[EXO Fanfic] Fire-Fly (Part 3)

Tittle : Fire-Fly (Part 3)

Main Cast :

–          Oh Sehun

–          Eunhye

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

–          Oh Sehun as Sehun

–          Ulzzang as Eunhye

Original Soundtrack :

–          2AM – Like a Fool

Fanfics Number : 11th

Realise : August 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah klasik, dimana ketika cinta baru saja terjawabkan tiba-tiba harus terpisahkan dengan maut…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Firefly (Kunang-kunang)

2 jam kemudian aku kembali terbangun, dan ketika aku membuka mata, seseorang yang pertama aku lihat adalah Sehun… dia ada disisiku.. dia ada disini, aku sangat senang.. dia laki-laki yang begitu baik… aku menatapnya, aku merasa kian detik tubuhku semakin lemah, tenagaku perlahan mulai hilang…

“kau sudah bangun… syukurlah… lihat ini, aku membawakan kunang-kunang untukmu… meski tidak sampai 100, seperti yang kau inginkan… tapi paling tidak ada 1/3 nya…”, dia menyerahkan toples berisi kunang-kunang padaku, aku menerimanya sedang senyum tulus.

“termakasih…”

“kita menikah ?”

Aku sangat terkejut ketika Sehun menanyakan hal itu… dia masih ingat janjiku tapi apa Sehun tidak salah bicara, keadaanku sedang lemah seperti ini, aku tidak mungkin bisa menjadi istri yang baik untuknya… itu tidak mungkin… tapi melihat keseriusan yang Sehun pancarkan dari matanya, seakan membuatku berhenti bicara, aku hanya diam… aku sudah berjanji, aku tak mungkin bisa mengingkarinya, tapi aku bingung… aku takut, ketika kita baru saja menikah, Tuhan memanggilku, aku tidak mau melihatnya bersedih, aku tidak ingin… tapi…

“baiklah… kita akan menikah…”

Sehun tersenyum indah, meski ada air mata yang ia tahan dari pelupuk matanya… ia tetap tersenyum, dia tidak membiarkan air mata itu pergi terlalu jauh, menetes ke pipinya…

1 jam kemudian, Sehun datang kekamarku dengan mengenakkan pakaian resmi untuk sumpah setia denganku, dia mengenakan jas hitam dengan kemeja putih, serta dasi pita yang selalu ia banggakan… dan lihatlah, Sehun datang bersama kedua orang tuanya serta seoran pastur dari Gereja St. Louise. Aku tersenyum, meski aku merasa lemas, tapi setidaknya aku harus kuat untuk duduk. Eomma-ku merias wajahku, dia gunakan make up untuk menyamarkan pucat diwajahku, aku melihat ke cermin, ternyata aku bisa terlihat cantik juga, gaun yang aku gunakan berwarna putih bersih, serta mawar putih yang menghias rambutku, seakan menyembunyikan segala kekuranganku…

“Oh Sehun, apa kau bersedia mendampingi Yang Eunhye disaat sakit, atau pun sehat, disaat susah maupun senang… bersedia menjadi pendamping hidupnya dan akan terus setia padanya hingga ajal menjemput ?”, ucap pastur itu seraya memegang telapak tangan Sehun, aku terus menatap wajah Sehun yang bersungguh-sungguh… dia sama sekali tidak bercanda… dia benar-benar menikahiku… aku tidak bermimpi bukan ? ini semua kenyataan… aku bisa bersanding dipelaminan sederhana ini bersamanya… aku tidak percaya, aku seperti mimpi…

“aku bersedia mendampingi Yang Eunhye disaat sakit, atau pun sehat, disaat susah maupun senang… bersedia menjadi pendamping hidupnya dan akan terus setia padanya hingga ajal menjemput. Aku berjanji…”

Semua orang bertepuk tangan, Eomma-ku, orang tua Sehun dan beberapa temanku datang kemari. Aku senang, sungguh senang, kini aku memiliki Sehun, laki-laki yang sangat aku sukai… sejak pertama kali bertemu, aku sudah jatuh cinta padanya, tapi aku takut mengatakannya, aku takut berakhir seperti gadis yang menjadi pelariannya, tapi… setelah aku uji selama 2 tahun ini, akhirnya aku sadar, Sehun adalah laki-laki terbaik yang aku kenal, dia telah berubah… aku senang… namun, semakin aku ingat masa lalu, tiba-tiba tubuhku seakan kehilangan tenaga, aku lemas… aku jatuh terbaring di ranjangku… aku benar-benar lemas, meskipun kesadaranku masih ada, tapi perlahan pendanganku mulai bergoyang…

“Eunhye… Eunhye…. kau baik-baik saja…”, tiba-tiba aku mendengar suara Sehun memanggilku, suaranya terdengar sangat khawatir, aku pun membuka mataku… benar, Sehun ada didepan mataku… dia menangis… air matanya jatuh dari pelupuk matanya, mengalir di pipinya dan jatuh di pipiku. Aku membuka mataku…

“Sehun… aku ingin melihat kunang-kunang… bawa aku ke taman belakang rumah sakit… aku ingin melihat mereka untuk terakhir kalinya…”

“baik…”, Sehun mengangguk dengan tangisnya yang masih ia perlihatkan.

Ditaman belakang rumah sakit… aku duduk disamping Sehun, bersandar di pundaknya sambil memegang toples berisi kunang-kunang yang Sehun berikan padaku… seperti biasa, aku duduk dibawah pohon beringin kecil, menikmati malam ini bersama dengan Sehun… Suamiku…

Disini, masih sama seperti malam sebelumnya, tidak ada yang berubah. Semuanya gelap, hanya satu bulan yang menghiasi langit sana, tak ada satupun bintang yang aku lihat… semuanya gelap… aku menutup mata… aku seakan kembali kemasa lalu. Masa dimana aku masih sehat dan masih bisa bercanda bersama dengan Sehun. Tertawa lepas bersama, berangkat bersama, memakan kue saat ulang tahun… semua melintas jelas di kepalaku… aku sungguh ingin kembali ke masa lalu, aku ingin kembali… aku ingin kembali bahagia bersamanya… menikmati hidup dengan senang tanpa ada perpisahan yang datang…

Tapi… waktu tak bisa berjalan mundur, semua akan melaju, entah itu disadari atau tidak. Seperti jam, mereka tidak akan memutar dari kiri ke kanan… semuanya akan berjalan dari kanan ke kiri… aku sadar, tak ada yang bisa aku perbuat untuk kembali kemasa lalu… aku harus lebih tegar menerima semua kenyataan yang ada dalam diriku… keyataan yang mungkin terbaik untukku…

Aku membuka mata, dan aku buka toples yang aku bawa, dan seketika kunang-kunang yang ada didalamnya terbang keluar. Cahaya yang mereka pancarkan membuat terang sekelilingku… mereka begitu indah dan tegar… aku ingin seperti mereka, meski hanya hidup satu malam, tapi mereka bisa mencari kebahagian hidup yang tidak semua orang mengerti… mereka terbang meninggi… meninggalkan aku dan Sehun yang terus menatapnya… sampai jumpa…

“… kau lihat… mereka sangat indah… mereka terbang… sangat tinggi… Sehun jika aku pergi bersama mereka apa yang akan kau lakukan ?”

“aku akan menarikmu pulang… aku tidak akan membiarkanmu pergi…”, dia kembali meneteskan air matanya, aku tau dia pasti tidak akan rela kehilanganku, tapi aku yakin, setelah aku pergi, pasti akan ada seseorang yang akan menggantikanku dihati dan sisinya… aku yakin, entah itu kapan… tapi aku percaya seseorang itu ada… dia akan datang di kehidupan Sehun dikemudian hari…

Aku tak mampu berkata apapun lagi, aku terdiam, dan aku pejamkan mataku. Aku menghela nafas panjang… “bisakah kau ceritakan kisah kehidupan rumah tangga kita nanti ?”

“apa ?, tentu… setelah kita menikah, aku ingin kita bulan madu ke Jeju, menurut orang Jeju adalah tempat terindah di Seoul, aku ingin sekali pergi kesana, bersamamu tentunya. Dan ketika kita berada disana, aku ingin mengajakku ke ladang Conola yang sangat indah, menikmati pantai karang bersama, dan…….”

Sebelum Sehun berhenti bicara, tiba-tiba telingaku mulai tak bisa mendengar, aku serasa tuli, dan perlahan kesadaranku pun mulai hilang… aku kembali menghela nafas panjang, dan saat itulah jiwaku pergi dari tubuhku… malaikat maut telah menjemputku. Seperti kunang-kunang, kini aku bisa terbang bebas dilangit… meninggalkan Sehun, eomma dan kedua orang tua Sehun serta teman-temanku. Kini aku sudah tidak merasa sakit lagi… aku telah sembuh…

Dan Sehun… ketika dia menyadari bahwa aku telah pergi… dia menangis, begitu dalam, hingga air matanya terasa kering… dia memeluk jasadku… mencium pipinya dengan air matanya yang kian deras mengalir…

“EUNHYEE…….”, dia berteriak begitu keras.

Akhirnya aku bisa terbebas dari belenggu siksa yang aku rasakan bertahun-tahun… meski berat… akhirnya aku tinggalkan mereka juga. Walau banyak tangis yang keluar dari tiap-tiap mata yang melihat jasadku, tapi aku tau, semua akan segera terhapuskan… seiring berjalannya waktu, aku hanya akan menjadi seberkas kenangan yang sempat singgah diantara mereka… mengukir sebuah nama yang takkan mudah mereka lupakan, Yang Eunhye…

< The End >

Pengarang : Onii-chan

Twitter : @Nesada

Fb : facebook.com/Nesada2012

Blog : nesada2012.wordpress.com

  1. 11. [EXO FF Library] Fire-Fly « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: