[EXO Fanfic] Kissing You (Part 2)

Tittle : Kissing You (Part 2)

Main Cast :

–          Kris

–          Neki (OC)

–          Luhan

–          Hyera (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Romance

Rating : PG-17

Cover Model :

– Kris Exo as Kris

Original Soundtrack :

–          EXO – Baby Don’t Cry

Fanfics Number : 12th

Realise : June 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah cinta segi empat yang penuh canda dan haru… dendam masa lalu, penyesalan dan perselingkuhan…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kissing You (Ciuman)

 “apa !!! eomma jangan seenaknya mendaftarkan anak yang tidak diketahui asal usulnya ke sekolahku, sekolahku itu sekolah favorite eomma !!!”

“Kris… jaga bicaramu !” sambung ahjussi, “appa dengar Neki itu anak yang pintar, dia selalu mendapat peringkat tertinggi disekolahnya, jadi tidak salah kalau Neki masuk ke sekolah favorite sepertimu…” tiba-tiba saja nada bicara ahjussi melembut ketika menatapku, aku jadi heran.

“terserah appa dan eomma saja, apapun yang appa dan eomma inginkan, Neki pasti akan menurutinya.”

“Neki… memang benar-benar anak yang penurut, tidak seperti Kris…”

Akhirnya kami semua selesai makan malam, aku beranjak pergi kekamar. Oh ya, kamarku ada dilantai 2 paling pojok, dan di sebelah kamarku adalah kamar Kris si makhluk angkuh itu. Sebenarnya aku ingin bilang pada ahjumma kalau aku ini sebenarnya tidak suka kamarku disamping kamarnya, tapi… aku tidak enak pada ahjumma.

Didalam kamar, aku hanya terdiam sambil membaca comic Death Note karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata yang aku bawa dari Jepang. Aku sangat suka comic itu, ceritanya sangat menarik, mengisahkan tentang seorang pelajar yang sangat suka membunuh, ini adalah comic favoriteku.

Ditengah keasyikanku membaca comic, tiba-tiba aku mendengar suara bola yang sedang dipukul-pukul ke lantai, sangat keras, aku pun membuka pintu kamarku, ternyata itu Kris, dia sedang mendribble bola basketnya sambil berjalan ke luar.

“kau mau kemana ?” tanyaku dengan lembut.

“bukan urusanmu” jawabnya dengan sangat acuh.

“aku kan tanya baik-baik kenapa kau jawabnya seperti itu ? kau sama sekali tidak menghormati orang lain bicara. Dimana sopan santunmu ?”

“… apa hakmu menceramahiku ! kau pikir kau itu siapa ? kau hanya orang yang menumpang dirumahku. Jadi tidak usah mencerahiku, arra !!”

Orang itu benar-benar sangat menyebalkan, ternyata didunia ini ada orang semacam dia, sangat arogan dan tidak tau sopan santun. Aku pun hanya melihatnya beranjak pergi sambil membawa bola basket berwarna orange bata itu. Kemudian aku kembali menutup pintu dan melanjutkan comic kesayanganku. Dan disela-sela konsentrasiku membaca, aku mendengar suara bola lagi, tapi kali ini diluar, mungkinkah itu Kris yang sedang bermain basket ? karena penasaran aku pun mengintipnya dari balik jendela. Memang benar, itu Kris.

Dia melakukan dribble 3 kali melangkah 2 kali menuju ring dan shoot, dia berhasil melakukan lay up, indah sekali. Dia sangat berbakat, atau mungkin dia itu kapten basket ? entahlah aku tidak peduli, lagi pula dia juga sama sekali tidak memperdulikanku. Kemudian aku pun menutup jendela, dan pergi tidur.

*****

Pagi pun tiba, aku bersarapan dengan keluarga Woo seperti kemarin, sepertinya menu hari ini lebih banyak dari sebelumnya, dan semua makanan yang ada didepanku ini belum pernah aku cicipi di Jepang. Kelihatannya sangat enak, mereka menyebutnya dengan dobbokki, aku tidak mengerti apa maksudnya.

“Neki… ayo dimakan… ini makanan kesukaan Kris… ayo dicoba, di Jepang pasti tidak ada makanan seperti ini ?”

“ah, gansahamnida eomma… sepertinya enak sekali…”, aku mencoba mencicipinya, ternyata enak sekali. Saus kentalnya pedas tapi juga manis.

“kemarin appa telphone ayahmu, dia bilang sepertinya renovasi rumahmu sedikit lama, karena harus merubah letak taman dan beberapa bagian rumah yang sudah rusak… jadi mau tidak mau kau harus tinggal disini lebih lama lagi…”

“benarkah… ku pikir hanya 1 atau 2 minggu saja… ternyata ayah bohong…”

“jangan bersedih seperti itu Neki, kau kan disini tidak sendiri, ada eomma, appa dan Kris…”

“hah… aku ? apa hubungannya denganku ?”

Kris nampak tidak suka dengan perkataan ahjumma, dia benar-benar tidak suka dengan keberadaanku disini. Aku jadi serba salah, apa yang harus aku lakukan ? mungkin bunuh diri saja jalan keluarnya, oh tidak tidak !! bunuh diri itu jalan keluar untuk orang-orang pengecut, aku bukan pengecut…

Setelah selesai sarapan, ahjumma membawaku ke sekolah Kris, Paran High School, sekolah paling favorite di Incheon, bangunannya benar-benar besar dan sangat mewah bersih tanpa ada sampah satu pun tergeletak di lantai. Tapi aneh, selama perjalanan aku rasanya sedang diperhatikan oleh orang, tapi tidak hanya satu atau dua melainkan banyak orang, aku tidak mengerti kenapa orang-orang disana bertindak seperti itu padaku, apa salahku hingga aku menjadi bahan tontonan gratis seperti ini ? aku terus menunduk dan bersembunyi di balik rambut panjang yang aku gerai ini.

“eomma, apa aku seperti monster ? mereka terus memperhatikanku, aku takut…”

“ah tidak… itu karena kau sangat cantik, berbeda dengan kebanyakan siswi di sekolahan ini… itu sebabnya mereka terus memperhatikanmu, kau tenang saja yah mereka pasti tidak akan macam-macam…”

Aku mengangguk, kemudian aku sampai di ruang kepala sekolah, disana ahjumma berbicara banyak dengan kepala sekolah, dan setelah itu, aku pun menjalani serangkaian test, mulai dari test tertulis, test fisik dan test kemampuan. Saat test tertulis dan kemampuan aku bisa lolos dengan mudah, namun ketika test fisik… aku sama sekali tidak bisa olah raga… lari satu putar aula pun tidak kuat… aku sedikit pesimis dengan test fisik ini… namun berkat keahlianku bermain tenis lapangan, aku pun akhirnya lolos… aku senang sekali…

“Mulai besok, kau akan menjadi siswa disini… apa kau senang Neki ?”

“tentu, eomma. Aku senang sekali, sebentar lagi aku jadi siswa korea, bukan jepang lagi. Tapi, berapa lama rumahku direnovasi ? apa ayah memberi tau eomma ?”

“oh itu… iya, kemarin ayahmu memberitau appa, ayahmu bilang renovasinya kurang lebih satu tahun… ayahmu berpesan, baik-baik lah disini, dan jadilah teman yang baik bersama Kris, anggap dia sebagai kakakmu sendiri, begitu”

“lama sekali… apanya direnovasi sih, aku rasa rumah ayah masih bagus, kenapa harus direnovasi ? tidak masuk akal.”

“yah begitulah ayahmu… ayahmu itu sudah aneh semenjak dia masih satu SMA dengan eomma… jadi eomma sama sekali tidak heran dengan tingkah ayahmu itu…”

Aku hanya tersenyum mendengar cerita ahjumma yang panjang lebar tentang ayah waktu SMA, aku bahkan baru tahu kalau ayah ternyata orang yang aneh seperti kata ahjumma barusan, tapi walau bagaimanapun anehnya ayah dia tetap ayahku yang terbaik.

20 menit kemudian aku sampai dirumah, disaat aku baru sampai di depan gerbang, aku kembali melihat Kris sedang bermain basket seperti semalam, apa dia tidak bosan ?

“Kris… kau sudah makan ?” tanya ahjumma sembari berjalan masuk.

“sudah eomma…” jawabnya dengan sedikit halus sambil shoot bola ke ring.

To Be Continue >>>>

,

  1. 12. [EXO FF Library] Kissing You « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: