[EXO Fanfic] Kissing You (Part 7)

Tittle : Kissing You (Part 7)

Main Cast :

–          Kris

–          Neki (OC)

–          Luhan

–          Hyera (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Romance

Rating : PG-17

Cover Model :

– Kris Exo as Kris

Original Soundtrack :

–          EXO – Baby Don’t Cry

Fanfics Number : 12th

Realise : June 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah cinta segi empat yang penuh canda dan haru… dendam masa lalu, penyesalan dan perselingkuhan…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kissing You (Ciuman)

15 menit kemudian aku sampai disekolahan, aku berjalan bersama Neki melewati ruang lobby dan lapangan basket. Sepanjang perjalanan aku merasa anak-anak disekitar memandang aneh pada kita berdua, sebenarnya kenapa ? mata mereka seakan menampakkan wajah tak sukanya pada kami, ku pikir mereka tak ada masalah denganku. Aku terus melirik mereka dari sudut mataku, aku sama sekali tak mengerti apa yang membuat mereka jadi seperti itu, hmm ataukah mungkin mereka sedang kesurupan ?

“hei Kris”, Chanyeol tiba-tiba datang dan menjabat tanganku seperti biasa. “apa dia adikmu ?”, Chanyeol tiba-tiba melirik ke arah Neki dengan pandangan nakalnya.

“bukan”

“Cantik sekali. Siapa namamu ?”, Chanyeol seketika menjulurkan tangannya pada Neki, sedangkan Neki, awalnya hanya melihat tangan Chanyeol saja tapi kemudian ia pun membalasnya.

“aku Neki, dari Kyoto”

“Kyoto ? kau orang Jepang ?”

“Ne, watashi wa Japanese”

“wah… kau beruntung sekali punya adik secantik dia… pasti kau betah sekali di rumah, iya kan ?”

“kau itu bicara apa, dia tiu bukan adikku, dia hanya anak dari teman orang tuaku, kau mengerti ?”

“benarkah ? apa aku boleh menjadi pacarnya ? dia sangat cantik seperti baby doll di film kartoon, lucu sekali”

“makan tuh Neki”. Tensiku tiba-tiba meninggi mendengar Chanyeol bicara seperti itu dihadapanku, aku yang muak langsung pergi meninggalkan Chanyeol dan Neki yang masih berada di lapangan basket.

Saat istirahat, aku terus memperhatikan Neki yang sedang duduk di depan kelas, kebetulan kelas kami bersebrangan jadi sangat mudah mengawasinya. Ternyata temannya sudah banyak meski baru kali ini ia masuk dan yang menyebalkannya lagi, teman-temannya itu namja semua, astaga apa benar dia secantik itu hingga namja yang melihatnya langsung tertarik padanya ?

Tapi… memang benar, dia cantik dan manis, dipandang saja tidak membosankan, apalagi rambut lurusnya yang tidak terlalu panjang… sangat indah, terbelai lembut oleh angin.

Hari berikutnya. Eomma kembali memintaku untuk mengantarkan Neki, tapi setelah eomma masuk rumah, aku langsung tidak mau dan meminta Neki untuk naik sepeda saja. Aku masih merasa panas dengan kejadian kemarin, harusnya aku sih tidak marah, tapi entah mengapa aku ingin marah.

“disamping mobil appa ada sepeda mini, naik saja itu !”

“tapi aku tidak ingat jalannya, terlalu banyak tikungan…”

“kau tenang saja, aku akan men-training mu… kau hanya perlu melaju di belakangku dan ingat-ingat jalannya. Apa kau mengerti ?”

“ne ne… arasseo…”

Saat diperjalanan, aku melirik ke spion motor, sepertinya Neki mengikutiku dengan baik, aku juga membawa motorku  dengan pelan agar Neki tidak tertinggal jauh dibelakangku. Aku kira dia pintar membawa sepeda, tapi kenapa mengingat jalan susahnya minta ampun ??

Memang benar, jalannya ada banyak tikungan, yah kira-kira ada 5 tikungan menuju Paran HS, dan beruntungnya keempat tikungan itu perempatan semua, jadi wajar kalau orang baru kurang begitu hafal dengan jalanan ini. Perempatan pertama belok kiri, menyusuri daerah perkotaan, kemudian perempatan kedua belok kiri pula, melewati perumahan kota, perempatan ketiga lurus, menyusuri daerah peternakan sapi dan perbukitan Kwangjin, perempatan keempat belok kanan melewati daerah lereng pegunungan, dan perempatan terakhir belok kiri melewati daerah perkotaan lagi dan kemudian ada tikungan satu arah, ikuti jalan, maka akan sampai disekolah. Dan Paran HS berada di sebelah utara jalan.

Akhirnya hari ini, kami sampai kesekolah dengan sangat baik, aku merasa tidak ada mata-mata yang memandang aneh kepadaku, yang ada hanyalah sapaan-sapaan kecil dari adik-adik kelasku. Kini aku tau, ternyata kemarin mereka cemburu pada Neki yang berjalan bersamaku, hmm mereka masih sangat polos.

Hari-hari berikutnya pun begitu aku men-training Neki untuk sampai sekolah dan ketika sampai di tempat parkir, kami berpisah. Namun pada hari ke empat, aku sengaja meninggalkan Neki, aku ingin tau apa dia bisa sampai disekolah atau tidak tanpa traine dariku.

————– Kris POV End ————-

 

————– Neki POV ————-

Hari ini aku berangkat sekolah sendirian, Kris meninggalkanku, dia sengaja berangkar lebih pagi agar tidak berangkat bersamaku. Sebenarnya aku ragu, apa aku bisa sampai disekolah atau tidak, soalnya banyak sekali tikungan, belum lagi tikungan-tikungan kecil di perkotaan dan perternakan… oh tidak… tapi aku yakin aku pasti bisa, Kris lihatlah aku bisa sampai sekolah tanpa bantuanmu.

Dengan kepercayaan diri yang tinggi, aku pun mengayuh sepeda mini pink milik eomma Kris dengan semangat 45 (?). tikungan pertama, kedua dan ketiga berhasil aku lewati dengan baik, karena ada simbol jalan petunjuk arah Paran HS disana, akan tetapi, saat berada di perempatan keempat, aku jadi bingung, petunjuk arah yang biasanya terpampang disini tidak ada, aku sangat bingung apa lagi ini daerah lereng gunung sudah sepi dingin pula, dengan gagah berani, aku pun langsung mengambil arah kekiri alias belok kiri, aku yakin kemarin Kris melewati jalan ini. Semakin jauh mengayuh, tiba-tiba perasaanku menjadi aneh, sepertinya daerah ini asing bagiku, ini Cuma perasaanku atau jangan-jangan… aku kesasar ? tapi aku yakin seribu yakin inilah jalannya, aku terus melaju, dan untunglah didepanku sekarang ada sekolahan, itu pasti sekolahanku, aku mempercepat kakiku agar cepat sampai, tapi lagi-lagi perasaanku jadi aneh, perasaan kemarin saat berangkat bersama Kris jalanannya tidak sedekat ini, sekolah ini terasa lebih dekat (?). aku pun sampai di depan sekolahan itu, hmm aneh apa bangunannya mengecil ?, sekolahan ini terlihat lebih sederhana dan bangunannya lebih kecil, murid-muridnya juga sedikit, padahal kemarin sekolahannya masih besar dan murid-muridnya masih sangat banyak, kemana perginya mereka ?

Aku bingung, aku hanya memandangi sekolahan itu dari seberang jalan, sepertinya ini bukan sekolahanku, tapi kalau bukan, dimana sekolahanku, apa sekolahannya sudah dipindah oleh semut-semut kecil ?

“hei, sedang apa kau disini ?”, tiba-tiba suara seorang namja terdengar hingga membuyarkan lamunanku, aku langsung melihat kearahnya, dia memakan seragam yang sama denganku dan bertuliskan Paran High School di saku jasnya. “kau memakai seragam Paran HS, tapi kenapa kau ada di Geongnam High School ? apa kau tersesat ?” Namja pengendara Ferrari Silver itu bertanya lagi,

“mungkin… aku memang tersesat, aku lupa jalan ke Paran HS…”

“memangnya kau itu orang mana, kenapa bisa tersesat ?”

“aku orang Kyoto, aku baru 5 hari disini, jadi belum hafal jalannya”

“oh begitu. Bagaimana kalau berangkat bersamaku ?”

“tapi sepedaku bagaimana ?”

To Be Continue >>>>

,

  1. #1 by kimasshiyffa on July 9, 2013 - 10:36 AM

    apa namja itu luhan. . . .

  1. 12. [EXO FF Library] Kissing You « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: