[Infinite Fanfic] the Chaser (Part 1)

Tittle : the Chaser (Part 1)

Main Cast :

–          Sung Gyu a.k.a (the Killer)

–          Myung Soo a.k.a (Step-Younger Brother Gyu)

–          Sung Yeol a.k.a (Motor Rider)

–          Woo Hyun a.k.a (Guardian Keys)

–          Hoya a.k.a (the Climbing Boys)

–          Dong Woo a.k.a (Motor Rider)

–          Sung Jong a.k.a (the Crazy Boy)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Adventure

Rating : PG-17

Cover Model :

–          Pict of the Chaser MV

–          Kim Sunggyu as Sungkyu

–          Kim Myungsoo as Myungsoo

Original Soundtrack :

–          Infinite – the Chaser

–          Untitled – Sadness Piano

Fanfics Number : 15th

Realise : July 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah classic dimana keinginan dan ambisi telah menutupi akal sehat dan mata hati hingga segala cara bisa dilakukan demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Bayangkan saja MV the Chaser ceritanya seperti ini…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

The Chaser (Pengejar)

            Azazel Box, adalah suatu kotak dimana raja Iblis disegel didalamnya. Jutaan tahun yang lalu sebelum adanya manusia, Iblis-iblis jahat telah merajai dunia dengan kekuatan mereka. Mereka hidup dengan semena-mena tak pernah berfikir baik atau buruk yang dilakukannya. Mereka saling berfoya-foya, saling membunuh, dan saling merusak… semua dilakukan dibawah kesadaraan mereka… sedangkan Raja Iblis Sanctum dengan senangnya melihat segala tingkah laku mereka yang tidak masuk akal dan mirip seperti binatang… Raja Iblis bersayap hitam itu hanya tersenyum, dia menyukai segala tindakan mereka terhadap makhluk Muggle (Setengah manusia setengah Iblis), mereka menyiksanya dengan sesuka hati… sedangkan Muggle, makhluk yang lemah itu hanya bisa pasrah dengan semua perlakuan mereka. Sudah bertahun-tahun kehidupan para Iblis, Muggle dan Malaikat tak pernah berdamai, selalu saja ada pertikaian… dan semuanya dikendalikan oleh Sanctum si raja Iblis…

 

Hingga suatu ketika, datanglah seorang malaikat bernama Barsaz, dia terang-terangan melawan dan menyerang Raja Iblis. Berusaha mengalahkannya dengan sekuat tenaga, meski sebenarnya ia sendiri kewalahan… Namun Barsaz terus berusaha dan berusaha… hingga akhirnya dia menemukan cara untuk mengalahkannya… sebenarnya, ini bukanlah cara untuk mengalahkan dengan cara membunuh atau menjatuhkannya… namun suatu ketika, datanglah seorang malaikat bernama Barsaz, dia terang-terangan melawan dan menyerang Raja Iblis. Berusaha mengalahkannya dengan sekuat tenaga, meski sebenarnya ia sendiri kewalahan… Namun Barsaz terus berusaha dan berusaha… hingga akhirnya dia menemukan cara untuk mengalahkannya… sebenarnya, ini bukanlah cara untuk mengalahkan dengan cara membunuh atau menjatuhkannya… namun cara ini bisa berguna untuk menghilangkan kekuatan… dengan cara menyegelnya… namun tindakan ini tidak semudah yang difikirkan… dia harus mengorbankan nyawanya hanya untuk menyegel kekuatan itu dalam sebuah kotak mantra bernama Azazel Box.

 

Barsaz mengorbankan nyawanya, dia kurung Sanctum dalam kotak itu. Dia menguncinya dengan sebuah kunci suci… menyimpannya di suatu tempat yang tersembunyi dan jauh dari pandangan mata… dan untuk menjaga tempat kotak segel itu… dia menyuruh Morses, putranya untuk menjaga tempat itu baik-baik… Morses menyetujuinya… dia terus menjaga tempat itu pagi hingga malam… tak membiarkan siapapun masuk keruang rahasia itu… Kuil Santa Barsaz….

 

Dunia terus berputar, zaman telah berganti… Satu hari, seorang pencuri datang ke Kuil Barsaz, dia mencari benda berharga disana, namun ia tak menemukan apapun disana, pencuri bertopeng itu hanya melihat kebulan debu dan sarang laba-laba yang menghiasi dinding dan pintu kuil itu…

 

Setelah berjalan-jalan cukup lama, pencuri itu akhirnya menemukan sebuah benda yang menarik pertiannya… sebuah benda berkilauan terkena sinar bulan yang diletakkan di dalam lidah patung Dewi Iris. Dia mengambilnya, ternyata sebuah kunci, cukup indah menurutnya, mungkin bisa ia jual untuk mendapatkan uang…

 

Setelah mendapatkan kunci itu, pencuri itu pergi meninggalkan kuil… semilir angin mistik mulai berhembus pelan… ketika kunci segel itu menjaduh dari kotak, maka dengan sendirinya mantra penyegel akan melemah dan sedikit demi sedikit akan menghilang… dan semenjak saat itu, lingkaran setan telah dimulai lagi…

———– Author POV ———-

Hari itu tepat tanggal 25 January 1998, disebuah gereja mewah di Seoul, tengah mengadakan upacara pernikahan. Yah, pernikahan Kim Jung Hwa dan Baek Hye Won… taukah kau siapa mereka ?

 

Kim Jung Hwa adalah seorang pengusaha kaya raya, dia memiliki banyak cabang perusahaan di Seoul ataupun di China dan Thailand, dia seorang pengusaha sukses yang hampir dikenal oleh semua orang di Korea. Ini bukanlah pernikahan Jung Hwa yang pertama, melainkan pernikahannya yang kedua. Istri sebelumnya telah meninggal dunia 5 tahun silam karena menderita Kanker darah stadium akhir, dan dari pernikahannya itu Jung Hwa memiliki putra bernama Kim Sung Gyu, bocah berusia 9 tahun. Dia anak yang sangat cerdas, tampan dan pemberani, namun sayang dia seorang anak yang tertutup dan tidak suka berbagi cerita dengan orang lain.

 

Baek Hye Won, dia adalah seorang guru sekolah dasar yang berasal dari keluarga rendahan, dia tidak memiliki apa-apa kecuali cinta yang tulus pada Jung Hwa. Sama seperti Jung Hwa, ini bukanlah pernikahan pertamanya, melainkan pernikahan kedua. Suaminya telah pergi meninggalkannya selama bertahun-tahun tanpa kabar yang jelas. Dan dari pernikahan sebulumnya itu, dia juga telah dikaruniai seorang putra, Baek Myungsoo. Dia adalah anak yang sangat baik, penurut dan ceria, kini usianya genap 6 tahun.

*****

 

Pagi itu, lonceng gereja berbunyi dengan nyaringnya. Ratusan bahkan ribuan manusia berkumpul dan menyaksikan janji setia di Gereja St. Mikael, tempat dimana Jung Hwa dan Hye Won menikah. Semua bersorak gembira ketika pengantin wanita memasuki Gereja, ia mengenakan gaun serba putih serta penutup kepala transparan… Hyewon terlihat begitu cantik dan anggun. Semua tersenyum dan bahagia, kecuali Gyu, putra tunggal Junghwa. Dia nampak tak senang melihat calon ibu tirinya, dia merasa belum rela kalau posisi ibunya digantikan oleh Hyewon, apalagi, Gyu belum dekat dengan Hyewon, meski sebenarnya Hyewon kerap kali mendekat pada Gyu, namun Gyu selalu saja menghindar… dalam benaknya dia berjanji tak akan pernah mengakui Hyewon sebagai ibunya serta Myungsoo sebagai adik tirinya.

 

Raut wajah tak suka terus Gyu kecil pancarkan, dia berfikir kalau Hywon sama sekali tidak pantas untuk appanya, dia miskin dan tidak punya apa-apa. Sedangkan ayahnya, dia memiliki segalanya, yah meski sebenarnya seluruh harta itu adalah milik ibu kandungnya yang telah tiada.

 

Diantara kegembiraan yang ada, Sung Gyu terus murung, ia menunduk dan tak mau melihat detik-detik dimana ayahnya akan berjanji setia dengan Hyewon. Dia terus menunduk… semua orang berteriak histeris ketika sang pengantin wanita melemparkan bunga kearah pengunjung. Dan ketika bunga itu terlempar, tanpa sengaja bunga itu jatuh didepan seorang anak laki-laki yang ada diantara mereka, ya dihadapan Sung Gyu. Gyu kecil memungutnya, dia nampak tak senang ketika memegang bunga itu. Padahal menurut kepercayaan, bahwa siapa saja yang mendapat bunga dari sepasang pengantin, hidupnya pasti bahagia dan mendapat jodoh yang diinginkan, namun tak halnya dengan Gyu, dia kemudian melempar bunga itu kembali kearah belakang tanpa menoleh sedikitpun, dan orang-orang yang ada dibelakangnya pun langsung berebut.

 

Junghwa yang melihat perilaku Gyu, tersadar bahwa Gyu masih belum bisa menerima Hyewon sebagai ibunya, namun dia diam saja. Junghwa tau, bagi Gyu memiliki ibu baru adalah hal yang sulit, mengenang betapa dekatnya gyu dan ibunya dulu.

 

Hyewon pun begitu, dia tau, dia memang belum pantas menjadi ibunya. Hyewon tau, ibu Gyu memang lebih baik darinya, memiliki kelebihan yang tak Hyewon punyai. Wajah cantik, kepribadian yang sangat baik serta harta yang berlimpah, Hyewon pun memaklumi kelakuan Gyu saat itu.

*****

 

Setelah menikah, Junghwa dan Hyewon berbulan madu ke Roma selama 2 bulan. Disana mereka terlihat sangat bahagia, menikmati saat-saat berdua tanpa ada pengganggu.

 

Mereka mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti istana Quirinale yang berdiri megah di sebuah perbukutan, catnya berwarna-warni menggambarkan perjalanan panjang kota Roma.

 

Suatu ketika Junghwa dan Hyewon pergi ke Piazza Minerva, sebuah biara berkubah beton yang dibangun pada tahun 27 M. Disalah satu sudut Piazza Minerva berdiri sebuah patung gajah yang sangat menarik dibuat pada tahun 1667, dan disamping patung gajah itu ada seorang penjual souvenir yang menjual barang-barang antik untuk para turis. Junghwa dan Hyewon tertarik pada penjual barang itu mereka pun mendekatinya.

 

Hyewon dan Junghwa memilah-milih barang antik itu, mulai dari mini De Las Concorde dari Perancis, Bolshoi dan Maly dari Rusia, miniatur Arc de Triompe dari Perancis…. semua ada disama. Namun hanya satu dari sekian banyak barang antik yang dijual, hanya sebuah kunci baja hitam yang membuat Hyewon tertarik. Padahal kunci itu terkesan biasa bahkan mungkin banyak dijual dipasaran…

 

“… How much price this key ?” (berapa harga kunci ini ?), tanya Junghwa.

 

“$134…”

 

“…what ! it’s so expensive…”(apa ! itu terlalu mahal)

 

 

To be Continue >>>

 

, ,

  1. 15. [Infinite FF Library] The Chaser « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: