[EXO Fanfic] Kissing You (Part 14)

Tittle : Kissing You (Part 14)

Main Cast :

–          Kris

–          Neki (OC)

–          Luhan

–          Hyera (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Romance

Rating : PG-17

Cover Model :

– Kris Exo as Kris

Original Soundtrack :

–          EXO – Baby Don’t Cry

Fanfics Number : 12th

Realise : June 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah cinta segi empat yang penuh canda dan haru… dendam masa lalu, penyesalan dan perselingkuhan…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kissing You (Ciuman)

“terimakasih, sepertinya enak..”, balas Neki dengan ramah seperti biasanya. Pelayan itu hanya tersenyum dan pergi. “apa kau mau ?”

“tidak, terimakasih. Untukmu saja…”

“sungguh ? ya sudah aku habiskan saja”, ucapnya sembari memasukkan sendok penuh nasi ke mulutnya.

“Neki, apa kau bahagia bisa jadian dengan Luhan ?”

“kenapa kau bicara seperti itu ? tentu aku bahagia, dia namja yang sangat baik… pintar dan tidak sombong sepertimu”

“apa maksudmu ? jadi kau pikir kalau aku ini jahat, bodoh dan sombong, begitu ?”

“ne…”

“heh, apa kau tidak sadar kau itu sedang bicara dengan siapa ? aku ini kapten basket, namja paling tampan di sekolah, dan paling banyak fans wanita, apa kau tidak tau !!”

“molla…”, mendengar Neki berbicara blak-blakan seperti itu, aku semakin kesal dan mulai naik darah. Tiba-tiba… suara Kembang api yang meluncur cepat terdengar di telingaku, aku langsung menoleh dan memandangi indahnya kembang api yang berwarna warni itu di langit yang gelap, sungguh sangat indah bisa menikmati saat-saat seperti ini dengan gadis yang aku sukai. Neki pun ikut memperhatikan kembang api itu, mereka terlihat benar-benar indah, sekalan membuat coretan-coretan indah di langit yang kosong, bersinar terang seperti lampu-lampu kecil yang berpijar di atas sana.

“indah sekali…” ucap Neki dengan polosnya.

Pandanganku pun beralih pada Neki yang duduk disampingku, ku pandangi wajahnya yang terus menatap indahnya pesta kembang api, Neki memang sangat cantik, hatinya juga, benar-benar sempurna… aku memegang lembut dagunya, terasa sangat halus…

“Neki…”, panggilku lirih, dia menoleh kehadapanku dan memandang dalamnya mataku, aku menelan ludah menghilangkan keteganganku saat berhadapan mata dengannya. Perlahan aku dekati wajahnya, mencari jarak terdekat dengannya. Dan… seketika Neki menutup mata, seakan membiarkanku untuk mengecup bibirnya, perlahan aku kecup bibir tipis nan lembutnya, sepertinya dia tidak keberatan, dia diam saja, tidak ada sepatah kata pun keluar dari bibirnya. Kemudian aku lumat pelan bibirnya itu, menggigit-gigit kecil dan merasakan sensasi yang berbeda dengan Neki. Bibirnya benar-benar lembut, aku semakin bergairah dengannya, aku kaitkan lengan kiriku di pinggangnya, menariknya  lebih dekat denganku. Neki membalas kecupanku dengan lembut, ku pikir dia akn marah, ternyata aku salah, dia melakukannya dengan senang hati.

Aku memperdalam kecupanku, bertukar saliva dan aku lumat lembut lidahnya. Terasa sedikit dingin, atau mungkin Neki merasa tegang denganku ?, hmm aku ingin melakukan ciuman ini terus menerus, aku tidak rela kalau Neki menjadi milik orang lain, melihatnya berciuman didepanku, ataupun yang lain, aku tidak rela. Tapi… apa aku bisa mencuri ruang Luhan dihatinya untukku ? apa aku bisa ?

Kembang api itu terus meluncur di langit gelap, menghiasi malam yang indahku bersama Neki, kelap-kelipnya tidak membuatku goyah dari Neki, aku terus menciumnya, memanfaatkan kesempatan yang jarang aku dapatkan. Dibawah langit yang indah penuh kelap-kelip cahaya kembang api, menjadi saksi ciuman pertamaku dengan Neki.

*****

Hari telah pagi, seperti biasa aku berangkat sekolah, dan apa kau tau hal pertama yang aku lihat ketika aku menginjakkan kakiku di sekolah untuk pertama kalinya ? yah, aku melihat Neki sedang berduaan dengan Luhan, laki-laki yang aku benci. Aku sedikit sakit hati, tapi apa daya, Neki adalah milik Luhan, bukan milikku, aku tak berhak marah ataupun cemburu padanya, meski sesakit apapun hati ini, aku akan terus bertahan…

Sepulang sekolah, aku langsung kembali kerumah Hyera, hari ini aku berniat untuk pulang kerumah, sudah terlalu lama aku menginap di rumah Hyera, aku merasa sudah sangat merepotkannya..

Saat aku sampai dirumahnya, aku langsung membereskan pakaian serta barang-barangku dan bersiap untuk pergi. Hyera nampak heran melihatku yang terlihat sangat buru-buru merapikan pakaian, dia hanya berdiri di depan pintu dan terus memperhatikan setiap gerak-gerikku.

“apa kau mau pulang ?”

“iya, aku akan pulang. Aku sudah terlali lama tinggal dirumahmu, aku takut kalau aku terlalu merepotkanmu. Lagi pula aku sudah rindu pada eomma dan appa. Jadi, lebih baik aku pulang…”

“oh begitu… baiklah. Tapi kau harus jaga diri ya…”

“iya nona bawel…”, aku mendekatinya sambil membawa tas ransel berisi barang-barang, kemudian aku acak-acak sadis rambutnya yang seudah tertata rapi. “aku pergi dulu yah… jangan menangis… dan jangan telat makan yah…”

“iya, iya. Aku tau… hati-hati di jalan ya… jangan mengendara terlalu cepat, nanti menabrak tiang listrik…”

“siap !!”, jawabku dengan semangat. Kemudian aku berjalan pergi meninggalkan Hyera yang tengah sendirian di rumah. Sebenarnya aku khawatir dengannya, aku takut kalau sakitnya kambuh lagi, karena tidak ada yang memperhatikan kesehatannya. Tapi… aku sudah ingin pulang, aku rindu, eomma… appa… dan… Neki… aku ingin tertemu dengannya.

Dengan langkah pasti, aku pun berjalan pergi, menghampiri mobil ferrari-ku yang aku parkirkan di halaman rumah Hyera yang sedikit sempit itu. Setelah itu aku banting setir dan pergi…

Tak lama kemudian aku sampai dirumah, aku melihat eomma sedang duduk diayunan kecil didepan rumah, eomma terlihat tengah sedih, dia terus melamun dan pandangan matanya kosong, mianhaeyo eomma, aku sudah pergi dan tak pernah memberitahu atau berpamitan dengan eomma…

Aku berjalan mendekati eomma yang masih duduk termangu di ayunan itu. Ku langkahkan kakiku pelan, “eomma…”

Eomma nampak kaget dengan ucapanku, eomma langsung memandang padaku dan langsung beranjak dan memelukku, “Kris… kau kemana saja, kenapa tidak pernah memberi kabar pada eomma ?”

Eomma menangis dipelukanku, aku sadar eomma sangat merindukanku meski terkadang sikap eomma keterlaluan padaku, tapi eomma tetap eomma, meskipun dia selalu memukulku karena alasan tak masuk akal, namun eomma tetap saja eommaku yang paling baik, “maaf eomma, aku pergi diam-diam…”

Eomma melepas pelukannya, “kau terlihat kurusan… apa kau tidak pernah makan, nak ?”

“eomma ini bicara apa ? tentu saja aku makan…. eomma sendiri juga lebih terlihat kurus… oh ya, appa mana, kenapa sepi sekali ?”

“appa-mu sedang pergi bersama Neki…”

“hah… pergi bersama Neki ? biasanya Neki selalu bersama Luhan, kenapa sekarang bersama appa ?”

To Be Continue >>>>

,

  1. 12. [EXO FF Library] Kissing You « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012
  2. beli belah online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: