[EXO Fanfic] Fire-Fly (Part 2)

Tittle : Fire-Fly (Part 2)

Main Cast :

–          Oh Sehun

–          Eunhye

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

–          Oh Sehun as Sehun

–          Ulzzang as Eunhye

Original Soundtrack :

–          2AM – Like a Fool

Fanfics Number : 11th

Realise : August 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah klasik, dimana ketika cinta baru saja terjawabkan tiba-tiba harus terpisahkan dengan maut…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Firefly (Kunang-kunang)

Tiba-tiba kakiku tak terkendali, aku langsung berlari keluar rumah, mungkin malam ini adalah malam keberuntunganku, appa dan eomma tak ada dirumah, inilah kesempataku untuk menemui Eunhye lagi… aku menggunakan taksi untuk datang kerumah sakit itu… dan ketika aku sampai dikamarnya, tiba-tiba mataku terbelalak kaget, Eunhye tak ada dikamarnya, disana kosong… aku khawatir, kemana perginya ? bersama siapa ?

Aku berlari kesana kemari, tanya pada setiap orang yang aku temui, tapi alhasil, mereka sama sekali tidak tau. Kemudian aku berlari ke balkon, aku melihat sekeliling… yang aku lihat hanyalah pohon-pohon besar, dan sangat gelap, aku tak melihat siapapun ada didekat sana… namun, seketika pandanganku beralih pada sesuatu yang sedang duduk dibawah pohon beringin yang tidak begitu besar, ‘apa itu hantu ?’, pikirku. Aku menciutkan mataku, mencari sisi terang dimataku.

Semakin aku pandang, aku semakin tau siapa dia, astaga, itu Eunhye… kenapa dia ada disana ? apa dia tau, jantungku hanpir saja lepas saat aku melihat dia tidak ada dikamarnya… aku pun segera menghampiri Eunhye, berjuang berjalan diantara rumput ilalang yang runcing… diantara kegelapan tanpa cahaya…

“Eunhye… sedang apa kau ada disini ?”

“ahh… Sehun… kenapa kau datang kemari ? nanti appa dan eomma-mu marah…”, balas Eunhye sembari duduk manis dibawah pohon sana.

“appa dan eomma tak ada dirumah”, balasku sambil duduk didekatnya… “sudah malam, kenapa kau malah datang kemari ?, disini kan sangat gelap, kalau ada hantu bagaimana ?”

“tidak akan. Hantu akan lari ketika melihat wajahku… jadi kau tenang saja…”

Lagi-lagi Eunhye tersenyum indah padaku, membuatku seakan tak bisa bergerak, aku membatu. Tiba-tiba ada banyak kunang-kunang yang berterbangan ketika Eunhye tersenyum padaku… kunang-kunang itu begitu banyak, membuat kegelapan yang ada disekitarku seakan hilang, tergantikan oleh cahaya kunang-kunang yang terang… aku benar-benar jatuh cinta padanya, aku ingin memilikinya, hanya dia yang aku inginkan… oh Tuhan, adakah kesempatan itu ?

“Neul saranghanda …. jeongmal saranghanda…”

“hah, apa ! kau sedang tidak gila kan ? kau sedang waras bukan ?”

“tentu. Tapi aku tau, kau tak mungkin mau menjadi pacarku bukan ? aku yakin, kau pasti akan menolakku seperti tadi siang… tapi… aku tak akan bosan-bosannya mengatakan kalau aku sangat menyukaimu… bukan karena wajah atau pun fisik, tapi karena hatimu…”, aku mencoba terus terang dan berbesar hati… sesungging senyum aku munculkan dari bibirku…

“begitu… apa kau bisa mengatakannya sekali lagi… tapi katakan dengan tulus, aku ingin sekali mendengarnya… apa boleh ?”, Eunhye kembali menatap dalamnya mataku. Dan lagi-lagi aku pun membatu… aku tak bisa bergerak sedikitpun…

“hah… baiklah. Aku, Oh Sehun dari fakultas kedokteran, sangat menyukai Yang Eunhye, gadis paling cantik dari fakultas sastra…”, aku mengatakannya dengan semangat serta senyum yang merekah…

Tiba-tiba, tanpa aku sadari, Eunhye menciumku, dibibir… aku sangat terkejut, bagaimana mungkin seorang Eunhye mau mencium laki-laki seperti aku ini ? ada apa dengan Eunhye… aku tak bisa berhenti heran, namun merasakan bibir Eunhye, seperti ada sesuatu dalam dirinya, entah apa itu, aku tak peduli, aku membalas ciuman lembut Eunhye, melumat bibirnya dengan sangat halus… dan kunang-kunang yang berterbangan itu, adalah saksi ciuman pertamaku dengan Eunhye, gadis yang paling aku cintai…

“menikahlah denganku…”, ucapku lirih ditelinganya.

“beri aku 100 kunang-kunang maka aku mau menikah denganmu…”

Aku sangat terkejut dengan ucapan Eunhye, ‘beri aku 100 kunang-kunang maka aku mau menikah denganmu’, apa itu artinya dia menerima cintaku dan mau menikah denganku ? oh Tuhan… akhirnya setelah menunggu 2 tahun untuk mendapatkan cintanya, kini penantianku terjawab juga… dia mau menikah denganku. Ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa orang lain rasakan…

*****

Ketika aku sampai dirumah, aku langsung melihat appa dan eomma sedang berdiri menungguku di depan rumah, astaga, sejak kapan mereka pulang ? hmm… aku harus menyiapkan diriku untuk dimarahi habis-habisan oleh appa…

Aku membuka gerbang, dan appa yang mendengar suara gerbang terbuka, seketika langsung beralih pandang kehadapanku… berjalan menghampiriku… dan.. plakkk… tamparan kerasnya ia landaskan dipipiku…

“darimana saja kau ! oh, jadi begini, kalau tidak ada appa dan eomma, kau bisa pergi seenaknya…”

“maaf appa… aku hanya ingin menjenguk temanku yang sedang sakit…”

“apa ! kau menjenguk temanmu tengah malam seperti ini ! apa kau sudah gila Sehun, dimana kesopananmu… apa kau pikir tidak ada hari lain untuk menjenguknya !!”

“appa, sudah. Kasihan Sehun, dia baru sampai dirumah…”, lerai eomma.

“anak yang tidak tau sopan santun seperti ini tidak perlu kau bela !”, appa justru marah pada eomma, dia membentaknya keras…

“appa…”, ucapku meleraikan pertengkaran mereka, namun appa tak memperdulikan ucapanku. “appa… aku ingin menikah !!”

Appa dan eomma seketika berhenti bertengkar, mereka menatapku. “aku ingin menikah dengan Eunhye, teman sekampusku… aku harap appa dan eomma merestuiku…”

“kau benar-benar sudah gila !”, appa kembali menamparku, bahkan tamparannya kali ini lebih keras dari yang tadi. “berapa umurmu, seenaknya saja bicara tentang pernikahan !”

“aku serius appa… aku ingin sekali menikahinya… dia gadis yang baik… dia yang sudah membuatku banyak berubah… appa ingatkan, dulu aku sering sekali melawan perintah appa dan eomma, tapi karena gadis itu, aku sadar, melawan perintah orang tua adalah tindakan yang tidak baik… dia mengajariku banyak hal appa… aku mohon… izinkan aku menikah…”

Appa terdiam, dia seakan teringat kelakuanku dulu, aku tatap mata appa, dia sadar, ada banyak perubahan yang terjadi dalam diriku… dia tidak menjawab apapun, dia hanya berjalan pergi meninggalkanku…

Malam berikutnya, aku bertekat mencari kunang-kunang untuk Eunhye disekitar rumahku… aku tau di kebun samping rumah ada banyak kunang-kunang yang bersembunyi… dan aku pasti bisa mendapatkan mereka…

3 jam telah berlalu, aku terus mencari kunang-kunang itu, meski aku sendiri menjadi korban dari keganasan nyamuk yang sedang kelaparan… sudah cukup banyak kunang-kunang yang aku tangkap dan aku letakkan di toples kaca… mereka terlihat sangat indah didalam toples… saling berterbangan dalam ruang yang tertutup itu… namun sayang, aku tak berhasil menemukan kunang-kunang itu hingga 100, mungkin hanya 30, masih sangat sedikit… tapi mereka sudah tidak ada lagi…

Kemudian aku datang kerumah sakit dimana Eunhye dirawat, tapi aneh, ketika aku baru saja sampai didepan kamarnya, aku mendengar ada keributan kecil didalam sana… dan ketika aku buka… aku melihat Eunhye sedang sekarat disana.. 2, 3 dokter sedang menanganinya… dia menutup mata… ia tak sadarkan diri… pucat dan lemah… aku takut, aku takut kalau dia tak akan membuka matanya lagi… aku takut dia pergi…

————— Sehun POV End ————–

 

————— Eunhye POV ————–

Ketika aku menutup mata, aku seakan sedang terbang kesuatu tempat yang begitu tinggi, bahkan pesawat luar angkasa pun tak mampu mencapaiku… oh Tuhan, mungkin ini adalah jalan terakhir hidupku… mungkin setelah ini tak akan ada rasa sakit lagi yang aku rasakan… semua akan hilang, semua akan lenyap… Tuhan, hanya sekejap aku bisa melihatmu… namun entah kenapa hatiku masih terasa berat, meninggalkan seseorang yang aku sayangi… Tuhan berilah aku hidup sehari saja… agar aku dapat merasakan kebahagiaan tentang pernikahan… aku tau Tuhan, aku tidak mempunyai hek untuk bernegosiasi tentang umurku, namun setidaknya berilah sedikit keajaibanmu agar aku dapat merasakan dalamnya kasih sayang dari seseorang yang aku sayang…

Deg… detak jantungku kembali.Tuhan telah mengabulkan semua keinginanku dia mengembalikanku pada kehidupan yang sebentar lagi akan aku tinggalkan ini.. ketika aku membuka mata, aku melihat ada banyak dokter yang berkeliling disampingku, mereka khawatir, tapi, aku tak melihat Sehun disana, kemana dia ?

Aku sangat bersyukur, aku masih mampu menghirup segarnya udara, dapat melihat terangnya cahaya… dan… segalanya belum aku tinggalkan… aku kembali tertidur…

To Be Continue >>>

, , ,

  1. 11. [EXO FF Library] Fire-Fly « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: