be Continue >>>

, , ,

  1. #1 by kimasshiyffa on July 10, 2013 - 5:41 PM

    kasian sehun saat tulus tp mlh ky gini. .. .
    semangat sehun. . .

  1. 11. [EXO FF Library] Fire-Fly « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: