[Infinite Fanfic] the Way to the Eden (Part 1/2)

Tittle : the Way to the Eden (Part 1/2)

Main Cast :

–          Lee Sungy Yeol (Infinite)

–          Lee Sung Jin (OC)

–          Dae Shi Wan (OC)

Author : @Nesada on Twitter

Genre : Family

Rating : PG-17

Cover Model :

–          Lee Sungyeol as Sungyeol

–          Ulzzang as Dae Shiwan

Original Soundtrack :

–          Super Junior – My Love, My Kiss, and My Heart

–          Kyuhyun – Hope is a Dream that Doesn’t Sleep

Fanfics Number : 16th

Realise : August 2012

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Ketika petunjuk Tuhan telah sampai dihatinya, maka tak seorang pun yang dapat menghalanginya, seperti yang terjadi pada seorang anak manusia atheist…

Let’s read saja, semoga suka …. ^_^

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

The Way to the Eden (Jalan ke Eden)

 

Dia adalah seorang namja dari keluarga terpandang, memiliki kedudukan yang tinggi di pemerintahan Korea, keluarga Lee. Namun sayang sungguh sayang keluarga tersebut adalah keluarga atheist, sebuah aliran yang tak memiliki agama ataupun kepercayaan. Lee Sungyeol, atau lebih dikenal dengan sebutan Sungyeol, dia adalah anak bungsu dari 2 bersaudara.. .

 

Sungyeol adalah anak yang labil, dia masih belum memiliki prinsip yang kuat dalam dirinya, dia bisa dengan mudah terpengaruh oleh orang lain. ..

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

——— Sungyeol POV ——–

Pernah ku tatap tingginya langit, mereka begitu jauh, begitu terang, dan begitu damai. Aku sering berfikir, siapa yang telah menciptakan langit, siapa yang menciptakan angin, siapa yang menciptakan bumi…. dan siapa yang telah menciptakan roh dalam diriku ?

Aku ingin tau siapa gerangan yang telah menciptakan alam dengan begitu sempurna, tak ada kelemahan sedikitpun, bahkan semuanya berpasangan. Ketika aku berjalan ditengah gerumunan kota, aku berfikir kembali, kenapa manusia harus mati ? lantas setelah mati, kemana roh mereka akan pergi ? apakan akan hangus begitu saja seperti abu ? ataukan menghilang seperti ditelan lubang hitam ?

Aku sering merasa pusing ketika aku memikirkan hal-hal yang tak begitu masuk akal di kepalaku. Aku bingung, ketika aku melihat teman-temanku, mereka sangat berbeda denganku, setiap minggu mereka pergi ke tempat yang mereka sebut ‘Gereja’, kata mereka tempat itu adalah tempat suci yang wajib didatangi setiap hari Minggu. Mereka juga sering mengatakan ‘Tuhan Jesus, Bunda Maria dan Tuhan Allah’. Siapa mereka, mereka terdengar asing ditelingaku…

Ketika aku lelah berjalan, tiba-tiba aku terhenti didepan sebuah tempat yang begitu sepi, begitu nyaman dan damai. Di atas tempat itu ada sebuah tanda seperti Cross… tapi aku tak tau apa namanya… kemudian aku masuk, didalam bahkan lebih sepi dari luar, tak ada satu pun orang disana.

Aku berjalan ditengah hamparan kursi panjang yang terjajar rapi disetiap barisan. Aku terus memandang kanan dan kiriku, mencoba mencari tau tempat apa ini. Kemudian aku melihat ada sebuah patung wanita yang sangat cantik berdiri tegak di pojok kanan ruang itu. Dibelakang kepala patung itu ada sebuah kawat yang mirip dengan simbol matahari… kemudian aku melihat kedepan, disana lagi-lagi ada patung, tapi ia berbeda dengan patung wanita yang sangat cantik tadi. Patung yang ada didepanku terlihat sangat menyedihkan, kedua tangannya di paku di tanda Cross yang sama seperti di atas atap tempat ini. Aku terus memandangi patung namja setengah telanjang itu, rasanya aku baru melihat patung seperti ini…

“Tuan, anda kenapa ?”, suara seorang yeoja tiba-tiba memanggilku dari belakang. Aku menoleh, yeoja itu juga terlihat aneh dimataku. Selama ini, yeoja yang aku lihat selalu memakai rok mini dan juga baju stylish, tapi kenapa yeoja itu justru memakai pakaian putih abu-abu yang menutupi seluruh badannya, tak lupa penutup kepalanya juga. Yeoja itu terlihat begitu anggun dengan pakaian seperti itu, dia juga masih muda dan sangat cantik, senyum dibibirnya sama manisnya dengan lukisan Monalisa. Aku terpesona dengan kecantikan naturalnya, tanpa make up ataupun eyeliner… aku bahkan tidak bisa mengedipkan mataku, aku ingin terus menatapnya… siapa sebenarnya dia ?

“Tuan, kenapa anda melamun ?”

“ah, tidak. Aku hanya kagum dengan kecantikanmu, kau sungguh berbeda dengan yeoja lain… kau membuat jentungku berdetak cepat”

“anda terlalu berlebihan…”

“Nona, kenapa kau berpakaian seperti itu ? kenapa kau tidak memakai rok mini ataupun baju stylish seperti yeoja di luar ?”

“itu tidak mungkin Tuan… aku adalah seorang Biarawati, aku tidak pantas menjadi pelayan Tuhan dengan pakaian seperti itu… aku harus menjaga penampilanku agar orang lain tidak tertarik padaku. Apa Tuan tidak mengenali seragam Biaraswati-ku ini ?”

“Tidak, aku tidak tau. Selama hidupku, aku tidak pernah di ajari apa itu Tuhan, Gereja dan Biarawati… aku tidak tau semuanya, aku adalah Atheist….”

“Oh begitu… ya sudah tidak apa-apa. Keyakinan orang selalu berbeda… tidak masalah kalau anda Atheist…”, yeoja itu kembali memunculkan senyum indahnya.

Semenjak saat itu, aku sering kembali ke tempat itu, berbicara banyak dengan Biarawati itu, dan sempat berkenalan pula dengannya. Ternyata namanya Dae Shiwan, nama yang indah seperti pemiliknya. Dan semenjak saat itu pula aku sering memintanya untuk mengajariku, apa itu Tuhan, apa itu Perjanjian, dan apa itu ajaran Kristus. Shiwan mengajariku dengan sangat baik, bahkan hanya dalam waktu singkat aku bisa mengerti itu semua… aku senang, dan sejak saat itu, aku ingin memiliki agama seperti dia, Chatolic. Aku ingin dibabtis, tapi aku juga harus memikirkan, bagaimana reaksi Abeoji ketika dia tau aku masuk Katolik dan keluar dari Atheist. Padahal aku tau betul siapa itu Abeoji, dia sangat menentangku untuk masuk ke salah satu agama. Aku sering berdebat dengannya tentang hal itu. Aku sering meminta abeoji untuk menjawab, ‘kenapa aku tidak boleh masuk ke salah satu agama ?’. abeoji hanya berkata, ‘agama terlalu banyak aturan. Sampai kapanpun kau tak boleh memilikinya !’. jawaban apa itu ? bukan penyelesaian yang ada justru kebuntuan yang datang.

Aku tetap bertekat untuk masuk Katolik, apapun yang terjadi aku akan menerimanya, aku tidak peduli apa yang akan Abeoji lakukan padaku nanti, aku tak peduli…

Akhirnya pastur di Gereja itu membabtisku, kini aku memiliki agama, akhirnya aku tau jalan hidup yang benar, aku sungguh bahagia. Tapi setiap kali aku ingin berdo’a pada Jesus, aku selalu bingung. Aku tak mungkin meletakkan patung Jesus dikamarku, Abeoji sering masuk kesana. Ataukah ke Gereja saja ? tapi itu tidak mungkin, disekitar rumahku tak ada Gereja satu pun. Akhirnya, aku memiliki jalan keluar. Setiap kali aku ingin berdo’a, aku pergi ke Gereja yang selalu aku kunjungi, dimana Biarawati Shiwan ada disana.

Dan malam itu, setelah aku selesai berdo’a, aku menghampiri Biarawati Shiwan yang sedang duduk di depan Gereja. Dia sendiri, seperti biasa. Dia bilang, Biarawati yang lain sudah pindah dari Gereja itu, mereka tak betah disini, karena disini sangat sepi tak banyak yang berkunjung apalagi menyanyikan lagu pijian setiap minggu…

“Nona… kau sedang memandang langit ?”

“iya, langit malam ini begitu indah… bulan yang terang, bintang yang berkelap kelip, hembusan angin yang lembut… semuanya seperti sedang di Eden…”

“Eden ? apa itu ?”

“apa kau tak pernah dengar ? Eden, Surga adalah tempat yang paling indah, lebih indah dari segalanya… kau tak mungkin bisa membayangkannya… disana begitu damai, tak ada yang mengusik… air sungai yang jernih mengalir deras ke hulu… pohon yang tumbuh sangat rindang… kau juga bisa mengatur waktu sesukanya disana…”

“apa aku bisa pergi kesana ?”

“tentu, semua orang bisa pergi kesana, setelah ia meninggal. Eden adalah tempat abadi. Tidak seperti dunia yang fana dan sementara. Disana kau bisa terlepas dari beban yang ada di hati dan pikiranmu, semuanya akan melebur dan tergantikan oleh kebahagiaan abadi…”

“terdengar begitu agung, jadi setelah mati roh kita akan pergi kesana ? jadi roh kita tak akan lenyap ? hmm… aku ingin pergi kesana… ingin, aku lelah terus tertekan oleh Abeoji, apalagi nanti, ketika dia tau aku adalah seorang Katolik,dia pasti akan membunuhku”

——— Sungyeol POV End ——–

To be Continue >>>

,

  1. 16. [Infinite FF Library] the Way to the Eden « Limit Light | Apple Peace | Noah's Ark | Nesada 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: