[EXO Fanfic] Baby Baby !! (Part 2)

Tittle : Baby Baby !! (Part 2)

Main Cast :

–          Byun Baekhyun

–          Lee Jieun/ IU

–          Byun Jihyun/ Yang Naru (OC)

–          Park Chanyeol

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Family

Rating : PG-17

Cover Model :

–          Byun Baekhyun as Baekhyun

–          Lee Jieun/ IU as Jieun

–          Ulzzang asByun Jihyun/ Yang Naru (OC)

Original Soundtrack :

–          Boyfriend – One Day

–          4Men – Baby Baby

Fanfics Number : 13th

Realise : August 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Kisah klasik, dimana seorang siswa SMU yang memiliki seorang anak, dan mereka terus menyembunyikan anak itu, hingga akhirnya ada seorang penculik yang menculiknya. Dan ketika takdir kembali menemukan mereka, justru anak itu tengah berada diantara hidup dan mati…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Baby Baby !!

 

“bagaimana kalau aku hamil, awas saja kalau kau kabur, akan aku remukkan semua tulang-tulangmu !”

“iya-iya, aku akan bertanggung jawab ! puas !”

Satu bulan telah berlalu, aku merasa ada sesuatu yang aneh denganku, aku merasa cepat lelah, sering pusing dan tidak suka makan. Padahal sebelumnya aku ini jagonya makan, tapi kenapa sekarang tidak ?

Karena penasaran, aku pun membeli testpen, tidak ada salahnya aku cek, semoga saja tidak seperti yang aku pikirkan, semoga aku tidak hamil. Aku terus memperhatikan garis merah yang ada di testpen itu, ternyata muncul 2 garis, aku tidak mengerti apa artinya, kemudian aku telfon Baekki menanyakan arti dari 2 garis merah itu…

“…. Baekhyun ! apa artinya garis 2 berwarna merah di testpen ? aku tidak mengerti… ayo jelaskan !”

“… apa !! du…dua garis ?”, Baekki terdengar sangat terkejut, bukankah 2 garis itu artinya aku tidak hamil, kenapa dia terkejut seperti itu ?

“… iya, aku tidak mengerti !”

“… sekarang kau ada dimana ?”, ucapnya mengalihkan pembicaraan.

“aku ? aku di rumah kos….”

“aku akan segera kesana, kau jangan pergi kemana-mana, okeh !!”

“baiklah…”

Aku sama sekali tidak mengerti apa maksud Baekki, kenapa dia harus bersikap seperti itu ? kenapa dia terdengar sangat ketakutan ?

Jebreettt… pintu terbuka dengan sangat keras, dan Baekki masuk dengan sangat terburu-buru. Dia langsung merebut testpen yang sedang aku pegang, menatapnya dan tiba-tiba, brukk dia jatuh terduduk…

“oh tidaaakkk !!! appa pasti akan membunuhku…”

“memangnya kenapa ?”

“kau itu hamil, apa kau sama sekali tidak mengerti arti 2 garis ini ? dasar, Babo dipelihara…”

Gluduk…. gludukkk…. aku mendengar bunyi guntur yang tiba-tiba terdengar ditelingaku. Ba… bagaimana mungkin… aku hamil ? di perutku sekarang ada bayi ? bayi Baekki ? oh, tidakkkk….

“hwaaa…. apa yang harus aku lakukan ? appa dan eommaku pasti akan memenggalku kalau tau aku ini sedang mengandung anak dari musuh keluargaku sendiri ? ahhh… kau memang kurangajar !!!”, aku mencoba mencekik Baekki agar dia mati saja, aku kesal padanya… kenapa sih harus dia…

“lepaskan aku… aku bisa mati….”

————— Jieun POV End ————–

————— Baekhyun POV ————–

2 hari kemudian, aku mengajak Jieun ke dokter aborsi, memang praktek dokter itu illegal, tapi ini satu-satunya jalan keluar, aku tidak mau mendapat masalah hanya karena bayi itu, lebih baik bayi itu mati daripada menyusahkanku dan Jieun.

Sesampainya kami di depan rumah praktek dokter itu, aku melihat banyak sekali ibu ataupun gadis yang keluar dari sana, apakah mereka juga baru saja aborsi ? tapi kenapa banyak sekali, apa mereka tidak sayang dengan bayi-bayi mereka ? ah sudahlah….

Aku dan Jieun berjalan masuk, ternyata bukan rumahnya saja yang kecil, tapi tempatnya pun sangat kotor, banyak darah yang berceceran di sepanjang lantai dan belum dibersihkan, menjijikan… kemudian aku melirik pada Jieun, dia terlihat sangat ketakutan, dia pegang erat lenganku. Wajahnya terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Aku bisa mengerti, tapi ini jalan yang terbaik, bayi itu adalah kesalahan dan harus dibuang….

Aku memasakuki ruang praktek aborsi bersama Jieun yang sedang ketakutan, dia tetap memegang erat lenganku. Dan disaat aku dan Jieun berdiri di pintu masuk, bau amis darah segar pun menyengat di hidungku. Jieun mual dengan bau darah itu, dia pun lari keluar rumah dan muntah di bawah pohon halaman. Aku mengejarnya dan memegangi pundaknya.

“kau tidak apa-apa ?”, ucapku lirih seraya memelas padanya.

“cukup ! aku tidak mau menggugurkan bayi ini… aku tidak mau berbuat dosa lebih jauh dari ini !”, Jieun membentakku dan perlahan air matanya mulai keluar membasahi pipi mulusnya…

Aku tidak bisa memaksanya lagi, aku pun menuruti apa keinginannya, kami pun tak jadi menggugurkan bayi itu. Aku biarkan bayi itu tumbuh besar diperutnya, dan masalahku pada appa akan aku selesaikan suatu hari nanti.

*****

Kian lama, perut Jieun semakin besar, tapi untunglah kami bisa menyembunyikannya sehingga dia tidak terlihat aneh didepan teman-temannya, dan untuk sementara, dia pun cuti dari kegiatan karatenya, sebenarnya Jieun tidak mau cuti, dia ingin terus bermain karate, tapi aku yang melarangnya, aku takut terjadi apa-apa dengan bayinya… kalau ibunya… sebenarnya aku tidak peduli…

Dan tidak hanya itu, keinginan-keinginan aneh juga sering Jieun lontarkan dan mau tidak mau aku harus menurutinya. Seperti halnya ingin naik kapal pesiar, dia terus merengek hingga membuat telingaku sakit, akhirnya aku pun menurutinya, hari minggu ini aku ajak Jieun ke laut dan naik kapal pesiar, tau kah kau, uang sewanya sangat mahal…

Sebenarnya sedikit tidak rela, tapi… mau bagaimana lagi, aku bosan mendengar rengekannya yang seperti anak kecil. Saat menaiki kapal pesiar itu, Jieun nampak sangat bahagia, sebenarnya aneh, kenapa dia ingin naik kapal pesiar yang mirip sekali dengan kapal perang ini ? sebenarnya ini keinginan bayi itu atau Jieun sendiri ?

Sepanjang perjalanan, aku terus memperhatikan pemandangan sekitar yang sangat menakjubkan, semilir angin yang sejuk dan terik matahari yang hangat, semuanya sempurna….

Setelah jam 7 PM, aku dan Jieun pulang ke rumah kos, Jieun sudah terlihaat sangat lelah, meski dia sendiri tetap diam. Sesampainya kami di rumah kos, Jieun langsung pergi kekamarnya dan tidur….

Aku masuk kedalam kamarnya yang kebetulan tak ia kunci. Disana aku melihat Jieun sudah terlelap kealam mimpi, dia sudah tidur pulas, ‘cepat sekali’, pikirku. Aku mendekatinya, Jieun ternyata manis juga, meski terkadang dia sangat galak seperti serigala, tapi jika dia sedang tidur, dia sangat manis dan lembut.

To Be Continue >>>>

,

  1. #1 by wnd on June 18, 2014 - 2:53 PM

    hahaha keren baget tor

  2. #2 by Anna on June 23, 2014 - 8:51 AM

    Mulai tersentuh ya baek. Bagus jieun tk sehrusnya kamu aborsi. kasihan janiny kan innocent.

  1. 13. [EXO FF Library] Baby Baby !! « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: