[EXO Fanfic] Girl’s Guitar (Part 2)

Tittle : Girl’s Guitar (Part 2/8)

Main Cast :

–          Park Chanyeol

–          Lee Sohee (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Angst

Rating : PG-17

Cover Model :

– Yui as Lee Sohee

– Chanyeol as Chanyeol

Original Soundtrack :

–          EXO K – Angel

Fanfics Number : 10th

Realise : July 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Siapa yang tidak sedih ketika harus bertahan menghadapi alergi yang sangat berbahaya, dan dapat merenggut nyawanya ? tapi… keadaan tersebut tidaklah menghalangi impiannya untuk menjadi bintang…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Girl’s Guitar (Gadis Pemegang Gitar)

 

“aku tinggal di dekat pantai sana… bersama appaku…”

“wah… jauh juga rupanya… hmm ini sudah malam… mau kuantarkan pulang ?, aku takut kau tidak berani pulang sundiri…”, ucapku seraya tersenyum kecil padanya.

“benarkah ? terimakasih…”

Kami berjalan berdua menyusuri gelapnya malam yang bertabur bintang… indah dan terang… sepanjang perjalanan Sohee terus bercerita tentang pengalaman-pengalaman kecilnya sambil membawa gitar miliknya. Aku sudah menawarkan untuk membawakan gitarnya, namun dia menolak dia berkata kalau gitar itu adalah gitar kesayangannya, tidak boleh disentuh oleh orang lain.

15 menit kemudian aku sampai di depan rumahnya, tepatnya didepan rumahnya. Dia menawarkanku untuk mampir, namun aku menolak dengan alasan sudah terlalu malam. Sohee masuk kedalam rumahnya. Jujur, rumahnya sangatlah sederhana seperti pemiliknya, namun rumah ini terasa damai dan sangat hangat, aku tidak tau apa alasannya…

Aku pun pulang kerumah….

——— Chanyeol POV End ———

——— Sohee POV ———

Malam ini, aku bertemu dengan seseorang yang belum pernah aku temui sebelumnya, dia tinggal dibelakang gank yang sering aku kunjungi… dia namja yang sangat baik, jujur, aku bukanlah tipe orang yang bisa dengan mudah akrab dengan orang lain, namun aneh, meski aku baru mengenalnya aku bisa langsung akrab dengannya, bahkan aku mau diantarkan pulang olehnya, aku sangat senang…

Ketika pagi menjelang… aku hanya bisa terdiam didalam rumah, aku tidak pernah keluar rumah saat siang hari… aku hanya bisa berjalan ke jendela yang tertutup rapat dengan gorden, tidak ada cahaya sedikitpun yang  masuk kedalam rumah… kau tau betapa inginnya aku melihat matahari dan bermain riang diluar sana bersama anak-anak ? hmm… mungkin kau tidak akan pernah tau betapa besarnya keinginanku ini.

Kadang aku berfikir kalau manusia itu sangat aneh, ketika mereka sehat dan mampu berbuat apapun, mereka justru takut berada dibawah teriknya matahari. Tapi ketika sedang sakit sepertiku ini, justru ingin sekali melihat mahari dan juga ingin merasakan hangatnya… yah, sudahlah aku hanya bisa berharap kalau ada keajaiban yang akan datang padaku…

“… Sohee… makanannya sudah siap…” teriak seorang namja dari bawah… namja itu ayahku, masih muda bukan ? juga tampan, tapi entah mengapa eomma pergi meninggalkannya, mungkin karena miskin, karena tidak pintar, atau karena uang, aku tidak tau, tapi aku justru sangat senang bisa tinggal dengan orang sebaik dia… appa is the number one… no once who better than him…

“iya… aku akan segera turun…” jawabku dengan lantang, aku segera turun menyusuri anak tangga yang sempit itu, ku lihat appa sudah menungguku di meja makan sambil tersenyum ria.

“appa masak enak hari ini… kau pasti senang…”

“ah… semua masakan appa memang enak, aku tidak bisa membedakan mana yang rasanya enak dan mana yang tidak… heeheh”

“ah… Sohee. Ayah jadi malu…”

“hahahah appa ini ada-ada saja… aku makan yah…”

“Oh tentu saja, jangan lupa dihabiskan ya… biar kau cepat gendut…”

Aku tertawa lepas, begitu pun dengan appa, dia tertawa begitu keras seperti biasanya, yah, itu memang ciri khasnya…. meja makan ini adalah satu-satunya tempat dimana aku dan appa bisa saling tertawa, bertukar cerita dan juga saling berbagi, kesedihan, suka cita… semua tertumpahkan disini…

Katika appa akan berangkat kerja… aku hanya bisa melihatnya dari balik kaca depan rumah, aku tidak berani keluar rumah, apalagi matahari tengah terik. Appa berjalan pergi dengan membawa jaring yang dipanggulnya, aku terus memperhatikan langkah-demi langkahnya, kemudian appa membalikan badannya, dia melambai padaku dengan senyum gembira yang dia pancarkan, aku membalasnya dengan lambaian tangan dan senyum pula…

Aku masuk kedalam rumah, dan ku ambil gitar yang aku letakkan di samping TV kecilku, aku kembali memainkannya, yah gitar ini satu-satunya teman yang aku miliki, dia yang selalu ada disampingku, dimanapun aku berada.

Neoui sesangerou… yeorin barameul tago…

 

Ne gyeoteuro…. eodieseo wannyago…

 

Haemakge mutneun nege birira malhaesseo…

 

Manyang idaero hamkke georeumyeon…

………………………………………………………..

 

 

Begitulah seterusnya… aku kembali melantunkan lagu itu lagi, Angel… lagu ini benar-benar sangat berarti bagiku… aku sangat berharap ada seorang angel yang datang dalam hidupku dan akan menjagaku… karena aku lemah, aku tak berdaya… aku membutuhkan angel yang kuat dan baik hati…

“… Sohee…”, suara seorang namja memanggilku dari luar, aku berhenti bernyanyi… dan berjalan menuju ruang depan, aku hanya mengintipnya dari dari jendela, ternyata Chanyeol, namja yang semalam mengantarku pulang, dia datang kembali. “ayo jalan-jalan keluar… !!”

Aku melambaikan tangan tak setuju, aku baru ingat kalau dia tidak tau kalau aku ini menderita Xeroderma Pigmentosum alias alergi matahari. Dia berjalan mendekat, dan mengetuk pintu memintaku untuk membukakannya, sebenarnya aku sedikit takut, takut pada matahari, bukan pada Chanyeol… tapi aku tetap membukanya. Dan… Chanyeol langsung menarik lengan kiriku keluar hingga sinar matahari pun langsung mengenai kulitku yang putih pucat ini.

“Ahhhh !!!” aku berteriak kesakutan, sungguh sangat sakit, perih serasa terbakar api yang sangat panas, aku lansung menarik lenganku dan berlari kedalam rumah, nampaknya Chanyeol terkejut dengan apa yang aku lakukan, dia terdiam sejenak. Lengan kiriku seketika berubah menjadi merah seperti bekas tersengat api, dan perlahan lapisan kulitku mulai melepuh dan terkikis sedikit demi sedikit… sakit..

“kau… kau kenapa ? apa yang terjadi ?”, tanya Chanyeol tak mengerti.

“tidak apa-apa”, ucapku berbohong sambil memegangi lenganku yang sangat sakit ini. Aku hampir menangis ketika aku harus terus menahan rasa sakit ini.

Chanyeol meraih tanganku, dilihatnya lenganku yang sudah melapuh seperti terkena api. Dia menundukkan kepala, “mianhae….”

——— Sohee POV End ———

——— Chanyeol POV ———

Aku menyesal telah memaksa Sohee untuk keluar dari rumah, aku tidak tau kalau dia tidak tahan terhadap sinar matahari, aku sungguh menyesal… aku bingung apa yang harus aku perbuat untuk menebus kesalahanku itu …

To Be Continue >>>

, ,

  1. 10. [EXO FF Library] Girl’s Guitar « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: