[EXO Fanfic] Kissing You (Part 3)

Tittle : Kissing You (Part 3)

Main Cast :

–          Kris

–          Neki (OC)

–          Luhan

–          Hyera (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Romance

Rating : PG-17

Cover Model :

– Kris Exo as Kris

Original Soundtrack :

–          EXO – Baby Don’t Cry

Fanfics Number : 12th

Realise : June 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah cinta segi empat yang penuh canda dan haru… dendam masa lalu, penyesalan dan perselingkuhan…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kissing You (Ciuman)

“…oh ya Kris, nanti kau temani Neki membeli seragam yah… eomma ada meeting sore ini, jadi temani Neki yah kasihan dia tidak ada yang menemani…”

“apa !! eomma tidak salah bicara ? aku ? aku harus menemani dia membeli seragam ? tidak mau. Beli saja sendiri. Malam ini aku ada tanding, eomma cari orang lain saja untuk menemaninya”

“….Kris apa yang kau katakan, Neki mana mungkin tau jalan di Incheon ini ? kau jangan bodoh, pakai otakmu ! dia baru datang dari Jepang, belum mengenal daerah sini. Mau tidak mau kau harus temani Neki !”

“… Siapa suruh tinggal di Jepang…”. Kris kembali shoot bola, aku tidak mengerti kenapa ahjumma dan Kris harus bertengkar ? apa karena aku ? semakin hari aku semakin bingung tinggal disini.

Tiba-tiba ahjumma melepas high heelnya dan dengan cepat melemparkannya ke arah Kris. Bukkk sepatu itu mendarat mulus di kepala Kris, auhhhh…

“sakit eomma !! iya iya akan aku temani, tapi sebentar saja. Aku ada tanding !!”. Kris pun akhirnya mau menuruti eommanya untuk menemaniku membeli seragam di mall.

Sepanjang perjalanan, kami hanya diam dan membisu, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kami masing-masing. Kami hanya fokus dengan gerlap gerlipnya jalanan yang dipenuhi dengan lampu-lampu indah yang menyala terang.

Sesampainya kami di mall, tanpa basa basi aku pun langsung mencari toko dimana seragam SMA Paran dijual. Tapi sialnya toko itu sulit dicari, hampir satu jam aku dan Kris berputar-putar, namun belum saja menemukan toko itu, sebenarnya sangat lelah, tapi walau bagaimanapun aku harus mendapatkannya.

“sebenarnya ada atau tidak… sudah hampir jam lima, teman-temanku sudah menungguku… aku harus bertanding Neki… cepatlah…”

“aku tidak tau dimana tokonya, seharusnya kau yang lebih tau kau kan orang sini… kalau mau pergi, pergi saja… “

“kau ini !! aku ini laki-laki, untuk apa aku datang kemari ? memangnya aku kurang kerjaan apa ?”

“iya, memang benar kata eomma, kau memang payah !”

Ditengah-tengah mall besar itu aku dan Kris bertengkar hebat, hingga membuat orang-orang yang ada disana terus memperhatikan perdebatan kita, tapi aku sama sekali tidak memperdulikannya, kali ini emosiku sudah berada di puncak dan hampir meledak, Kris pun begitu, dia sama sekali tidak mau mengalah padaku.

“apa kalian sepasang kekasih ?”, tanya seorang pedagang yang tiba-tiba datang menghampiriku dan Kris, pedagang setengah baya itu membawa pernak-pernik yang tidak penting menurutku.

“jangan ikut campur !” ucapku dan Kris bersamaan.

“dengar, bertengkar tidaklah menyelesaikan masalah, bicaralah baik-baik. Dan gelang ini bisa mendamaikan kalian dengan cinta…” ucap pedagang yeoja itu sambil mengaitkan gelang berwarna hitam bermotif lumba-lumba kaca ke lengan kami. Kami hanya terdiam ketika pedagang yang tak di kenal itu mengaitkannya pada lengan kami, bahkan tiba-tiba perasaan marah yang ada dihatiku reda seketika ketika gelang itu sudah terkait kuat di lenganku, dan seketika pedagang setengah baya itu menghilang di tengah keramaian lalu lalang disana, namun aneh gelang yang dikaitkannya masih ada di lengan kami. ‘ini seperti mimpi’ pikirku.

“Kemana penjual itu ? kemana perginya ?” tanya Kris heran.

“dia seperti hantu…” sambungku.

“kau itu yang seperti hantu…”

“jangan mulai lagi… atau ku hajar kau !”

“apa kau bisa, latihan fisik saja tidak bejus !”

“darimana kau tau !”

“bukan urusanmu !”. Kris mulai lagi, dia membuatku naik darah, namun tiba-tiba ponselnya berbunyi, seseorang sepertinya memanggil, tapi aku tidak tau itu siapa. Dia pergi menjauh sambil berbicara, sedangkan aku… aku kembali mencari-cari toko dimana seragam itu dijual…

“aku harus pergi… tim-ku akan bertanding…” ucap Kris sambil berlenggang menghampiriku, “ini untuk membayar seragammu…” ucapnya sembari memberiku uang 50.000 won dari dompet hitamnya. “kau bukan anak kecil kan ? jadi tidak masalah bukan kalau kau membeli seragam sendirian ? nanti aku akan kembali, jadi tunggulah”

Setelah memberikan uang itu, Kris langsung pergi meninggalkan aku ditengah keramaian ini, dia kemudian menghilang diantara ramainya orang-orang yang ada disana. “tunggu dulu… aku tidak tau jalan pulang…”

Bagaimana ini, aku sendirian, jarak dari sini kerumah juga sangat jauh, terus bagaimana caranya aku pulang, apa aku harus jalan kaki ? kalau naik taxi… aish kemana arahnya, aku sama sekali tidak ingat…

Setelah setengah jam mencari, akhirnya aku menemukan toko itu, toko dimana seragam Paran HS dijual, aku lompat-lompat kegirangan, setelah berjam-jam mencari akhirnya ketemu juga… aku langsung membelinya dengan uang yang diberikan Kris tadi.

“arigatou… gamsahamnida…”

Ternyata uang yang diberikannya lebih, aku pun datang ke penjual es krim tak jauh dari toko itu berada. Aku duduk disalah satu caffe di mall itu sambil menunggu Kris datang.

Sudah 2 jam aku menunggu, tapi Kris tak kunjung datang, bahkan pengunjung di mall ini makin lama makin sedikit, aku sedikit takut karena mall itu makin sepi. Sebenarnya aku berani pulang sendiri, tapi masalahnya aku sama sekali tidak tau jalan pulang… apa yang harus aku lakukan ?

Aku pun berjalan keluar, tapi diluar juga tidak ada siapapun, mobil yang tadinya penuh sekarang juga tidak ada, aku pun pergi ke parkiran, disana juga sama tak ada siapapun. Hoah… aku lelah mencari Kris… apa pertandingannya selama itu ? akhirnya aku duduk dibawah tangga tak jauh dari tempat parkiran, aku sendirian disana, tidak ada seorangpun ada didekatku, aku merasa sangat kesepian, tapi … aku sama sekali tidak mengenal orang-orang yang ada disini. Aku bingung apa yang harus aku perbuat ? aku ingin pulang, ini sudah terlalu malam… apalagi aku sendirian disini, aku takut kalau ada orang jahat yang datang kemari. Kris… kemarilah, aku ingin pulang…

Tanpa terasa air mataku jatuh, Kris memang keterlaluan, aku tau kau membenciku sejak pertama kali kau melihatku, tapi setidaknya janganlah seperti ini. Aku juga manusia yang punya perasaan, Aku benci padamu Kris…

“haaaa haaaa haaaa hhaaaa… hiks hiks hiks kau jahat sekali Kris… kau jahat, kenapa kau tinggalkan aku disini ? aku tidak bisa pulang….” tangisku semakin keras bahkan mungkin lebih keras dari tangis anak-anak.

————– Neki POV End ————-

To Be Continue >>>>

,

  1. #1 by kimasshiyffa on July 9, 2013 - 9:39 AM

    kasian neki di tinggal. . .
    FF.a jjang

  1. 12. [EXO FF Library] Kissing You « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: